Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

Mercinews.com – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (12/8/2026). Pelemahan terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta menanti rilis data inflasi Amerika Serikat.

Pada awal perdagangan, rupiah turun 8 poin atau 0,04 persen ke level Rp 17.869 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 17.861 per dolar AS.

Baca Juga:  Zakharova mengomentari informasi penjualan organ tentara Ukraina di pasar gelap

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan pergerakan rupiah masih cenderung konsolidatif. Menurut dia, pasar masih menerima berbagai sinyal yang beragam dari perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perhatian investor antara lain tertuju pada dinamika hubungan Iran dan Amerika Serikat, khususnya terkait kebuntuan di Selat Hormuz yang dinilai berpotensi memengaruhi perdagangan dan perekonomian global.

Baca Juga:  Konflik Timur Tengah Ganggu Penerbangan, Imigrasi Denpasar Terbitkan ITKT bagi WNA

Lukman mengatakan, laporan mengenai adanya perkembangan positif dalam upaya mencapai kesepakatan damai memberikan sentimen tersendiri bagi pasar. Namun, Iran disebut masih menetapkan sejumlah persyaratan sebelum Selat Hormuz dapat kembali dibuka.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga memilih bersikap wait and see menjelang pengumuman data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pada Rabu malam.

Inflasi utama AS secara tahunan diperkirakan melambat dari 2,6 persen menjadi 2,5 persen. Sementara itu, inflasi inti secara tahunan diproyeksikan turun dari 3,5 persen menjadi 3,4 persen.

Baca Juga:  Donald Trump Diprediksi Menang Telak Pilpres Amerika 2024

Dari dalam negeri, investor juga menanti pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pengumuman tersebut masih menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar, termasuk terkait kemungkinan perubahan komposisi saham dalam indeks.

Dengan mempertimbangkan sejumlah sentimen tersebut, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak dalam kisaran Rp 17.750 hingga Rp 17.850 per dolar AS.

Berita Terkait

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Berita Terbaru