Jakarta, Mercinews.com – PTPN IV PalmCo mempercepat transformasi digital di sektor perkebunan dengan melatih dan mensertifikasi ratusan karyawan sebagai operator drone. Program tersebut ditujukan untuk mendukung sistem pemantauan kebun sawit berbasis data setelah proses penggabungan perusahaan.
Hingga awal 2026, sebanyak 62 karyawan dinyatakan lulus sertifikasi pilot drone perkebunan dari ratusan peserta yang mengikuti pelatihan. Perusahaan menyebut langkah ini sebagai bagian dari pembangunan ekosistem digital terintegrasi yang digunakan dalam operasional sehari-hari.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Transformasi digital memerlukan peningkatan kompetensi SDM. Operator yang terlatih dan tersertifikasi menjadi bagian penting agar sistem dapat berjalan optimal,” ujar Jatmiko dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
Digitalisasi operasional PalmCo ditopang oleh sistem terpusat PalmCo Business Cockpit, sebuah dashboard yang mengintegrasikan data dari berbagai unit usaha. Sistem ini terhubung dengan platform pemetaan spasial Agroview untuk memantau ratusan ribu hektare kebun secara hampir waktu nyata.
Melalui drone yang dioperasikan pilot bersertifikat, data visual dan spasial dari lapangan dikirim ke pusat kendali. Informasi tersebut digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan agronomis, seperti perencanaan pemupukan, deteksi awal serangan hama, serta pemantauan potensi penurunan produktivitas.
Di tingkat kebun, pemantauan yang sebelumnya dilakukan melalui patroli manual kini dilengkapi citra udara beresolusi tinggi. Dengan sistem tersebut, kondisi anomali di setiap afdeling dapat diidentifikasi lebih cepat untuk penanganan lanjutan.
Selain itu, PalmCo juga mengembangkan integrasi teknologi kecerdasan buatan dan Internet of Things untuk memperkuat analisis data operasional. Pengembangan ini diarahkan pada peningkatan presisi pengelolaan kebun.
Langkah digitalisasi PalmCo mendapat perhatian dari Danantara. Managing Director Business 2 Danantara Setyanto Hantoro menyampaikan dukungan terhadap strategi bisnis sawit terintegrasi yang dijalankan perusahaan, khususnya dalam konteks ketahanan pangan dan hilirisasi.
Sementara itu, Managing Director Risk Management Danantara Riko Banardi menilai penerapan mekanisasi, digitalisasi, dan pengembangan sumber daya manusia di PalmCo berjalan selaras. Penilaian tersebut disampaikan setelah peninjauan implementasi sistem Agroview pada Januari 2026.
Di tengah tuntutan global terhadap praktik perkebunan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi berbasis data menjadi bagian dari upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas operasional di industri sawit nasional.(red)






