Stafsus Menag Ungkap Capaian Pemerintahan Prabowo di Bidang Pendidikan dan Keagamaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stafsus Menag Gugun Gumilar saat Orasi Ilmiah di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta, Sabtu (4/10/2026). (Foto: istimewa)

Stafsus Menag Gugun Gumilar saat Orasi Ilmiah di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta, Sabtu (4/10/2026). (Foto: istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Stafsus Menag Gugun Gumilar memaparkan sejumlah capaian Kementerian Agama (Kemenag) selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di bidang keagamaan dan pendidikan.

Hal itu disampaikan Gugun Gumilar dalam Orasi Ilmiah di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta, Sabtu (4/10/2026).

Dalam paparannya, Gugun mengacu pada data Capaian Kinerja Kemenag 2025-2026. Ia mengatakan, pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia dan kerukunan umat beragama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang dibangun Presiden Prabowo bukan hanya jalan dan gedung, tapi yang paling utama adalah manusia Indonesia yang cerdas, sejahtera, dan rukun. Itulah fondasi sejati menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Gugun.

Bantuan Pendidikan 

Gugun menyebut, Kemenag menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 5.180.170 siswa dengan nilai Rp 4,038 triliun pada 2025-2026.

Selain itu, sebanyak 289.255 mahasiswa menerima bantuan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan nilai Rp 3,032 triliun.

Menurut Gugun, bantuan pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan akses pendidikan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Prabowo dan SBY Peringati 19 Tahun Tsunami Aceh Hari Ini 26 Desember

“Ini bukti negara tidak pernah absen. Tidak ada lagi anak bangsa yang putus sekolah karena biaya. Presiden Prabowo memastikan semua anak, dari Sabang sampai Merauke, dari semua agama, mendapatkan hak pendidikan yang sama,” kata Stafsus Menag.

Tunjangan Guru

Di bidang kesejahteraan guru, Gugun mengatakan sebanyak 452.796 guru madrasah dan guru pendidikan agama menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp 19,148 triliun pada 2025.

Pada 2026, jumlah penerima disebut meningkat menjadi 671.704 guru dengan anggaran Rp 25,996 triliun.

Sementara itu, sebanyak 183.787 dosen telah lulus sertifikasi dengan nilai tunjangan Rp 5,783 triliun.

“Kesejahteraan guru adalah prioritas Presiden Prabowo. Beliau sangat paham, tidak ada pendidikan berkualitas tanpa guru yang sejahtera dan bermartabat,” ujar Gugun.

Untuk sarana pendidikan, Kemenag juga melakukan revitalisasi sejumlah madrasah. Sebanyak 2.180 papan digital interaktif senilai Rp 71,62 miliar disalurkan ke 551 madrasah.

Selain itu, pembangunan delapan gedung Universitas Islam Negeri (UIN) dilakukan melalui skema Saudi Fund dengan nilai Rp 881 miliar.

Indeks Kerukunan Umat Beragama

Gugun juga memaparkan capaian di bidang kerukunan umat beragama. Berdasarkan data yang disampaikannya, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 mencapai 77,89.

Baca Juga:  Program 'Waris Sehat', Kolaborasi Unwahas dan Unisnu Dimulai dari Pesantren Jepara

Angka tersebut berada di atas target RPJMN 2025-2029 sebesar 76,77 dan meningkat dibandingkan IKUB 2024 yang tercatat 76,47. Target IKUB pada akhir periode 2029 adalah 78,25.

Selain IKUB, Indeks Kesalehan Umat Beragama disebut mencapai 84,20. Adapun Indeks Kepuasan Layanan Kantor Urusan Agama (KUA) mencapai 86,03.

Gugun juga menyebut hasil survei Poltracking pada Agustus 2026 yang menunjukkan tingkat penilaian publik terhadap kerukunan pada pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 72,5 persen.

