FAI Berkomitmen Dukung Pendidikan Anak Yatim dan Dhuafa Jelang Usia ke-11

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penasihat FAI Ichsanuddin Noorsy (tengah) dan Aat Surya Safaat (kanan) serta Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerjasama Dalam dan Luar Negeri Didin Syahrudin Sukeni (kiri) usai diskusi internal di Jakarta baru-baru ini (Foto: Dok. FAI)

Penasihat FAI Ichsanuddin Noorsy (tengah) dan Aat Surya Safaat (kanan) serta Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerjasama Dalam dan Luar Negeri Didin Syahrudin Sukeni (kiri) usai diskusi internal di Jakarta baru-baru ini (Foto: Dok. FAI)

Jakarta, Mercinews.com – Forum Akademisi Indonesia (FAI) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kelanjutan pendidikan anak yatim dan dhuafa menjelang usia organisasi yang ke-11 tahun. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program beasiswa dan kegiatan sosial yang telah berjalan secara konsisten sejak forum ini berdiri.

“Menjelang usia ke-11, FAI tetap berkomitmen membantu kelanjutan pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhuafa agar kiprah mereka kelak bermakna bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Penasihat FAI Aat Surya Safaat di Jakarta, Ahad (22/3/2026).

Wartawan senior ini menyampaikan rasa syukur karena sejumlah alumnus penerima beasiswa FAI kini telah mandiri dan berkiprah di berbagai bidang pekerjaan. Menurutnya, keberhasilan para penerima beasiswa tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Eks Kepala Biro Kantor Berita Antara di New York yang kini menjabat Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu menyampaikan hal tersebut dalam diskusi internal pengurus FAI yang digelar dalam rangka menyambut hari ulang tahun forum tersebut.

FAI merupakan wadah yang bertujuan menyinergikan potensi para akademisi sekaligus mendorong terwujudnya visi mencerdaskan kehidupan bangsa. Forum ini dideklarasikan di Jakarta pada 23 Mei 2015.

Selain Aat, jajaran penasihat FAI antara lain ekonom senior Ichsanuddin Noorsy, Intan Syah Ichsan yang menjabat Chief Operating and Marketing Officer PT Samuel Aset Manajemen, serta mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua.

Aat menambahkan, para akademisi yang tergabung dalam FAI berupaya menginspirasi masyarakat agar semakin peduli terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhuafa, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga:  Kevin Wu: Stop Bullying, Wujudkan Jakarta Aman dan Beradab

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri FAI, Didin Syahrudin Sukeni, menyampaikan bahwa selain fokus pada pendidikan, FAI juga akan terus memberikan perhatian terhadap berbagai isu strategis yang menyangkut kepentingan publik.

“FAI perlu terus membahas dan mencari solusi atas persoalan-persoalan besar yang menjadi kekhawatiran masyarakat, seperti korupsi, penyalahgunaan narkoba, dan pengangguran, dengan pendekatan berbasis kajian akademis,” kata Didin.

Ia menilai pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal FAI Eni Heni Hermaliani menjelaskan bahwa menjelang akhir Ramadhan lalu, pengurus FAI menyelenggarakan program “Berbagi Ramadhan” bersama sejumlah anak yatim piatu dan dhuafa di Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian para akademisi terhadap masyarakat kurang mampu.

Baca Juga:  Alexius Tantrajaya Serukan Penguatan Pendidikan Hukum di Tengah Maraknya Kasus Kekerasan

Selain kegiatan sosial, FAI juga secara selektif menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa agar mereka tetap memiliki semangat untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Eni berharap program beasiswa tersebut dapat terus berjalan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemangku kepentingan di bidang pendidikan, dunia usaha, dan para donatur.

Adapun penerima beasiswa FAI berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga pesantren. Untuk mahasiswa, FAI menetapkan syarat indeks prestasi kumulatif minimal 3,0.

Selain itu, FAI juga berupaya membantu pelajar dan mahasiswa muslim agar memiliki kemampuan membaca Al Quran dengan baik melalui program pembinaan keagamaan yang diselenggarakan secara berkala.(red)

Berita Terkait

Kemendikdasmen Didesak Beri Sanksi Tegas bagi Sekolah yang Menahan Ijazah dan SKL
PKBM Langgeng Ikhlas Depok, Sekolah Tanpa Biaya Jadi Harapan Warga Putus Sekolah
KPK Soroti Modus Titipan dan Pungli SPMB, Sekolah Diingatkan Jangan Main-main
SPMB 2026: Anak Belum 7 Tahun Tetap Bisa Daftar SD, Ini Ketentuan dari Kemendikdasmen
Hari Buku Nasional, PTPN IV PalmCo Salurkan Bantuan Buku hingga Daerah Bencana
Pendaftaran SIMAK UI 2026 Dimulai, Ini Syarat dan Jadwal Seleksinya
DPR RI dan Komdigi Dorong Penguatan SDM dalam Transformasi Pendidikan di Era Digital
Deni Maulana, Perjalanan Anak Buruh Tani Menembus Prestasi di UGM

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:27 WIB

Kemendikdasmen Didesak Beri Sanksi Tegas bagi Sekolah yang Menahan Ijazah dan SKL

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:51 WIB

PKBM Langgeng Ikhlas Depok, Sekolah Tanpa Biaya Jadi Harapan Warga Putus Sekolah

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:59 WIB

KPK Soroti Modus Titipan dan Pungli SPMB, Sekolah Diingatkan Jangan Main-main

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:51 WIB

SPMB 2026: Anak Belum 7 Tahun Tetap Bisa Daftar SD, Ini Ketentuan dari Kemendikdasmen

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:55 WIB

Hari Buku Nasional, PTPN IV PalmCo Salurkan Bantuan Buku hingga Daerah Bencana

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB