Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asap dari serangan Iran di salah satu negara Teluk. (Foto: Dok. Anadolu Agency)

Asap dari serangan Iran di salah satu negara Teluk. (Foto: Dok. Anadolu Agency)

MERCINEWS.COM – Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udaranya setelah Iran mengklaim melancarkan serangan drone yang menargetkan dua fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di negara tersebut, Minggu (19/7/2026). Langkah itu diambil sebagai respons atas ancaman rudal dan pesawat nirawak di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Teheran dan Washington.

Melalui pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, IRIB, militer Iran menyebut serangan ditujukan ke gudang amunisi di Camp Al Adiri serta sistem rudal Patriot dan instalasi radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem yang diklaim digunakan oleh militer AS.

Baca Juga:  Mayat diduga komandan Hizbullah ditemukan di bawah reruntuhan di Beirut

Di sisi lain, Angkatan Bersenjata Kuwait menyatakan tengah merespons ancaman yang mengarah ke wilayahnya dengan mengoperasikan sistem pertahanan udara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ledakan apa pun yang mungkin terdengar merupakan hasil intersepsi sistem pertahanan udara terhadap target musuh,” demikian pernyataan militer Kuwait melalui dilansir Mercinews.com dari akun resminya di platform X, Ahad (19/7/2026).

Baca Juga:  Alhamdulillah, Paket Bantuan dari Indonesia Akhirnya Tiba di Gaza

Militer Kuwait juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mematuhi seluruh arahan keamanan yang dikeluarkan pemerintah selama situasi masih berkembang.

Klaim serangan tersebut muncul setelah Amerika Serikat dalam hampir sepekan terakhir melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran. Sebagai balasan, Teheran menyatakan menyerang sejumlah fasilitas yang disebut digunakan oleh militer AS di beberapa negara kawasan, termasuk Kuwait.

Eskalasi terbaru ini menandai kembali memanasnya hubungan antara Iran dan Amerika Serikat, meskipun pada Juni 2026 kedua negara sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan. Kesepakatan itu bertujuan mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju proses perdamaian yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga:  Serangan Israel ke Iran Pecah Dini Hari, Ini Dampaknya ke Dunia

Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim serangan yang disampaikan Iran. Belum ada pula laporan resmi mengenai korban jiwa maupun tingkat kerusakan akibat insiden tersebut.(red)

Berita Terkait

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak
Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda
Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:22 WIB

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB