Jakarta, Mercinews.com – PTPN IV PalmCo memanfaatkan teknologi GeoPalm Dashboard untuk memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui integrasi data satelit, informasi geospasial dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Teknologi tersebut digunakan untuk memantau titik panas sekaligus mendukung proses tindak lanjut di lapangan. Sistem ini menghubungkan informasi yang diperoleh dari pemantauan digital dengan proses analisis, verifikasi, patroli, hingga respons awal terhadap potensi karhutla.
Pemanfaatan GeoPalm Dashboard menjadi bagian dari pengembangan sistem digital PTPN IV PalmCo dalam mengelola areal perkebunan yang luas. Perusahaan mengelola lebih dari 600.000 hektare lahan dengan sekitar 70.000 karyawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu fitur utama GeoPalm Dashboard adalah Fire Hotspot yang digunakan untuk memusatkan informasi mengenai titik panas.
Data titik panas diperoleh melalui pemantauan berbasis satelit. Informasi tersebut kemudian menjadi indikator awal bagi petugas untuk menentukan lokasi yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
PTPN IV PalmCo menegaskan bahwa titik panas tidak serta-merta menunjukkan telah terjadi kebakaran. Setiap indikasi yang muncul tetap harus dianalisis dan diverifikasi di lapangan sebelum dinyatakan sebagai karhutla.
Tahapan tersebut penting karena titik panas yang terdeteksi melalui sistem dapat memiliki berbagai penyebab. Dengan verifikasi lapangan, informasi digital dapat dikonfirmasi sebelum petugas mengambil langkah penanganan.
Wilayah operasional PTPN IV PalmCo di Kalimantan menjadi salah satu area yang membutuhkan pemantauan tersebut. Operasional perusahaan di kawasan itu mencakup 12 kabupaten/kota yang tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Menghubungkan Data dengan Respons
GeoPalm Dashboard tidak hanya digunakan untuk menampilkan lokasi titik panas. Sistem tersebut dirancang untuk menghubungkan informasi awal dengan perkembangan tindak lanjut di lapangan.
Alur penanganannya dimulai dari deteksi digital dan analisis awal. Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan verifikasi, patroli, dan respons awal apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Apabila hasil verifikasi memastikan terjadinya kebakaran, perkembangan penanganan dapat diperbarui dalam sistem. Dengan mekanisme tersebut, informasi mengenai lokasi dan status penanganan dapat dipantau secara terpusat.
Data yang terdokumentasi juga dapat digunakan untuk melihat perkembangan penanganan dan menjadi bahan evaluasi terhadap kecepatan respons serta koordinasi antarpetugas.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi berfungsi sebagai penghubung antara data yang dihasilkan sistem dengan tindakan yang dilakukan manusia di lapangan.
Teknologi untuk Perluas Pengawasan
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan penggunaan teknologi perlu diikuti kesiapan sumber daya manusia dan operasional di lapangan.
“Perkebunan bukan hanya tentang tanaman atau tanah, tetapi tentang manusia dan seluruh sumber daya yang dikelola di dalamnya. Tujuan akhirnya adalah memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi banyak pihak,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Menurut dia, pengelolaan areal perkebunan dalam skala besar membutuhkan dukungan teknologi untuk mempercepat arus informasi dari lapangan kepada manajemen.
Teknologi seperti pemetaan geospasial, Internet of Things (IoT), dan AI juga digunakan untuk mendukung efisiensi produksi sekaligus menekan potensi kehilangan hasil.
“Teknologi seperti pemetaan geospasial, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI) kami manfaatkan untuk mendorong efisiensi produksi sekaligus menekan potensi kehilangan hasil,” kata Jatmiko.
Terintegrasi dengan Sistem Digital
GeoPalm Dashboard merupakan salah satu bagian dari ekosistem digital yang dikembangkan PTPN IV PalmCo. Sistem tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi melengkapi sejumlah platform digital yang digunakan untuk mendukung pengelolaan perkebunan.
Selain pemantauan risiko karhutla, teknologi digital dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan produksi, pemantauan hama dan penyakit tanaman, pemupukan, serta infrastruktur.
Sejumlah platform yang dikembangkan perusahaan antara lain PalmCo Business Cockpit, Agroview, D-Farm dan Intank.
Integrasi tersebut memungkinkan pemanfaatan data dari berbagai aspek operasional untuk mendukung proses pengawasan dan pengambilan keputusan. Data yang terdokumentasi juga dapat digunakan untuk meningkatkan keterlacakan proses kerja.
Dalam konteks mitigasi karhutla, keberadaan teknologi tidak menggantikan peran petugas lapangan. Data satelit dan sistem digital berfungsi memberikan informasi awal serta mendukung proses pemantauan.
Sementara itu, verifikasi kondisi sebenarnya, patroli, dan tindakan penanganan tetap dilakukan oleh petugas di lapangan.
PTPN IV PalmCo terus mengembangkan integrasi teknologi, data, sumber daya manusia, dan infrastruktur sebagai bagian dari penguatan pengelolaan perkebunan. Pengembangan tersebut mencakup upaya meningkatkan kemampuan deteksi, mempercepat penyampaian informasi, serta mendukung penanganan risiko karhutla secara lebih terukur.(Red)






