Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90,3 Persen, Tembus Rp 7,08 Triliun

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok. PTPN IV PalmCo.

Foto: Dok. PTPN IV PalmCo.

JAKARTA, MERCINEWS.COM – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 90,3 persen pada tahun buku 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, subholding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) itu membukukan laba bersih mencapai Rp7,08 triliun, meningkat signifikan dibandingkan Rp3,72 triliun pada 2024.

Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025. Perseroan menyebut kenaikan laba ditopang oleh peningkatan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), efisiensi operasional, serta penguatan fundamental bisnis di tengah tantangan ekonomi global, volatilitas pasar energi, dan anomali iklim sepanjang 2025.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko mengatakan, pertumbuhan laba yang hampir dua kali lipat menunjukkan hasil nyata dari strategi transformasi perusahaan yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, laba bersih setelah pajak tahun 2025 mencapai Rp7,08 triliun atau meningkat 90,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,72 triliun,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Selasa (1/7/2026).

Baca Juga:  Anyaman Bilie Aceh Besar diminati Pengunjung Inacraft di JCC Jakarta

Menurut dia, peningkatan laba tidak hanya didorong oleh kenaikan harga jual CPO, tetapi juga keberhasilan perusahaan mengoptimalkan produksi dan menjaga efisiensi biaya di seluruh lini operasional.

Harga jual rata-rata CPO sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp14.223 per kilogram atau naik 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Momentum tersebut dimanfaatkan perusahaan melalui peningkatan volume penjualan sekaligus pengendalian biaya operasional.

“Pengendalian biaya dan peningkatan produksi menjadi tulang punggung perusahaan. Fundamental inilah yang membuat kenaikan harga CPO sekitar 10 persen pada 2025 mampu menghasilkan lonjakan laba hingga 90 persen di tengah berbagai tantangan,” kata Jatmiko.

Produksi dan Kinerja Keuangan Meningkat

Kinerja operasional PalmCo juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, perusahaan memproduksi 2,70 juta ton CPO atau meningkat 7,87 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang mencapai 2,49 juta ton.

Peningkatan produksi tersebut turut memperkuat kinerja keuangan perusahaan. EBITDA PalmCo tercatat mencapai Rp13,27 triliun atau naik 46 persen dibandingkan Rp9,09 triliun pada 2024. Sementara itu, tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA) meningkat menjadi 9,2 persen.

Baca Juga:  Hari Buku Nasional, PTPN IV PalmCo Salurkan Bantuan Buku hingga Daerah Bencana

Sejak dibentuk sebagai subholding perkebunan, PalmCo terus mencatatkan pertumbuhan laba yang konsisten. Perseroan membukukan laba bersih Rp2,53 triliun pada 2023, meningkat menjadi Rp3,72 triliun pada 2024, sebelum akhirnya melonjak menjadi Rp7,08 triliun pada 2025.

Manajemen menyebut capaian tersebut sebagai tingkat profitabilitas tertinggi sejak transformasi perusahaan dimulai.

Meski demikian, Jatmiko menegaskan bahwa kinerja positif tersebut bukan menjadi akhir dari proses transformasi. Perusahaan akan terus memperkuat efisiensi, meningkatkan tata kelola, serta memperbaiki manajemen risiko agar pertumbuhan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Terima kasih atas dukungan para pemegang saham dan kerja keras seluruh insan perseroan. Capaian ini menjadi tonggak penting, tetapi bukan garis akhir. Masih banyak ruang untuk terus tumbuh dengan mengoptimalkan kinerja operasional dan keuangan agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar,” ujarnya.

Baca Juga:  Penemuan Harta Karun' Migas raksasa di Aceh Ternyata Jadi Incaran Dunia

Perkuat Kemitraan Petani dan Hilirisasi

Selain mencatatkan pertumbuhan kinerja perusahaan, PalmCo juga mengeklaim terus mendorong peningkatan kesejahteraan petani mitra.

Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), pada 2025 PalmCo menjadi perusahaan paling aktif secara nasional dalam pendampingan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan cakupan lahan seluas 6.672 hektare.

Di sisi lain, petani plasma binaan PalmCo mampu membukukan produktivitas rata-rata 20,18 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Produktivitas tersebut dinilai berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani.

PalmCo juga memastikan akan melanjutkan pengembangan hilirisasi industri sawit, termasuk mengoptimalkan produk turunan sawit sebagai bahan baku renewable biogasoline guna mendukung program ketahanan energi nasional.

“Semoga PalmCo dapat menjalankan seluruh amanat pemerintah dengan baik serta memberikan kontribusi maksimal dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi nasional,” harap Jatmiko.(red)

Berita Terkait

SIEXPO 2026, PTPN IV PalmCo Perkenalkan Inovasi Digital dan Teknologi Sawit
PTPN IV PalmCo Serap 1.328 Peserta Magang
Laba Bersih KAI Turun Jadi Rp 314 Miliar pada Semester I 2026
PTPN IV PalmCo Borong Tiga Penghargaan Tata Kelola, Bukti Penguatan Kinerja dan Efisiensi
PTPN IV PalmCo Percepat Sertifikasi SDM, Targetkan 5.120 Tenaga Kerja Kompeten
Prabowo Sebut Tim BRIN Temukan Cadangan Emas dan Mineral Baru di Pegunungan Papua
PTPN IV PalmCo Bagikan Dividen Rp 2,83 Triliun dari Laba 2025
Menkeu Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Belum Mengarah ke Krisis

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:14 WIB

SIEXPO 2026, PTPN IV PalmCo Perkenalkan Inovasi Digital dan Teknologi Sawit

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:56 WIB

PTPN IV PalmCo Serap 1.328 Peserta Magang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Laba Bersih KAI Turun Jadi Rp 314 Miliar pada Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:59 WIB

PTPN IV PalmCo Borong Tiga Penghargaan Tata Kelola, Bukti Penguatan Kinerja dan Efisiensi

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:12 WIB

PTPN IV PalmCo Percepat Sertifikasi SDM, Targetkan 5.120 Tenaga Kerja Kompeten

Berita Terbaru

Bangunan di Flores NTT terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7, Sabtu (15/8/2026) dini hari. (Foto: Tangkapan Layar Video)

Berita

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta Warga Jauhi Pantai

Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:43 WIB