Harga Minyak Dunia Terjun Bebas Usai AS dan Iran Berdamai

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Mercinews.com – Harga minyak dunia terus mengalami penurunan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan damai yang disebut akan mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Selain turunnya harga minyak dunia, sentimen positif pasar juga diperkuat oleh rencana dibukanya kembali Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.

Kepastian terbukanya kembali jalur pelayaran tersebut dinilai mampu meningkatkan kelancaran pasokan minyak global, sehingga mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan distribusi energi.

Dilansir dari CNN, Selasa (16/6), Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa dirinya telah menandatangani nota kesepahaman yang menjadi bagian dari upaya mengakhiri konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Meski rincian kesepakatan belum dipublikasikan secara lengkap, pasar merespons kabar tersebut dengan optimistis.

Data perdagangan menunjukkan harga minyak mentah Brent turun 45 sen atau sekitar 0,5 persen menjadi 80,51 dollar AS per barel pada perdagangan Selasa (16/6/2026).

Baca Juga:  Ketegangan Iran vs AS Meningkat, Sejumlah Negara Eropa Minta Warganya Segera Pergi

Sebelumnya, harga minyak juga telah merosot hampir 5 persen pada penutupan perdagangan Senin dan menjadi level terendah sejak awal Maret 2026.

Kendati demikian, para analis menilai pemulihan pasokan energi dunia tidak akan berlangsung secara instan.

Aktivitas pengiriman minyak yang sempat terganggu diperkirakan membutuhkan waktu untuk kembali normal.

Analis Morgan Stanley memperkirakan pemulihan arus kapal tanker akan berlangsung bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga:  NATO tidak akan menembak jatuh pesawat Rusia di wilayah udara Ukraina

“Pemulihan distribusi kemungkinan membutuhkan waktu beberapa minggu. Kami memperkirakan sekitar 50 persen produksi kembali normal pada September dan mencapai 80 persen pada Desember,” tulis Morgan Stanley dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi bahwa kesepakatan antara Iran dan AS memang diarahkan untuk mengakhiri pertempuran.

Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai implementasi penuh dari kesepakatan tersebut.(red)

Berita Terkait

PTPN IV PalmCo dan Kemendag Perkuat Akses Ekspor lewat InaExport
PTPN IV PalmCo Dampingi Peremajaan 49.077 Hektare Kebun Sawit Rakyat, Perkuat Kemitraan dari Hulu hingga Hilir
CPO PTPN IV PalmCo Diperkuat melalui Kemitraan dengan Petani
Carrel Ticualu Soroti Kebijakan Purbaya Usai Dicopot sebagai Menkeu
Suahasil Nazara Dilantik sebagai Menteri Keuangan Gantikan Purbaya
Dua Regional PTPN IV PalmCo Raih Penghargaan Kemitraan Sawit Rakyat
Abah Anton Charliyan Dorong Pengusaha Jiangxi Perkuat Investasi di Jawa Barat
Kebun Bah Jambi PTPN IV Perkuat Ekonomi Simalungun, Serap Lebih dari 500 Tenaga Kerja Lokal

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 00:32 WIB

PTPN IV PalmCo dan Kemendag Perkuat Akses Ekspor lewat InaExport

Sabtu, 19 September 2026 - 09:22 WIB

PTPN IV PalmCo Dampingi Peremajaan 49.077 Hektare Kebun Sawit Rakyat, Perkuat Kemitraan dari Hulu hingga Hilir

Rabu, 16 September 2026 - 23:13 WIB

CPO PTPN IV PalmCo Diperkuat melalui Kemitraan dengan Petani

Rabu, 16 September 2026 - 21:22 WIB

Carrel Ticualu Soroti Kebijakan Purbaya Usai Dicopot sebagai Menkeu

Senin, 14 September 2026 - 18:00 WIB

Suahasil Nazara Dilantik sebagai Menteri Keuangan Gantikan Purbaya

Berita Terbaru