Bank Sentral AS: Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak dan Gas Dunia

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MERCINEWS.COM – Kepala Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), Lorie Logan, menilai penutupan Selat Hormuz akibat konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran berpotensi mengancam pasokan minyak dan gas dunia.

Lorie Logan menyatakan kondisi tersebut dinilai dapat memicu gangguan distribusi energi global serta mendorong kenaikan harga minyak apabila jalur pelayaran strategis itu tetap ditutup dalam waktu lama.

“Dengan pasokan yang sangat terbatas, jika pengiriman melalui selat tersebut tidak segera kembali ke tingkat sebelum perang, konsumsi minyak dan gas alam dunia mungkin perlu turun lebih signifikan dibandingkan yang terjadi saat ini,” ujar Logan seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/5/2026).

Menurut Logan, dampak ekonomi global nantinya akan sangat bergantung pada kemampuan negara dan pelaku industri dalam beralih ke sumber energi alternatif serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

Ia menilai tekanan ekonomi dapat ditekan apabila ketergantungan terhadap minyak dan gas berhasil dikurangi tanpa harus memangkas aktivitas ekonomi secara besar-besaran.

“Konsekuensi ekonominya akan bergantung pada sejauh mana pengguna akhir dapat beralih ke sumber energi lain atau menggunakan energi secara lebih efisien dibandingkan mengurangi aktivitas ekonomi,” katanya.

Baca Juga:  Israel Gempur Suriah, Menewaskan dua Petempur Hizbulla

Di sisi lain, Logan juga mengungkapkan hasil survei terhadap perusahaan minyak Amerika Serikat yang memperkirakan kenaikan produksi minyak AS masih terbatas dalam dua tahun ke depan.

Bank Sentral AS menyebutkan produksi minyak negaranya diperkirakan hanya meningkat sekitar 250.000 barel per hari pada tahun ini dan sekitar 500.000 barel per hari pada tahun depan.

Kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk menutup potensi kekurangan pasokan energi global akibat terganggunya distribusi minyak selama konflik berlangsung.

Menurut Logan, perang yang terjadi saat ini telah memangkas sekitar 13 juta barel pasokan minyak per hari dari pasar global.

Baca Juga:  Putra Biden Terlibat Kasus hutang dan Senjata, akan diadili di pengadilan

Meski demikian, ia memperkirakan pasar energi dunia tetap akan berupaya mencari titik keseimbangan dalam waktu dekat.

“Jika pasokan energi itu tidak tersedia, dunia memang tidak bisa mengonsumsinya,” ujar Logan.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara.

Gangguan di kawasan tersebut kerap memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.(red)

Sumber Berita : Reuters

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB