Mercinews.com – Harga minyak dunia terus mengalami penurunan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan damai yang disebut akan mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Selain turunnya harga minyak dunia, sentimen positif pasar juga diperkuat oleh rencana dibukanya kembali Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.
Kepastian terbukanya kembali jalur pelayaran tersebut dinilai mampu meningkatkan kelancaran pasokan minyak global, sehingga mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan distribusi energi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dilansir dari CNN, Selasa (16/6), Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa dirinya telah menandatangani nota kesepahaman yang menjadi bagian dari upaya mengakhiri konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Meski rincian kesepakatan belum dipublikasikan secara lengkap, pasar merespons kabar tersebut dengan optimistis.
Data perdagangan menunjukkan harga minyak mentah Brent turun 45 sen atau sekitar 0,5 persen menjadi 80,51 dollar AS per barel pada perdagangan Selasa (16/6/2026).
Sebelumnya, harga minyak juga telah merosot hampir 5 persen pada penutupan perdagangan Senin dan menjadi level terendah sejak awal Maret 2026.
Kendati demikian, para analis menilai pemulihan pasokan energi dunia tidak akan berlangsung secara instan.
Aktivitas pengiriman minyak yang sempat terganggu diperkirakan membutuhkan waktu untuk kembali normal.
Analis Morgan Stanley memperkirakan pemulihan arus kapal tanker akan berlangsung bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
“Pemulihan distribusi kemungkinan membutuhkan waktu beberapa minggu. Kami memperkirakan sekitar 50 persen produksi kembali normal pada September dan mencapai 80 persen pada Desember,” tulis Morgan Stanley dikutip dari Reuters.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi bahwa kesepakatan antara Iran dan AS memang diarahkan untuk mengakhiri pertempuran.
Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai implementasi penuh dari kesepakatan tersebut.(red)






