MERCINEWS.COM -Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim Iran ingin mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Dilansir dari unggahan di platform Truth Social, Senin (1/6), Trump menyatakan bahwa Teheran menunjukkan keinginan kuat untuk menyelesaikan perundingan dengan Washington.
Ia menilai kesepakatan yang sedang dibahas akan memberikan manfaat bagi Amerika Serikat maupun negara-negara sekutunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iran benar-benar ingin membuat kesepakatan, dan itu akan menjadi kesepakatan yang baik bagi Amerika Serikat dan pihak-pihak yang bersama kami,” tulis Trump dalam pernyataannya.
Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah militer Amerika Serikat melaporkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Iran pada akhir pekan lalu.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran mengklaim telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS. Insiden itu menjadi bagian dari rangkaian ketegangan yang masih terjadi di tengah upaya diplomatik kedua negara.
Trump juga mengkritik sejumlah pihak yang menurutnya terus memberikan komentar negatif terhadap proses negosiasi.
Ia menilai berbagai tekanan politik, baik dari lawan politik maupun sebagian kalangan di internal Partai Republik, membuat proses perundingan menjadi lebih sulit.
Meski demikian, Trump meminta publik untuk tetap bersabar dan memberi ruang bagi proses diplomasi yang sedang berlangsung.
“Semuanya akan berjalan dengan baik pada akhirnya,” kata Trump.
Di tengah optimisme yang disampaikan Trump, Iran sebelumnya menegaskan bahwa kesepakatan dengan Amerika Serikat hanya dapat dicapai apabila hak-hak dan kepentingan nasional Iran dijamin sepenuhnya.
Pernyataan itu menunjukkan masih adanya perbedaan pandangan yang perlu dijembatani dalam proses perundingan.
Dilansir Mercinews.com dari laporan sejumlah media internasional juga menyebutkan bahwa pemerintahan Trump telah mengajukan revisi terhadap rancangan kesepakatan yang tengah dibahas.
Beberapa perubahan disebut memuat persyaratan yang lebih ketat dibandingkan proposal sebelumnya, meski detailnya belum diungkap secara resmi.
Sejauh ini, belum ada kesepakatan final yang diumumkan oleh kedua negara. Namun, pernyataan terbaru Trump menandakan bahwa jalur diplomasi masih terbuka meskipun situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih diwarnai ketegangan dan aksi militer dari kedua belah pihak.(red)






