Iran Siap Balas Jika AS Lakukan Agresi Militer

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Iran vs Amerika Serikat (Foto: Mercinews.com)

Ilustrasi Iran vs Amerika Serikat (Foto: Mercinews.com)

Mercinews.com – Republik Islam Iran menegaskan akan memberikan respons tegas jika Donald Trump dan pemerintah Amerika Serikat melancarkan agresi militer terhadap wilayahnya, sementara diplomasi dengan Washington masih berupaya mencari jalan keluar atas ketegangan yang terus meningkat.

Dilansir dari kantor berita internasional, Sabtu (21/2/2026), peringatan itu disampaikan melalui surat resmi misi tetap Iran kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam surat itu, Iran menegaskan bahwa meskipun tidak mencari perang dan tidak akan memulai konflik, hak membela diri dalam Pasal 51 Piagam PBB akan dijalankan bila negaranya diserang.

Semua pangkalan, fasilitas, dan aset militer pihak lawan di kawasan akan dianggap sebagai target sah dalam respons yang “tegas dan proporsional”.

Peringatan keras Teheran muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara terkait pembicaraan soal program nuklir Iran.

Presiden Trump beberapa kali menyatakan sedang mempertimbangkan opsi militer terbatas jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan dalam beberapa hari ke depan, seraya memberi batas waktu bagi Iran untuk membuat “kesepakatan bermakna”.

Baca Juga:  Seorang Dosen UII yang dikabarkan Hilang di Turki Terlacak Masuk AS lewat Boston

Sementara itu, Iran juga menyesalkan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah yang menurut Teheran dapat memperburuk situasi dan memperbesar risiko konflik berskala luas.

Dalam pandangan pejabat Teheran, ancaman militer yang terus disuarakan oleh Washington justru “mempertinggi ketegangan” dan mengancam stabilitas regional.

Di sisi lain, sejumlah diplomat Iran menyatakan bahwa negeri itu masih membuka peluang diplomasi dan penyelesaian damai selama negosiasi dilakukan dengan itikad baik. Namun, Teheran kembali menegaskan bahwa setiap tindakan agresif terhadap kedaulatannya akan dihadapi dengan respons yang diyakini mampu melindungi keamanan dan kepentingan nasional negara tersebut.

Baca Juga:  Korban Gempa Turki Suriah Sudah Mencapai 41 Ribu Jiwa

Ketegangan ini telah memicu kekhawatiran global, termasuk di kalangan pasar minyak dan sekuritas internasional, karena potensi dampak ekstensif dari eskalasi militer terhadap kondisi ekonomi dan stabilitas regional luas.(red)

Berita Terkait

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak
Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda
Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:22 WIB

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB