Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi Ma’azat Minta Menlu Baru Perkuat Diplomasi untuk Palestina

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Ma'azat. (Foto: istimewa)

Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Ma'azat. (Foto: istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Ma’azat meminta Menteri Luar Negeri (Menlu) yang baru, Arrmanatha Christiawan Nasir, memperkuat diplomasi Indonesia untuk Palestina.

Syahrul Aidi Ma’zat menyampaikan hal tersebut setelah Arrmanatha Nasir dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Selain isu Palestina, Syahrul Aidi berharap kepemimpinan Menlu yang baru dapat memperkuat politik luar negeri bebas aktif, menjaga kedaulatan, serta memperluas kerja sama internasional yang mendukung kepentingan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Diplomasi Indonesia ke depan diharapkan semakin kuat, adaptif, dan mampu menjaga kepentingan serta kedaulatan bangsa di tengah dinamika geopolitik global,” ujar Syahrul Aidi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta , Sabtu (3/10/2026).

Baca Juga:  Relawan AWG Khalil Al Baz Abu Mahmoud Syahid di Gaza terkena tembakan Israel

Menurut Anggota Komisi I DPR RI itu, politik luar negeri bebas aktif perlu terus menjadi landasan Indonesia dalam membangun hubungan bilateral, regional dan multilateral.

Ia juga menekankan pentingnya peran Indonesia dalam merespons dinamika geopolitik global serta memperkuat perlindungan terhadap warga negara Indonesia di luar negeri.

Legislator Fraksi PKS itu juga menekankan pentingnya konsistensi Indonesia dalam mendorong perdamaian dan penghormatan terhadap hukum internasional, khususnya melihat kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza.

Ia berharap Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus mendorong penyaluran bantuan kemanusiaan, perlindungan warga sipil, serta penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.

“Palestina bukan sekadar isu politik luar negeri, melainkan amanat konstitusi dan panggilan kemanusiaan,” kata Syahrul.

Baca Juga:  Secara Bertahap, Relawan MER-C Kembali ke Tanah Air Usai Bertugas di Jalur Gaza

Ia menambahkan, upaya kemanusiaan perlu disertai dukungan diplomatik bagi terwujudnya kemerdekaan Palestina.

Menurutnya, Indonesia perlu terus menyuarakan penyelesaian yang menjamin hak rakyat Palestina untuk memiliki negara yang merdeka dan berdaulat.

Perkuat Diplomasi Parlemen

Sebagai Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi menyatakan kesiapan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dalam menjalankan diplomasi parlemen.

Koordinasi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai forum internasional, termasuk Inter-Parliamentary Union (IPU), Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC), serta hubungan antarlembaga legislatif antarnegara.

Syahrul Aidi berharap diplomasi pemerintah dan diplomasi parlemen dapat saling melengkapi dalam memperjuangkan kepentingan nasional serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan internasional.

“BKSAP DPR RI siap berkolaborasi dan mendukung agenda Menteri Luar Negeri dalam memperkuat diplomasi bebas aktif demi kemajuan dan kedaulatan bangsa, termasuk membela hak-hak rakyat Palestina di berbagai forum internasional,” ujarnya.

Baca Juga:  Bom meledak, perwira Israel tewas dan 16 tentara terluka di Jenin di Tepi Barat

Diketahui Arrmanatha Christiawan Nasir dilantik sebagai Menlu oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Ia menggantikan Sugiono yang mendapat penugasan baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Arrmanatha Nasir, yang akrab disapa Tata, merupakan diplomat Indonesia. Sebelumnya, Tata menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak 21 Oktober 2024.

Tata juga pernah dipercaya sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Otoritas Dasar Laut Internasional di New York pada 2021-2024.

Pada 2019-2021, ia menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Prancis, Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, serta UNESCO.(Red)

Berita Terkait

Rudenim Denpasar Catat Deteni Naik 76,92 Persen, Ini Kendala Deportasi WNA
Suyudi Ario Seto Disetujui Komisi III DPR sebagai Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo 
WNA Rusia Dideportasi Imigrasi Denpasar Setelah Overstay 820 Hari
Kemenag dan PGPI Bahas Peran Gereja dalam Menjaga Kerukunan
Salurkan Kursi Roda dan Serap Aspirasi, Kevin Wu: Peduli Bukan Hanya Saat Kampanye
Imigrasi Denpasar Deportasi WN AS Usai Bebas dari Lapas Bangli
Osaka Radio Community Indonesia Satukan Beragam Profesi Lewat HT
Anton Charliyan, Jenderal Polisi yang Kini Memimpin Majelis Adat Sunda Jawa Barat

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi Ma’azat Minta Menlu Baru Perkuat Diplomasi untuk Palestina

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:33 WIB

Rudenim Denpasar Catat Deteni Naik 76,92 Persen, Ini Kendala Deportasi WNA

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Suyudi Ario Seto Disetujui Komisi III DPR sebagai Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo 

Rabu, 30 September 2026 - 23:13 WIB

WNA Rusia Dideportasi Imigrasi Denpasar Setelah Overstay 820 Hari

Rabu, 30 September 2026 - 22:24 WIB

Kemenag dan PGPI Bahas Peran Gereja dalam Menjaga Kerukunan

Berita Terbaru