Dirut PTPN IV PalmCo Beri Kuliah Umum di FEB UI, Ajak Mahasiswa Kenali Potensi Diri

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa (kedua dari kanan) saat Kuliah Umum di FEB UI. (Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa (kedua dari kanan) saat Kuliah Umum di FEB UI. (Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

Jakarta, Mercinews.com – Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengajak mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) mengenali potensi diri dengan memanfaatkan masa kuliah untuk mencoba berbagai hal. Pesan itu disampaikan Jatmiko saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa FEB UI.

Dalam kuliah umum tersebut, Dirut PTPN IV PalmCo menyampaikan materi yang berkaitan dengan pengalaman kerja, perjalanan karier, pengenalan potensi diri, serta persiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional

Jatmiko mengatakan mahasiswa tidak perlu hanya berfokus pada pencapaian akademik selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, masa kuliah dapat dimanfaatkan untuk mengeksplorasi kemampuan, mencoba pengalaman baru, dan belajar dari kesalahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kampus adalah tempat yang paling aman untuk teman-teman semua bereksperimen. Manfaatkan empat tahun ini sebagai laboratorium,” ujar Jatmiko melalui keterangan tertulis yang diterima Minggu (23/8/2026).

Baca Juga:  PTPN IV PalmCo Lindungi 550 Pekerja Rentan di Kalbar dengan BPJS Ketenagakerjaan

Ia menjelaskan, kesalahan yang dilakukan di lingkungan kampus dapat menjadi pengalaman untuk membentuk kemampuan dan karakter sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja.

“Bikin salah di kampus tidak ada mutasi, tidak ada PHK, tidak dimarahi atasan, dan tidak dipotong gaji. Karena di situlah teman-teman bisa membentuk diri dengan lebih bagus,” katanya.

Karier Tidak Selalu Berjalan Linier

Dirut PTPN IV PalmCo juga menyampaikan pandangannya mengenai perjalanan karier. Ia mengatakan, perjalanan profesional seseorang tidak selalu berjalan lurus sesuai rencana.

Menurutnya, seseorang dapat menghadapi perubahan arah dan memasuki bidang yang sebelumnya tidak pernah direncanakan.

“Manusia kadang berpikir bahwa progres itu akan linier. Tapi tidak, progres itu kadang meminta kita untuk belok kiri atau belok kanan ke area yang belum kita ketahui,” ujar Jatmiko.

Baca Juga:  Doa dan Pesan Moral Ustaz Maulana Warnai Acara Virtue PTPN IV PalmCo

Karena itu, ia meminta mahasiswa tidak khawatir apabila belum memiliki gambaran mengenai profesi yang ingin ditekuni setelah lulus.

“Kalau hari ini kalian belum tahu mau jadi apa, tidak usah khawatir. Yang paling penting adalah terus melakukan evaluasi agar kita memahami di mana letak potensi sejati kita,” katanya.

Jatmiko juga membagikan pengalaman dalam perjalanan kariernya. Ia mengatakan, kemampuan memahami karakter orang lain menjadi salah satu hal yang penting dalam menjalankan pekerjaan dan kepemimpinan.

Menurut dia, lingkungan kerja mempertemukan seseorang dengan berbagai karakter dan latar belakang. Kondisi tersebut membutuhkan kemampuan beradaptasi dan memahami orang lain.

Belajar Mengelola Ekspektasi

Selain mengenali potensi diri, Jatmiko mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya mengelola ekspektasi terhadap hasil yang diperoleh.

Ia mengatakan, hasil yang diterima seseorang tidak selalu sesuai dengan apa yang diinginkan. Karena itu, proses dan usaha yang dilakukan perlu menjadi bagian dari evaluasi diri.

Baca Juga:  Phang Mui Jun, Owner Ajun Tunas Jaya Tour, Raih Gelar Sarjana Manajemen

“Nilai berapapun atau hasil apapun yang kita terima dalam hidup ini, selama kita sudah berusaha dan berdoa dengan maksimal, terima saja. Apa yang kita dapatkan hari itu adalah apa yang kita butuhkan, yang belum tentu apa yang kita inginkan,” ujar Jatmiko.

Ia juga meminta mahasiswa memanfaatkan waktu selama kuliah untuk mengembangkan kemampuan. Menurut Jatmiko, mahasiswa dapat memilih jalur karier sebagai spesialis maupun generalis.

“Maksimalkan potensi kalian, optimalkan waktu yang ada. Apakah nanti akan menjadi seorang spesialis atau generalis, itu adalah pilihan. Tapi ingat, selalu buka pikiran dan kerjakan semuanya secara persisten, konsisten, serta selalu pakai hati,” tuturnya.(red)

Berita Terkait

Setelah Menanti 7 Tahun, SMP PGRI 1 Tebas Sambas Dapat Bantuan Revitalisasi
Stafsus Menag Ungkap Capaian Pemerintahan Prabowo di Bidang Pendidikan dan Keagamaan
Prof Bakir Ihsan: Pragmatisme Transaksional dalam Praktik Politik Tantang Demokrasi
Jejak Akademik Prof. Hasani Ahmad Said, dari Pesantren Cilegon hingga Guru Besar UIN Jakarta
SMPN 69 Borong Juara Abnon Cilik dan Remaja Kencur Jakarta Barat 2026
UNIS Tangerang Gelar Yudisium Pascasarjana, 243 Mahasiswa Lulus dan Siap Wisuda
Kemendikdasmen Didesak Beri Sanksi Tegas bagi Sekolah yang Menahan Ijazah dan SKL
PKBM Langgeng Ikhlas Depok, Sekolah Tanpa Biaya Jadi Harapan Warga Putus Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Setelah Menanti 7 Tahun, SMP PGRI 1 Tebas Sambas Dapat Bantuan Revitalisasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Stafsus Menag Ungkap Capaian Pemerintahan Prabowo di Bidang Pendidikan dan Keagamaan

Rabu, 30 September 2026 - 13:29 WIB

Prof Bakir Ihsan: Pragmatisme Transaksional dalam Praktik Politik Tantang Demokrasi

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Jejak Akademik Prof. Hasani Ahmad Said, dari Pesantren Cilegon hingga Guru Besar UIN Jakarta

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dirut PTPN IV PalmCo Beri Kuliah Umum di FEB UI, Ajak Mahasiswa Kenali Potensi Diri

Berita Terbaru