Mercinews.com – Republik Islam Iran menegaskan akan memberikan respons tegas jika Donald Trump dan pemerintah Amerika Serikat melancarkan agresi militer terhadap wilayahnya, sementara diplomasi dengan Washington masih berupaya mencari jalan keluar atas ketegangan yang terus meningkat.
Dilansir dari kantor berita internasional, Sabtu (21/2/2026), peringatan itu disampaikan melalui surat resmi misi tetap Iran kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam surat itu, Iran menegaskan bahwa meskipun tidak mencari perang dan tidak akan memulai konflik, hak membela diri dalam Pasal 51 Piagam PBB akan dijalankan bila negaranya diserang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Semua pangkalan, fasilitas, dan aset militer pihak lawan di kawasan akan dianggap sebagai target sah dalam respons yang “tegas dan proporsional”.
Peringatan keras Teheran muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara terkait pembicaraan soal program nuklir Iran.
Presiden Trump beberapa kali menyatakan sedang mempertimbangkan opsi militer terbatas jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan dalam beberapa hari ke depan, seraya memberi batas waktu bagi Iran untuk membuat “kesepakatan bermakna”.
Sementara itu, Iran juga menyesalkan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah yang menurut Teheran dapat memperburuk situasi dan memperbesar risiko konflik berskala luas.
Dalam pandangan pejabat Teheran, ancaman militer yang terus disuarakan oleh Washington justru “mempertinggi ketegangan” dan mengancam stabilitas regional.
Di sisi lain, sejumlah diplomat Iran menyatakan bahwa negeri itu masih membuka peluang diplomasi dan penyelesaian damai selama negosiasi dilakukan dengan itikad baik. Namun, Teheran kembali menegaskan bahwa setiap tindakan agresif terhadap kedaulatannya akan dihadapi dengan respons yang diyakini mampu melindungi keamanan dan kepentingan nasional negara tersebut.
Ketegangan ini telah memicu kekhawatiran global, termasuk di kalangan pasar minyak dan sekuritas internasional, karena potensi dampak ekstensif dari eskalasi militer terhadap kondisi ekonomi dan stabilitas regional luas.(red)






