Jakarta, Mercinews.com – Stafsus Menag Gugun Gumilar memaparkan sejumlah capaian Kementerian Agama (Kemenag) selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di bidang keagamaan dan pendidikan.
Hal itu disampaikan Gugun Gumilar dalam Orasi Ilmiah di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta, Sabtu (4/10/2026).
Dalam paparannya, Gugun mengacu pada data Capaian Kinerja Kemenag 2025-2026. Ia mengatakan, pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia dan kerukunan umat beragama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang dibangun Presiden Prabowo bukan hanya jalan dan gedung, tapi yang paling utama adalah manusia Indonesia yang cerdas, sejahtera, dan rukun. Itulah fondasi sejati menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Gugun.
Bantuan Pendidikan
Gugun menyebut, Kemenag menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 5.180.170 siswa dengan nilai Rp 4,038 triliun pada 2025-2026.
Selain itu, sebanyak 289.255 mahasiswa menerima bantuan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan nilai Rp 3,032 triliun.
Menurut Gugun, bantuan pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan akses pendidikan bagi masyarakat.
“Ini bukti negara tidak pernah absen. Tidak ada lagi anak bangsa yang putus sekolah karena biaya. Presiden Prabowo memastikan semua anak, dari Sabang sampai Merauke, dari semua agama, mendapatkan hak pendidikan yang sama,” kata Stafsus Menag.
Tunjangan Guru
Di bidang kesejahteraan guru, Gugun mengatakan sebanyak 452.796 guru madrasah dan guru pendidikan agama menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp 19,148 triliun pada 2025.
Pada 2026, jumlah penerima disebut meningkat menjadi 671.704 guru dengan anggaran Rp 25,996 triliun.
Sementara itu, sebanyak 183.787 dosen telah lulus sertifikasi dengan nilai tunjangan Rp 5,783 triliun.
“Kesejahteraan guru adalah prioritas Presiden Prabowo. Beliau sangat paham, tidak ada pendidikan berkualitas tanpa guru yang sejahtera dan bermartabat,” ujar Gugun.
Untuk sarana pendidikan, Kemenag juga melakukan revitalisasi sejumlah madrasah. Sebanyak 2.180 papan digital interaktif senilai Rp 71,62 miliar disalurkan ke 551 madrasah.
Selain itu, pembangunan delapan gedung Universitas Islam Negeri (UIN) dilakukan melalui skema Saudi Fund dengan nilai Rp 881 miliar.
Indeks Kerukunan Umat Beragama
Gugun juga memaparkan capaian di bidang kerukunan umat beragama. Berdasarkan data yang disampaikannya, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 mencapai 77,89.
Angka tersebut berada di atas target RPJMN 2025-2029 sebesar 76,77 dan meningkat dibandingkan IKUB 2024 yang tercatat 76,47. Target IKUB pada akhir periode 2029 adalah 78,25.
Selain IKUB, Indeks Kesalehan Umat Beragama disebut mencapai 84,20. Adapun Indeks Kepuasan Layanan Kantor Urusan Agama (KUA) mencapai 86,03.
Gugun juga menyebut hasil survei Poltracking pada Agustus 2026 yang menunjukkan tingkat penilaian publik terhadap kerukunan pada pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 72,5 persen.
“Di bawah Presiden Prabowo, Kementerian Agama membuktikan bahwa negara hadir untuk semua agama. Kerukunan bukan jargon, tapi angka yang terukur,” kata Gugun.
Ia mengatakan, Kemenag berupaya memastikan seluruh agama mendapatkan ruang dalam pembangunan nasional.
“Orasi di STAH Dharma Nusantara hari ini adalah simbolnya. Hindu, Islam, Kristen, Buddha, Konghucu, semua adalah pilar bangsa. Ketika STAH Hindu maju, maka Indonesia maju,” ujarnya.
Program Prioritas Pemerintah
Gugun mengatakan, Kemenag turut menjalankan sejumlah program prioritas pemerintah, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah menjangkau 6,3 juta siswa dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 3,2 juta siswa.
Kemenag juga menjalankan transformasi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia menjadi Sekolah Unggul Garuda.
“Anak kenyang, anak sehat, baru bisa belajar dengan baik. Inilah cara Presiden Prabowo memutus rantai stunting dan menyiapkan generasi unggul,” kata Gugun.
Penghimpunan Dana Sosial Keagamaan
Di sektor filantropi, Gugun menyebut penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan mencapai Rp 44,698 triliun.
Ia juga menyampaikan adanya program Hutan Wakaf seluas 68,1 hektare dan program hutan berkah seluas 7.281 hektare.
“Ini menunjukkan gotong royong umat masih sangat kuat. Ekonomi umat bergerak, wakaf tidak lagi hanya untuk kuburan, tapi untuk hutan, untuk lingkungan, untuk masa depan,” ujar Stafsus Menag yang pernah Duta Muda PBB itu.
Orasi ilmiah Stafsus Menag tersebut dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag I Nengah Duija, Direktur Pendidikan Hindu Direktorat Bimas Hindu Kemenag I Ketut Sudarsana, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Yayasan Dharma Nusantara I Gusti Ketut Gde Suena, serta Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari.(Red)






