Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Iran vs Amerika Serikat (Foto: Mercinews.com)

Ilustrasi Iran vs Amerika Serikat (Foto: Mercinews.com)

Mercinews.com – Pemerintah Iran mengecam serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas radar dan pengawasan pesisir di wilayah Sirik, Iran selatan, serta Pulau Qeshm, Sabtu (6/6/2026). Teheran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada 8 April lalu.

Dilansir Mercinews.com dari kantor berita Iran, Sabtu (6/6/2026), dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan AS yang terjadi pada Sabtu dini hari itu sebagai tindakan agresi yang melanggar kedaulatan dan integritas teritorial negara tersebut.

Menurut Iran, fasilitas yang menjadi sasaran serangan memiliki fungsi untuk melindungi perbatasan negara serta menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.

Teheran juga menuding Washington terus melakukan tindakan bermusuhan dan provokatif terhadap Iran. Pemerintah Iran menilai langkah tersebut mencerminkan pengabaian terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa angkatan bersenjata negara itu telah merespons serangan AS tersebut dalam kerangka hak membela diri dan berhasil menggagalkan tujuan operasi militer yang dilakukan AS.

Iran menegaskan, pelanggaran gencatan senjata yang berulang kali terjadi menunjukkan kurangnya komitmen Amerika Serikat untuk menurunkan ketegangan dan menciptakan stabilitas di kawasan.

“Amerika Serikat bertanggung jawab atas konsekuensi tindakan ini dan setiap eskalasi lebih lanjut yang mungkin terjadi,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.

Baca Juga:  AS Akan Mengirim tambahan tank Abrams ke Ukraina

Pemerintah Iran juga kembali menegaskan haknya untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB. Teheran menyatakan akan menggunakan seluruh cara yang tersedia untuk melindungi kedaulatan, keamanan dan kepentingan nasionalnya.

Serukan Negara Kawasan Teluk 

Selain itu, Iran menyerukan negara-negara di kawasan Teluk untuk tidak mengizinkan wilayah maupun fasilitas mereka digunakan sebagai basis perencanaan atau pelaksanaan tindakan militer yang ditujukan terhadap Iran.

Teheran juga mendesak Sekretaris Jenderal PBB, Dewan Keamanan PBB, dan berbagai organisasi internasional agar merespons dugaan pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Amerika Serikat serta mencegah ancaman lebih lanjut terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun global.

Baca Juga:  RI dan Belanda Sepakati Penguatan Kerja Sama Repatriasi Benda Budaya Indonesia

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap lokasi radar pengawasan pesisir di Sirik dan Pulau Qeshm.

Menurut CENTCOM, operasi tersebut dilakukan setelah terjadi serangan yang menargetkan Selat Hormuz dan sejumlah negara di kawasan Teluk.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan rudal yang menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.

Aksi saling serang tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk yang selama ini menjadi jalur penting perdagangan dan distribusi energi dunia.(red)

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru