Overstay 93 Hari di Bali, WN Nigeria Diamankan Polsek Kuta dan Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Imigrasi Ngurah Rai mengawal ketat proses deportasi WN Nigeria berinisial IO melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Selasa (18/8/2026). (Foto: Dok. Kanim Ngurah Rai)

Petugas Imigrasi Ngurah Rai mengawal ketat proses deportasi WN Nigeria berinisial IO melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Selasa (18/8/2026). (Foto: Dok. Kanim Ngurah Rai)

Bali, Mercinews.com – Seorang warga negara (WN) Nigeria berinisial IO diamankan Polsek Kuta setelah diketahui overstay selama 93 hari di Bali. IO kemudian diserahkan kepada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dan dideportasi ke Nigeria.

Siaran pers Imigrasi Ngurah Rai, Kamis (20/8/2026), menyebutkan bahwa IO diketahui masuk ke wilayah Indonesia pada 17 November 2025 melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, menggunakan visa kunjungan.

Berdasarkan keterangan kepada petugas, IO datang ke Indonesia untuk tinggal sesuai dengan masa berlaku izin tinggal sekaligus mencari peluang pekerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

IO memiliki izin tinggal yang berlaku hingga 15 Mei 2026. Namun, setelah masa berlaku tersebut berakhir, IO tidak melakukan perpanjangan maupun meninggalkan wilayah Indonesia sehingga keberadaannya tidak lagi memiliki izin tinggal yang sah.

Baca Juga:  Hadir di Pulau Dewata, Dwikora Putra Jadi Nakhoda AMKI Bali

Selama berada di Bali, IO diketahui tinggal berpindah-pindah di sejumlah tempat di kawasan Canggu.

Kepada petugas, IO mengaku melakukan kegiatan wisata, seperti mengunjungi pantai dan kafe, serta mencari teman di Bali.

IO mengaku tidak meninggalkan wilayah Indonesia setelah izin tinggalnya berakhir karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket penerbangan kembali ke Nigeria.

Keberadaan IO yang telah overstay kemudian dilaporkan oleh temannya kepada pihak kepolisian pada 13 Agustus 2026. Berdasarkan laporan tersebut, IO diamankan Polsek Kuta.

Pada 16 Agustus 2026, IO diserahterimakan kepada Kantor Imigrasi Ngurah Rai untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait status keimigrasiannya.

Setelah pemeriksaan, Kantor Imigrasi Ngurah Rai menjatuhkan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa deportasi terhadap IO.

Baca Juga:  Tiga WNA Diduga Terlibat Prostitusi Online Diamankan Imigrasi Denpasar

Selain itu, IO diusulkan masuk dalam daftar penangkalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Novyandri mengatakan setiap orang asing yang berada di Indonesia wajib mematuhi ketentuan mengenai izin tinggal dan batas waktu yang telah diberikan.

“Izin tinggal merupakan batas waktu yang harus dipatuhi oleh setiap orang asing selama berada di wilayah Indonesia. Ketika masa berlaku izin tinggal telah berakhir, yang bersangkutan wajib segera meninggalkan wilayah Indonesia atau melakukan perpanjangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Alasan keterbatasan biaya tidak menghapus kewajiban tersebut,” ujar Novyandri.

Menurut Novyandri, penindakan terhadap IO merupakan bagian dari upaya Kantor Imigrasi Ngurah Rai menjaga ketertiban dan kepatuhan hukum keimigrasian, khususnya di wilayah Bali yang menjadi salah satu tujuan utama wisatawan mancanegara.

Baca Juga:  Mantan Jubir KPK Febri Diansyah Kini Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan mengambil tindakan tegas terhadap orang asing yang melanggar ketentuan keimigrasian,” ujarnya.

“Kami berharap seluruh orang asing yang berada di Bali dapat memahami dan menghormati aturan yang berlaku, termasuk memastikan izin tinggalnya tetap sah selama berada di Indonesia,” harap Novyandri.

IO kemudian dideportasi oleh Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Imigrasi Ngurah Rai pada Selasa (18/8/2026).

IO diberangkatkan menggunakan penerbangan Qatar Airways QR961 dengan rute Denpasar-Doha. Selanjutnya, ia melanjutkan perjalanan menuju Lagos, Nigeria.

Kantor Imigrasi Ngurah Rai menegaskan bahwa deportasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi penegakan hukum keimigrasian sekaligus upaya menjaga Bali tetap menjadi destinasi pariwisata yang aman, tertib dan kondusif.(red)

Berita Terkait

Semangat HUT ke-81 RI, AMKI Pusat Bersiap Gelar RALB untuk Penataan Organisasi 
PalmCo Salurkan Rp 17,1 Miliar untuk Program Sosial hingga Lingkungan
Gempa NTT, BNPB Catat 53 Orang Meninggal Dunia dan 135 Luka
JPO Kramat Jati Diseruduk Truk, Begini Respon Gubernur Pramono Anung
HUT Ke-81 RI, Bendera Merah Putih Akan Dikibarkan di Akuarium Hiu Sea World Ancol
Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta Warga Jauhi Pantai
Cuaca Jakarta Akhir Pekan: Cerah Berawan, Suhu Capai 34 Derajat Celsius
Imigrasi Ungkap WNA Israel di Bali Masuk RI Pakai Paspor Negara Kedua

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Overstay 93 Hari di Bali, WN Nigeria Diamankan Polsek Kuta dan Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Semangat HUT ke-81 RI, AMKI Pusat Bersiap Gelar RALB untuk Penataan Organisasi 

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Gempa NTT, BNPB Catat 53 Orang Meninggal Dunia dan 135 Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:02 WIB

JPO Kramat Jati Diseruduk Truk, Begini Respon Gubernur Pramono Anung

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:47 WIB

HUT Ke-81 RI, Bendera Merah Putih Akan Dikibarkan di Akuarium Hiu Sea World Ancol

Berita Terbaru

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. (Foto: Dok. Anadolu)

Dunia

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agu 2026 - 23:18 WIB