Jakarta, Mercinews.com – PTPN IV PalmCo PalmCo terus mempercepat transformasi sumber daya manusia (SDM) melalui program sertifikasi kompetensi berskala nasional.
Perseroan menargetkan sebanyak 5.120 tenaga kerja tersertifikasi sebagai bagian dari strategi meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, tata kelola perusahaan dan daya saing bisnis.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan, pengembangan kompetensi merupakan investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun keunggulan bisnis yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Standardisasi kompetensi tidak hanya meningkatkan kualitas individu karyawan, tetapi juga menjadi penggerak utama peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan tata kelola perusahaan yang semakin baik,” ujar Jatmiko dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
Hingga Juni 2026, PalmCo telah menerbitkan sertifikasi kompetensi bagi 2.581 tenaga kerja di bidang tanaman. Jumlah tersebut terdiri atas 86 Asisten Kepala, 336 Asisten Afdeling, serta 2.159 Mandor I dan Mandor Pemeliharaan.
Perseroan menilai sertifikasi tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi yang sesuai standar industri, sehingga mampu mendukung operasional perkebunan secara lebih efektif dan produktif.
Selain sektor tanaman, PalmCo juga memperluas program peningkatan kompetensi ke bidang pengolahan.
Sebanyak 1.312 mekanik di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) telah mengikuti proses pengukuran kompetensi sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan operasional pabrik dan menjaga konsistensi kualitas produksi.
Di sisi lain, perusahaan memperkuat kapasitas internal melalui sertifikasi 42 asesor kompetensi yang terdiri atas 29 asisten dan 13 asisten kepala (askep) dari berbagai regional operasional.
Dari jumlah tersebut, 10 asesor telah aktif menjalankan tugas sebagai asesor internal untuk mempercepat pelaksanaan sertifikasi di lingkungan perusahaan.
PalmCo juga membangun sistem pengembangan kompetensi berkelanjutan dengan menetapkan 30 Subject Matter Expert (SME) di bidang tanaman dan teknik pengolahan yang berasal dari Regional I hingga VII.
Para SME tersebut telah mengikuti program Train the Trainer di PT LPP Agro Nusantara (LPPAN) guna memperkuat ekosistem pembelajaran dan transfer pengetahuan di dalam perusahaan.
Menurut Jatmiko, peningkatan kompetensi tenaga kerja di tingkat operasional diyakini akan berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan.
Beberapa indikator yang diharapkan meningkat antara lain akurasi pemeliharaan tanaman, ketepatan aplikasi pemupukan, produktivitas kebun, hingga penurunan potensi kehilangan hasil panen (losses).
“Transformasi perusahaan hanya dapat diwujudkan melalui SDM yang terus belajar, berkembang, dan memiliki kompetensi yang terstandar. Karena itu, kami akan terus mengakselerasi program sertifikasi hingga mencapai target 5.120 tenaga kerja tersertifikasi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan dalam peningkatan kinerja, efisiensi, serta penguatan tata kelola perusahaan,” kata Jatmiko.
Melalui percepatan program sertifikasi tersebut, PalmCo menegaskan komitmennya membangun SDM yang profesional, adaptif, dan berdaya saing sebagai fondasi dalam mendukung keberlanjutan bisnis serta memperkuat posisi perusahaan di industri kelapa sawit nasional.(red)