“Di bawah Presiden Prabowo, Kementerian Agama membuktikan bahwa negara hadir untuk semua agama. Kerukunan bukan jargon, tapi angka yang terukur,” kata Gugun.

Ia mengatakan, Kemenag berupaya memastikan seluruh agama mendapatkan ruang dalam pembangunan nasional.

“Orasi di STAH Dharma Nusantara hari ini adalah simbolnya. Hindu, Islam, Kristen, Buddha, Konghucu, semua adalah pilar bangsa. Ketika STAH Hindu maju, maka Indonesia maju,” ujarnya.

Program Prioritas Pemerintah

Gugun mengatakan, Kemenag turut menjalankan sejumlah program prioritas pemerintah, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah menjangkau 6,3 juta siswa dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 3,2 juta siswa.

Baca Juga:  Hari Buku Nasional, PTPN IV PalmCo Salurkan Bantuan Buku hingga Daerah Bencana

Kemenag juga menjalankan transformasi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia menjadi Sekolah Unggul Garuda.

“Anak kenyang, anak sehat, baru bisa belajar dengan baik. Inilah cara Presiden Prabowo memutus rantai stunting dan menyiapkan generasi unggul,” kata Gugun.

Penghimpunan Dana Sosial Keagamaan

Di sektor filantropi, Gugun menyebut penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan mencapai Rp 44,698 triliun.

Ia juga menyampaikan adanya program Hutan Wakaf seluas 68,1 hektare dan program hutan berkah seluas 7.281 hektare.

“Ini menunjukkan gotong royong umat masih sangat kuat. Ekonomi umat bergerak, wakaf tidak lagi hanya untuk kuburan, tapi untuk hutan, untuk lingkungan, untuk masa depan,” ujar Stafsus Menag yang pernah Duta Muda PBB itu.

Orasi ilmiah Stafsus Menag tersebut dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag I Nengah Duija, Direktur Pendidikan Hindu Direktorat Bimas Hindu Kemenag I Ketut Sudarsana, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Yayasan Dharma Nusantara I Gusti Ketut Gde Suena, serta Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari.(Red)

Berita Terkait

Prof Bakir Ihsan: Pragmatisme Transaksional dalam Praktik Politik Tantang Demokrasi
Jejak Akademik Prof. Hasani Ahmad Said, dari Pesantren Cilegon hingga Guru Besar UIN Jakarta
Dirut PTPN IV PalmCo Beri Kuliah Umum di FEB UI, Ajak Mahasiswa Kenali Potensi Diri
SMPN 69 Borong Juara Abnon Cilik dan Remaja Kencur Jakarta Barat 2026
UNIS Tangerang Gelar Yudisium Pascasarjana, 243 Mahasiswa Lulus dan Siap Wisuda
Kemendikdasmen Didesak Beri Sanksi Tegas bagi Sekolah yang Menahan Ijazah dan SKL
PKBM Langgeng Ikhlas Depok, Sekolah Tanpa Biaya Jadi Harapan Warga Putus Sekolah
KPK Soroti Modus Titipan dan Pungli SPMB, Sekolah Diingatkan Jangan Main-main

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Stafsus Menag Ungkap Capaian Pemerintahan Prabowo di Bidang Pendidikan dan Keagamaan

Rabu, 30 September 2026 - 13:29 WIB

Prof Bakir Ihsan: Pragmatisme Transaksional dalam Praktik Politik Tantang Demokrasi

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Jejak Akademik Prof. Hasani Ahmad Said, dari Pesantren Cilegon hingga Guru Besar UIN Jakarta

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dirut PTPN IV PalmCo Beri Kuliah Umum di FEB UI, Ajak Mahasiswa Kenali Potensi Diri

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:47 WIB

SMPN 69 Borong Juara Abnon Cilik dan Remaja Kencur Jakarta Barat 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi

Teknologi

Penggalian Terowongan Jalan Raya di Bawah Laut Tiongkok Rampung

Minggu, 4 Okt 2026 - 13:17 WIB