Al-Khairiyah Siap Gelar Muktamar XI, Teguhkan Tiga Prinsip Landasan Perjuangan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Dr. Ali Mujahidin, SHI., MM., MH. (Foto: istimewa)

Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Dr. Ali Mujahidin, SHI., MM., MH. (Foto: istimewa)

“Muktamar bukan sekadar memilih pemimpin dan menyusun program kerja, tetapi menyamakan komitmen untuk menegakkan aqidah, mengembangkan syariat, menuntun akhlaq dan membangun peradaban.”

Cilegon, Mercinews.com – Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah akan menggelar Muktamar XI pada 16-18 Oktober 2026 di Citangkil, Kota Cilegon, Banten. Muktamar mengangkat tema “Menegakkan Aqidah dan Tauhid, Mengembangkan Syariat, Menuntun Akhlaq dan Membangun Peradaban Dunia”.

Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Dr. Ali Mujahidin, SHI., MM., MH., mengatakan tema tersebut merupakan penjabaran dari tiga prinsip landasan khitah perjuangan Al-Khairiyah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ali Mujahidin, tiga prinsip tersebut menjadi komitmen Satria Setia Bhakti Al-Khairiyah sekaligus landasan untuk membentuk generasi dan masyarakat yang beriman, bertakwa, serta berorientasi pada kemaslahatan umat, bangsa dan negara.

Baca Juga:  Upacara Hari Kemerdekaan di Kecamatan Legok Teguhkan Semangat Kebangsaan

“Prinsip landasan perjuangan Al-Khairiyah itu menjadi landasan ideologi keislaman individu, organisasi, keumatan, kebangsaan, dan keindonesiaan,” kata Ali Mujahidin yang akrab disapa Haji Mumu dalam perbincangan dengan wartawan di Cilegon, Ahad (4/10/2026).

Ali menjelaskan, prinsip pertama adalah menegakkan aqidah Islamiyah dan tauhid yang berlandaskan Alquran dan hadis. Prinsip tersebut menjadi fondasi keimanan dan spiritual bagi kader Al-Khairiyah, umat, bangsa dan negara.

Landasan itu juga diarahkan untuk mendorong umat menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, sekaligus menjalankan tugas kenabian dalam menegakkan aqidah dan tauhid.

Prinsip kedua adalah mengembangkan syariat yang disertai dengan pendalaman ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi. Al-Khairiyah juga menekankan komitmen terhadap penegakan hukum serta semangat amar ma’ruf nahi munkar dalam membela keadilan bagi umat, bangsa, dan negara.

Baca Juga:  Festival Sagara Asih Hadirkan Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal untuk Anak Pesisir

Menurut Ali, prinsip tersebut juga mencakup penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa dan upaya mengisi cita-cita kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa.

Selain itu, nilai kemanusiaan dan keadilan sosial perlu dijaga dengan semangat rahmat bagi seluruh alam. Penguatan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah Al-Khairiyah, dan ukhuwah insaniyah juga menjadi bagian dari prinsip tersebut.

Menuntun Akhlaq dan Membangun Peradaban

Prinsip ketiga adalah menuntun akhlaq untuk membangun peradaban. Hal tersebut diwujudkan melalui pembentukan integritas dan keteladanan (uswah hasanah), dedikasi, semangat, serta etos kerja dalam kehidupan.

Nilai tersebut mencakup kepribadian, perilaku, etika, moral, dan akhlaq sebagai bagian dari jati diri individu, keluarga, generasi, umat dan masyarakat.

Baca Juga:  Pertama dalam Sejarah, Perwira TNI AD Achmad Fikri Bawa Pulang Magister dari Lemhannas Yordania

Ali juga menekankan pentingnya tanggung jawab, kejujuran, kesabaran, empati, serta kepedulian terhadap sesama manusia dan seluruh makhluk.

Menurutnya, upaya tersebut juga perlu disertai dengan menjaga dan memperkuat kearifan kultur, budaya, dan tradisi. Nilai-nilai agama dan spiritual juga perlu ditanamkan, termasuk akhlaq kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, orang tua, keluarga, guru dan sahabat.

Ali berharap Muktamar XI Al-Khairiyah tidak hanya menjadi agenda organisasi untuk merumuskan program kerja atau memilih kepengurusan baru.

“Yang lebih penting adalah menyamakan komitmen dan tekad untuk dapat mewujudkan tiga prinsip landasan khitah perjuangan Al-Khairiyah yaitu menegakkan aqidah dan tauhid, mengembangkan syariat, menuntun akhlaq dan membangun peradaban dunia,” kata Ali.(Red)

Berita Terkait

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi Besar-besaran, Sejumlah Kapolda Bergeser
Rotasi Pati di Mabes Polri Dinilai Jadi Bagian dari Upaya Bersih-bersih
Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi Ma’azat Minta Menlu Baru Perkuat Diplomasi untuk Palestina
Rudenim Denpasar Catat Deteni Naik 76,92 Persen, Ini Kendala Deportasi WNA
Suyudi Ario Seto Disetujui Komisi III DPR sebagai Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo 
WNA Rusia Dideportasi Imigrasi Denpasar Setelah Overstay 820 Hari
Kemenag dan PGPI Bahas Peran Gereja dalam Menjaga Kerukunan
Salurkan Kursi Roda dan Serap Aspirasi, Kevin Wu: Peduli Bukan Hanya Saat Kampanye

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Al-Khairiyah Siap Gelar Muktamar XI, Teguhkan Tiga Prinsip Landasan Perjuangan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:30 WIB

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi Besar-besaran, Sejumlah Kapolda Bergeser

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Rotasi Pati di Mabes Polri Dinilai Jadi Bagian dari Upaya Bersih-bersih

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi Ma’azat Minta Menlu Baru Perkuat Diplomasi untuk Palestina

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:33 WIB

Rudenim Denpasar Catat Deteni Naik 76,92 Persen, Ini Kendala Deportasi WNA

Berita Terbaru

Ilustrasi

Teknologi

Penggalian Terowongan Jalan Raya di Bawah Laut Tiongkok Rampung

Minggu, 4 Okt 2026 - 13:17 WIB