DPR RI dan Komdigi Dorong Penguatan SDM dalam Transformasi Pendidikan di Era Digital

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi publik bertema “Transformasi Pendidikan di Era Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komdigi) bersama DPR RI, Kamis (7/5/2026).(Foto; Dok. Komdigi)

Diskusi publik bertema “Transformasi Pendidikan di Era Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komdigi) bersama DPR RI, Kamis (7/5/2026).(Foto; Dok. Komdigi)

Jakarta, Mercinews.com – DPR RI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) dalam transformasi pendidikan di era digital. Peningkatan literasi digital, kesiapan tenaga pendidik, hingga penguatan keamanan siber dinilai menjadi faktor penting dalam pengembangan sistem pendidikan nasional berbasis teknologi.

Hal tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertema “Transformasi Pendidikan di Era Digital” yang digelar Komdigi bersama Komisi I DPR RI, Kamis (7/5/2026).

Anggota Komisi I DPR RI, Mahfudz Abdurrahman, mengatakan pemerintah terus memperkuat sektor pendidikan melalui peningkatan anggaran pendidikan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendidikan merupakan hak dasar warga negara sebagaimana amanat Pasal 31 UUD 1945. Karena itu pemerintah wajib memastikan pembiayaan pendidikan terus diperkuat,” ujar Mahfudz dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).

Baca Juga:  Deni Maulana, Perjalanan Anak Buruh Tani Menembus Prestasi di UGM

Ia menyebut proyeksi anggaran pendidikan tahun 2026 mencapai Rp 757,8 triliun untuk mendukung visi pembangunan nasional Asta Cita 2024-2029.

Menurut Mahfudz, anggaran tersebut akan difokuskan untuk peningkatan kesejahteraan guru, program beasiswa seperti Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, dan LPDP, hingga rehabilitasi fasilitas pendidikan.

“Pemerintah juga menghadirkan program Makan Bergizi Gratis untuk menunjang kualitas belajar siswa,” katanya.

Dalam forum tersebut, pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menilai transformasi pendidikan digital telah mengubah pola pembelajaran menjadi lebih adaptif dan berbasis teknologi.

“AI ke depan bisa menjadi tutor personal bagi siswa. Tetapi kesiapan SDM, terutama guru, juga harus ditingkatkan,” ujar Alfons.

Baca Juga:  FAI Berkomitmen Dukung Pendidikan Anak Yatim dan Dhuafa Jelang Usia ke-11

Ia mengatakan penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 79,5 persen. Namun, kemampuan literasi digital tenaga pendidik dinilai masih perlu diperkuat.

“Literasi digital guru saat ini masih berada di skor 3,49 dari 5. Ini menjadi tantangan serius dalam transformasi pendidikan digital,” katanya.

Selain penguatan literasi digital, Alfons juga menyoroti ancaman keamanan siber di sektor pendidikan, termasuk serangan ransomware dan kebocoran data pribadi.

“Sekolah dan institusi pendidikan harus mulai serius membangun sistem perlindungan data dan keamanan digital,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerataan akses internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih menjadi tantangan dalam percepatan transformasi pendidikan digital di Indonesia.

Baca Juga:  Semarak Ceria Sekolah Angkasa Lanud Husein Meriahkan HUT ke-37 Yayasan Ardhya Garini

Penguatan Karakter dan Kualitas Tenaga Pendidik

Sementara itu, praktisi pendidikan Hammad mengatakan transformasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga penguatan karakter dan kualitas tenaga pendidik.

“Guru saat ini tidak hanya mengajar, tetapi harus menjadi moderator kebenaran di tengah derasnya arus informasi media sosial,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan mutu pendidikan melalui program Sekolah Rakyat serta target wajib belajar 13 tahun yang mencakup integrasi pendidikan anak usia dini (PAUD) ke dalam pendidikan dasar pada 2029.

Diskusi publik tersebut menjadi forum kolaborasi antara pemerintah, legislatif, akademisi, dan praktisi pendidikan dalam membahas pengembangan pendidikan nasional yang lebih inklusif dan adaptif di era digital.(red)

Berita Terkait

Dirut PTPN IV PalmCo Beri Kuliah Umum di FEB UI, Ajak Mahasiswa Kenali Potensi Diri
SMPN 69 Borong Juara Abnon Cilik dan Remaja Kencur Jakarta Barat 2026
UNIS Tangerang Gelar Yudisium Pascasarjana, 243 Mahasiswa Lulus dan Siap Wisuda
Kemendikdasmen Didesak Beri Sanksi Tegas bagi Sekolah yang Menahan Ijazah dan SKL
PKBM Langgeng Ikhlas Depok, Sekolah Tanpa Biaya Jadi Harapan Warga Putus Sekolah
KPK Soroti Modus Titipan dan Pungli SPMB, Sekolah Diingatkan Jangan Main-main
SPMB 2026: Anak Belum 7 Tahun Tetap Bisa Daftar SD, Ini Ketentuan dari Kemendikdasmen
Hari Buku Nasional, PTPN IV PalmCo Salurkan Bantuan Buku hingga Daerah Bencana

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dirut PTPN IV PalmCo Beri Kuliah Umum di FEB UI, Ajak Mahasiswa Kenali Potensi Diri

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:47 WIB

SMPN 69 Borong Juara Abnon Cilik dan Remaja Kencur Jakarta Barat 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:56 WIB

UNIS Tangerang Gelar Yudisium Pascasarjana, 243 Mahasiswa Lulus dan Siap Wisuda

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:27 WIB

Kemendikdasmen Didesak Beri Sanksi Tegas bagi Sekolah yang Menahan Ijazah dan SKL

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:51 WIB

PKBM Langgeng Ikhlas Depok, Sekolah Tanpa Biaya Jadi Harapan Warga Putus Sekolah

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB