“Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, semangat para pengelola dan tenaga pendidik tetap menjadi penggerak utama keberlangsungan PKBM Langgeng Ikhlas.”
Depok, Mercinews.com – Di tengah masih adanya warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal karena berbagai keterbatasan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Langgeng Ikhlas di Jalan Bhakti No. 29, Kelurahan Bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, hadir sebagai ruang belajar tanpa biaya yang memberi harapan baru bagi warga putus sekolah.
Lembaga pendidikan nonformal ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin kembali melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak berdiri pada 2020, PKBM Langgeng Ikhlas konsisten membuka akses pendidikan gratis bagi warga dari berbagai latar belakang.
Pendiri sekaligus pengelola PKBM Langgeng Ikhlas, Sofa Yunari, mengatakan, lembaga tersebut lahir dari kepedulian terhadap masih banyaknya masyarakat yang kesulitan mengakses pendidikan formal.
“Banyak warga yang sebenarnya ingin sekolah lagi, tetapi terkendala biaya, usia, dan kondisi lainnya. Karena itu kami berupaya menghadirkan pendidikan yang bisa diakses semua kalangan tanpa biaya,” ujar Sofa dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Sofa menerangkan, PKBM Langgeng Ikhlas menyelenggarakan program pendidikan Paket A setara SD, Paket B setara SMP, Paket C setara SMA, serta pelatihan keterampilan.
“Seluruh proses pendidikan diberikan tanpa pungutan biaya, mulai dari pendaftaran, kegiatan belajar, penyediaan modul, hingga ujian,” katanya.
“Meski tanpa biaya, proses pembelajaran tetap dirancang secara terstruktur dengan menitikberatkan pada pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter peserta didik,” sambungnya.
Menurutnya, pendekatan ini dilakukan agar warga belajar tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menuturkan, suasana belajar di PKBM Langgeng Ikhlas berlangsung secara sederhana namun aktif. Tutor dan warga belajar saling terlibat dalam proses pembelajaran, menciptakan suasana yang akrab dan saling mendukung.
“Alhamdulillah, selama enam tahun berjalan, lembaga ini telah meluluskan sekitar 500 warga belajar dari berbagai usia dan latar belakang sosial,” ucapnya.
Ia menyebutkan bahwa capaian tersebut menjadi bukti bahwa akses pendidikan masih dapat diperluas melalui jalur nonformal, terutama bagi mereka yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal.
“Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, semangat para pengelola dan tenaga pendidik tetap menjadi penggerak utama keberlangsungan PKBM,” ujarnya.
Ia menambahkan, bagi para warga, PKBM Langgeng Ikhlas bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang kedua yang membuka kesempatan untuk memperbaiki masa depan
“Jangan pernah putus asa, ayo lanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita yang sempat tertunda,” ajaknya penuh semangat.(red)






