Kevin Wu: Stop Bullying, Wujudkan Jakarta Aman dan Beradab

Senin, 20 Oktober 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, saat berinteraksi dengan masyarakat. (Foto: Dok. Pribadi)

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, saat berinteraksi dengan masyarakat. (Foto: Dok. Pribadi)

“Saya menilai bahwa tekanan sosial dan lemahnya literasi digital turut memperparah situasi. Anak-anak sering tidak sadar bahwa ejekan atau unggahan mereka di TikTok bisa menghancurkan mental teman sebayanya. Literasi empati digital harus menjadi prioritas.”

Jakarta, Mercinews.com – Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kevin Wu, menekankan pentingnya menghentikan perundungan (bullying) agar Jakarta menjadi kota yang aman dan beradab. Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai sejak lingkungan sekolah dan keluarga, serta didukung seluruh masyarakat.

“Jakarta sebagai kota global tidak boleh hanya maju dalam infrastruktur, tapi juga harus maju dalam peradaban dan empati. Tidak ada artinya MRT, jalan lebar, atau gedung tinggi, jika anak-anak kita tumbuh dalam ketakutan dan saling menyakiti,” ujar Kevin Wu dalam keterangan tertulis, Senin (20/10/2025).

Kevin mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), hingga 2024 tercatat lebih dari 3.500 kasus kekerasan terhadap anak di DKI Jakarta, dengan sekitar 30 persen di antaranya berupa bullying di lingkungan sekolah. Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menunjukkan bahwa satu dari empat siswa pernah mengalami perundungan, baik secara verbal, sosial, maupun daring (cyberbullying).

“Ini bukan sekadar angka. Di balik setiap data ada anak yang kehilangan rasa percaya diri, orang tua yang resah, dan sekolah yang kehilangan wibawa moral. Kita harus hentikan siklus ini sekarang,” tegas Kevin.

Publik baru-baru ini digemparkan oleh video viral yang memperlihatkan siswa SMP di Jakarta Timur menjadi korban bullying, direkam dan dibagikan di media sosial. Fenomena serupa juga terjadi di sekolah swasta maupun negeri, menandakan bullying tidak mengenal status sosial atau latar belakang ekonomi.

Baca Juga:  Semangat Pemuda PalmCo, Jadi Penggerak Masa Depan Sawit Indonesia

“Saya menilai bahwa tekanan sosial dan lemahnya literasi digital turut memperparah situasi. Anak-anak sering tidak sadar bahwa ejekan atau unggahan mereka di TikTok bisa menghancurkan mental teman sebayanya. Literasi empati digital harus menjadi prioritas,” jelasnya.

Langkah Pencegahan dan Dukungan

Untuk menanggulangi masalah ini, Kevin Wu mendorong Pemprov DKI Jakarta memperkuat kebijakan dan program pencegahan bullying melalui berbagai langkah. Program tersebut antara lain pembentukan Satuan Tugas Anti-Bullying di sekolah yang melibatkan guru, siswa, dan psikolog.

“Kemudian, adanya integrasi pendidikan karakter dan empati digital dalam kurikulum muatan lokal; penyediaan layanan konseling psikologis gratis dan rahasia di sekolah dan kelurahan,” kata wakil rakyat yang bertugas di Komisi A itu.

Baca Juga:  Pemprov DKI Jakarta Tetapkan UMP Naik 6,17 Persen

Ia juga menyarankan adanya kampanye publik #JakartaTanpaBullying yang melibatkan komunitas muda dan tokoh masyarakat. Selain itu, ia mendorong pengembangan aplikasi pelaporan cepat (hotline digital) yang ramah anak.

“Pemerintah harus hadir bukan hanya untuk menindak, tapi juga mendampingi dan memulihkan. Kita ingin Jakarta menjadi kota yang aman untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi,” ujar Kevin.

Ia menegaskan bahwa Fraksi PSI berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan kota yang manusiawi, inklusif, dan berpihak pada perlindungan anak melalui legislasi, pengawasan, dan edukasi publik.

“Visi Jakarta sebagai kota global harus dibarengi misi kemanusiaan dan keadaban sosial. Anak-anak adalah masa depan Jakarta. Jika mereka tumbuh dengan luka dan ketakutan, kota ini kehilangan jiwanya. Perubahan harus dimulai dari sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar,” tutupnya.(red)

Berita Terkait

Pascasarjana UNIS Jajaki Kerja Sama Akademik dengan Dua Universitas Ternama Malaysia
Setelah Menanti 7 Tahun, SMP PGRI 1 Tebas Sambas Dapat Bantuan Revitalisasi
Stafsus Menag Ungkap Capaian Pemerintahan Prabowo di Bidang Pendidikan dan Keagamaan
Prof Bakir Ihsan: Pragmatisme Transaksional dalam Praktik Politik Tantang Demokrasi
Jejak Akademik Prof. Hasani Ahmad Said, dari Pesantren Cilegon hingga Guru Besar UIN Jakarta
Dirut PTPN IV PalmCo Beri Kuliah Umum di FEB UI, Ajak Mahasiswa Kenali Potensi Diri
SMPN 69 Borong Juara Abnon Cilik dan Remaja Kencur Jakarta Barat 2026
UNIS Tangerang Gelar Yudisium Pascasarjana, 243 Mahasiswa Lulus dan Siap Wisuda

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Pascasarjana UNIS Jajaki Kerja Sama Akademik dengan Dua Universitas Ternama Malaysia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Setelah Menanti 7 Tahun, SMP PGRI 1 Tebas Sambas Dapat Bantuan Revitalisasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Stafsus Menag Ungkap Capaian Pemerintahan Prabowo di Bidang Pendidikan dan Keagamaan

Rabu, 30 September 2026 - 13:29 WIB

Prof Bakir Ihsan: Pragmatisme Transaksional dalam Praktik Politik Tantang Demokrasi

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Jejak Akademik Prof. Hasani Ahmad Said, dari Pesantren Cilegon hingga Guru Besar UIN Jakarta

Berita Terbaru