Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Dok. Reuters)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Dok. Reuters)

MERCINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memarahi seorang wartawan CNN yang menanyakan apakah pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un meminta AS mengurangi latihan militer bersama Korea Selatan (Korsel).

Peristiwa itu terjadi di Gedung Putih, Senin (17/8/2026) waktu setempat, setelah Trump memerintahkan Pentagon mengurangi secara signifikan latihan militer gabungan AS-Korsel yang dijadwalkan berlangsung 17-27 Agustus 2026.

Dilansir Reuters, HuffPost, dan Variety, Selasa (18/8/2026), Trump ditanya apakah keputusan mengurangi latihan militer tersebut diambil atas permintaan Kim Jong Un.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apakah dia (Kim Jong Un) secara khusus meminta Anda untuk menguranginya?” tanya wartawan tersebut.

Trump tidak menjawab pertanyaan itu. Ia justru menunjuk ke arah wartawan dan beberapa kali memintanya diam.

Baca Juga:  Konser di Johor Grup Band Radja Diancam Dibunuh, Polis Malaysia Tangkap 2 Pria

“Diam! Diam! Diam! Diam!” kata Trump.

Trump kemudian menilai wartawan tersebut tidak sopan. Ia bahkan meminta pendapat seorang anak yang sedang duduk di sofa Ruang Oval dalam acara pertemuan santai.

“Menurutmu, apakah dia tidak sopan?” ujar Trump sembari tertawa kecil.

Trump lalu menanyakan asal media wartawan tersebut.

“Saya dari CNN,” jawab wartawan itu.

Variety menyebut wartawan tersebut merupakan koresponden senior CNN untuk Gedung Putih, Kristen Holmes.

“Berita palsu,” kata Trump.

Trump Tak Jawab Pertanyaan 

Wartawan CNN tersebut tetap berupaya meminta penjelasan mengenai hubungan Trump dengan Kim Jong Un dan keputusan mengurangi latihan militer bersama Korsel.

“Saya hanya ingin menindaklanjuti pertanyaan soal Korea Selatan tadi,” ujar wartawan tersebut.

Baca Juga:  Kim Jong-un siap menyerang musuhnya dengan rudal nuklir “tanpa ragu

Trump kembali menyebut CNN sebagai media yang menyebarkan berita palsu.

“Anda itu berita palsu. Anda orang yang berisik. Anda orang yang berisik dan gaduh. Anda itu berita palsu,” kata Trump.

Wartawan itu kemudian kembali menanyakan apakah Trump telah berbicara dengan Kim Jong Un dan apakah pemimpin Korut tersebut meminta pengurangan latihan militer.

Namun, Trump kembali memotong pertanyaan tersebut.

“Diam, diam, diam. Anda itu reporter palsu dan Anda memberitakan berita palsu,” ujar Trump.

Wartawan CNN itu tetap mengulangi pertanyaannya.

“Saya hanya ingin tahu apakah Anda sudah berbicara dengan Kim Jong Un, apakah dia meminta Anda untuk mengurangi latihan militer tersebut?” tanyanya.

Trump tidak memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Trump Soroti Hubungan dengan Kim Jong Un

Baca Juga:  PM Georgia sebut ada hubungan antara upaya pembunuhan terhadap Fico dan Trump

Sebelumnya, Trump menginstruksikan Pentagon untuk mengurangi secara signifikan latihan militer gabungan AS dan Korsel yang dijadwalkan berlangsung pada 17-27 Agustus.

Trump menyebut biaya latihan militer tahunan tersebut sangat besar. Ia juga menyoroti sikap Korsel yang menolak berpartisipasi dalam operasi militer AS terhadap Iran.

Beberapa jam sebelum latihan dimulai, Trump melalui platform Truth Social menyatakan tidak senang AS menyetujui keikutsertaan dalam latihan tersebut.

Pada saat yang sama, Trump menyinggung hubungan yang disebutnya sangat baik dengan Kim Jong Un.

Keputusan mengurangi latihan militer bersama AS-Korsel itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya komunikasi antara Trump dan Kim Jong Un. Namun, Trump tidak memberikan jawaban ketika ditanya langsung mengenai hal tersebut.(red)

Berita Terkait

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. (Foto: Dok. Anadolu)

Dunia

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agu 2026 - 23:18 WIB