China tentang pembangunan permukiman warga Israel di wilayah Palestina

Minggu, 24 Desember 2023 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beijing, Mercinews.com – Pemerintah China menyatakan sangat menentang rencana pembangunan permukiman Israel yang berada di wilayah pendudukan Palestina. Hal ini membuat tekanan internasional terhadap zionis Israel bersama Amerika Serikat (AS) dan sekutunya yang mendukung okupansi Palestina, makin kuat.

“China menentang pembangunan permukiman Israel di wilayah pendudukan Palestina. China menentang perubahan sepihak terhadap status Yerusalem dan status quo yang telah dibentuk oleh sejarah,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin saat menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, China pada Jumat.

Militer Israel sejak Jumat (22/12) memerintahkan penduduk Al-Bureij, di Gaza tengah, untuk segera pindah ke selatan. Hal ini bukan kali ini saja terjadi, menunjukkan fokus baru serangan darat yang telah menghancurkan bagian utara Jalur Gaza dan melakukan serangkaian serangan di selatan.

China terus menekan agar konflik Israel dengan Hamas untuk diselesaikan lewat lembaga PBB untuk mencegah makin banyak jatuh korban dari warga sipil. Kebijakan luar negeri China ini jelas menentang operasi militer IDF Israel, yang diklaim sebagai aksi membela diri, namun faktanya telah terjadi genosida di Gaza dan tepi barat.

“Kami percaya bahwa masalah status Yerusalem harus diselesaikan melalui negosiasi oleh pihak-pihak terkait sesuai dengan resolusi PBB,” tambah Wang Wenbin.

Wang Wenbin mengatakan, pihak-pihak terkait harus berhati-hati.

“Kemudian juga menghindari tindakan apa pun yang dapat menyebabkan eskalasi atau membuat situasi menjadi tidak terkendali,” kata Wang Wenbin.

Pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk memberantas Hamas, pasca Hamas melancarkan serangan pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 240 orang, menurut penghitungan Israel.

Baca Juga:  Israel serang rumah sakit lapangan di Sekolah Khadijah, 30 orang meninggal

Namun pasukan Israel menyebabkan kematian 20.057 warga Palestina dan 53.320 lainnya terluka dalam serangan Israel sejak 7 Oktober. Israel mengatakan 140 tentaranya tewas.

Dalam laporan terbaru pertempuran pada Jumat, warga melaporkan penembakan tank Israel di wilayah timur Al-Bureij, yang menjadi sasaran perintah evakuasi militer terbaru.

Kantor berita Shehab yang berafiliasi dengan Hamas melaporkan penembakan besar-besaran dan serangan udara terhadap Jabalia al-Balad dan kamp pengungsi Jabalia, di Gaza utara, dan bahwa kendaraan Israel berusaha maju dari sisi barat Jabalia di tengah suara rentetan tembakan.

Serangan udara juga dilaporkan terjadi di Khan Yunis dan Rafah, di selatan. Badan PBB Program Pangan Dunia (WFP) melaporkan lebih dari 576.600 orang di daerah kantong Palestina yang terkepung di Gaza itu tengah menghadapi “bencana kelaparan (IPC Fase 5) dan kelaparan.”

Baca Juga:  Polisi Paris siaga bersiap menghadapi kerusuhan setelah pemilihan parlemen kedua

Sementara itu, perundingan berlanjut pada Kamis untuk mencoba menghindari veto AS terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB, yang dirancang oleh Uni Emirat Arab, yang akan menuntut agar Israel dan Hamas mengizinkan “penggunaan semua rute darat, laut dan udara ke seluruh Gaza” untuk pengiriman bantuan kemanusiaan.

Pada Kamis malam di New York, setelah perundingan selama berpekan-pekan dan pemungutan suara tertunda selama berhari-hari, pemungutan suara oleh Dewan Keamanan ditunda lagi hingga Jumat, meskipun AS mengatakan pihaknya kini dapat mendukung rancangan resolusi yang diubah. []

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru