Lebih dari 160 ribu orang unjuk rasa menentang reformasi hukum di Tel Aviv

Minggu, 16 April 2023 - 03:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mercinews.com – Sekitar 162.000 orang menghadiri unjuk rasa menentang reformasi hukum pemerintahan Benjamin Netanyahu di pusat Tel Aviv. Ini dilaporkan pada (15/4/ 2023) oleh portal Ynet.

“Sekitar 162.000 orang memprotes reformasi peradilan di Jalan Kaplan di Tel Aviv, dan puluhan ribu lainnya memprotes di kota-kota lain di seluruh negeri,” kata publikasi itu.

Juga dicatat bahwa pada 15 April, beberapa puluh ribu pengunjuk rasa turun ke jalan di Netanya. Pada saat yang sama, sebuah aksi diadakan di kota untuk mendukung reformasi.

Unit polisi tambahan dibawa ke jalan-jalan. Juga, sekitar 1.000 demonstran berkumpul di dekat rumah penulis reformasi, Menteri Kehakiman Yariv Levin.

Sebelumnya, pada 9 April, pengacara senior Sigal Pail berbagi dengan Izvestia mengapa orang tidak takut melakukan protes rutin di Israel.

Menurutnya, perubahan undang-undang baru dapat melanggar hak-hak perempuan, meskipun statistik kekerasan dalam rumah tangga terhadap kaum yang lebih lemah di negara ini sangat tinggi.

Sehari sebelumnya, koresponden Izvestia Nikita Kulyukhin menunjukkan bagaimana rakyat Israel keluar dengan semangat baru untuk memprotes reformasi peradilan yang direncanakan akan diadopsi oleh pemerintah negara itu.

Baca Juga:  Serangan Darat dan Udara Israel Menggila di Gaza lebih dari 8.000 orang Meninggal

Bahkan memperburuk situasi militer antara Israel dan kelompok Palestina tidak menghentikan orang. Jalan-jalan Tel Aviv dan kota-kota lain kembali dipenuhi kerumunan pengunjuk rasa.

Protes telah berlangsung di Israel sejak awal tahun. Mereka menentang pemerintahan baru Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan reformasi peradilannya, yang seharusnya memberi Knesset (badan legislatif Israel) lebih banyak kendali atas peradilan.

Knesset akan memiliki kekuatan untuk mengesampingkan keputusan Mahkamah Agung atas undang-undang dan keputusan pemerintah, dan untuk menunjuk hakimnya.

Pada 26 Maret, Netanyahu mencopot Menteri Pertahanan Yoav Galant atas proposal untuk menangguhkan sementara reformasi peradilan untuk membuka jendela dialog dengan pengunjuk rasa.

Baca Juga:  100 Tahun Pers Revolusioner Vietnam: Ketika Pena Jadi Senjata

Setelah berita ini, pengunjuk rasa menerobos barisan polisi dan berkumpul di rumah Perdana Menteri Netanyahu.

Belakangan, Netanyahu dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir setuju untuk menunda pengesahan undang-undang reformasi peradilan hingga setidaknya musim panas.

Kepala pemerintahan juga setuju bahwa pembentukan garda sipil nasional, yang diupayakan Ben-Gvir, akan disetujui pada rapat Kabinet yang akan datang.

Namun, pada 28 Maret, pengunjuk rasa mulai turun ke jalan lagi. Setidaknya 450.000 orang melakukan protes di seluruh negeri, termasuk 230.000 di Tel Aviv, menurut penyelenggara protes.

[m/c]

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB