Penggalian Terowongan Jalan Raya di Bawah Laut Tiongkok Rampung

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Mercinews.com – Proses penggalian terowongan jalan raya bawah laut terpanjang di Tiongkok rampung setelah mesin bor berperisai mencapai titik yang telah ditentukan pada kedalaman 105 meter di bawah permukaan laut Teluk Jiaozhou, Provinsi Shandong, Jumat (2/10/2026).

Proses tersebut merupakan bagian dari pembangunan Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou Qingdao yang akan menghubungkan kawasan perkotaan utama Qingdao dengan Kawasan Baru Pesisir Barat Qingdao.

Dikutip dari China Railway Construction Corporation Limited, Minggu (4/10/2026), menyebut proyek tersebut memiliki panjang total 17,48 kilometer. Dari total panjang itu, bagian terowongan utama mencapai 14,37 kilometer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terowongan utama terdiri atas dua terowongan jalan dan satu terowongan layanan yang berada di tengah. Jalan tersebut dirancang memiliki tiga lajur pada setiap arah dengan kecepatan maksimum 80 kilometer per jam.

Baca Juga:  Segini Harga Samsung Galaxy A23 5G Versi terbaru RAM 8 GB

Menurut Wang Junping dari China Railway 14th Bureau Group Corporation Limited, pembangunan terowongan menggunakan dua metode, yakni pengeboran dan peledakan atau drill-and-blast serta penggalian menggunakan mesin bor berperisai.

Pengerjaan dilakukan dari dua sisi Teluk Jiaozhou, yakni pesisir timur dan pesisir barat. Kedua bagian terowongan kemudian diarahkan hingga bertemu di bawah laut.

Tantangan utama proyek berada pada kedalaman dan tekanan air. Bagian terowongan yang menggunakan mesin bor berperisai memiliki kedalaman maksimum 95 meter di bawah permukaan laut. Sementara itu, terowongan layanan mencapai kedalaman 105 meter.

Baca Juga:  Ukraina Sebut menemukan komponen China dalam senjata Rusia

Kondisi tersebut membuat konstruksi membutuhkan sistem penutupan dan pelapisan kedap air untuk menghadapi tekanan air yang tinggi.

Wang mengatakan, tim proyek juga menggunakan sistem baru untuk membuang material hasil penggalian. Sistem tersebut menggabungkan konveyor sekrup, kotak penghancur batu, dan mesin penghancur batu.

Menurut dia, sistem tersebut digunakan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi risiko penyumbatan selama proses penggalian.

Teknologi Anti Getar 

Selain itu, tim proyek mengembangkan teknologi anti getar pada badan mesin bor berperisai untuk meningkatkan stabilitas mesin selama pengoperasian.

Setelah selesai dibangun, Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou Qingdao akan menjadi bagian dari jaringan transportasi lintas teluk yang terintegrasi.

Baca Juga:  Dewan Pers Serahkan Draf Rancangan Perpres Media ke Kominfo

Infrastruktur tersebut akan terhubung dengan Terowongan Teluk Jiaozhou, Jembatan Teluk Jiaozhou, serta Jalan Raya Teluk Jiaozhou yang telah beroperasi.

Pembangunan infrastruktur tersebut juga sejalan dengan rencana Tiongkok mengembangkan sistem transportasi terpadu selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 2026-2030.

Kementerian Transportasi Tiongkok pada Juli 2026 menyatakan rencana tersebut diarahkan untuk membangun sistem layanan transportasi terpadu modern pada 2030.

Rencana itu mencakup peningkatan konektivitas antarmoda, kemudahan perpindahan penumpang, serta peningkatan layanan logistik barang.

Pemerintah Tiongkok juga mendorong integrasi transportasi dengan pariwisata serta penguatan layanan transportasi penumpang dan barang di wilayah pedesaan.(red)

Berita Terkait

PTPN IV Perkuat Transformasi Digital melalui Standar Internasional dan Tata Kelola TI
PTPN IV PalmCo Perkuat Mitigasi Karhutla dengan Teknologi GeoPalm Dashboard
Alasan Rusia Minta Pengguna iPhone Beralih ke Android
Transformasi AI Meta Berujung PHK, Zuckerberg Bilang Begini
IPOT Jadi Platform Transformasi AI Nasional, Ajak Gen Z Melek Finansial dan AI
Pesan dari Nomor Tak Dikenal Bakal Dipantau, WhatsApp Kembangkan Fitur Scam Alert
Google Beri Peringatan, Ratusan Aplikasi Berbahaya Incar Pengguna Android
BRIN dan PalmCo Kembangkan Bio-CBG dari Limbah Sawit, Didorong Jadi Substitusi LPG Impor

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Penggalian Terowongan Jalan Raya di Bawah Laut Tiongkok Rampung

Sabtu, 26 September 2026 - 23:42 WIB

PTPN IV Perkuat Transformasi Digital melalui Standar Internasional dan Tata Kelola TI

Sabtu, 19 September 2026 - 11:25 WIB

PTPN IV PalmCo Perkuat Mitigasi Karhutla dengan Teknologi GeoPalm Dashboard

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:50 WIB

Alasan Rusia Minta Pengguna iPhone Beralih ke Android

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Transformasi AI Meta Berujung PHK, Zuckerberg Bilang Begini

Berita Terbaru

Ilustrasi

Teknologi

Penggalian Terowongan Jalan Raya di Bawah Laut Tiongkok Rampung

Minggu, 4 Okt 2026 - 13:17 WIB