Menkeu Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Belum Mengarah ke Krisis

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Istimewa)

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fundamental perekonomian Indonesia masih kuat dan tidak berada dalam situasi yang mengarah pada krisis.

Menkeu Purbaya menyatakan bahwa Pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang pruden serta penguatan berbagai program prioritas nasional.

“Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Purbaya, sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan perbaikan yang menjadi dasar optimisme terhadap prospek ekonomi nasional.

“Pemerintah juga terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kebijakan yang diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi riil dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Menkeu Purbaya Pastikan Utang RI Masih Aman di Bawah Standar Internasional

Ia mengatakan inflasi hingga saat ini masih berada pada tingkat yang terkendali. Sementara itu, pelemahan nilai tukar rupiah dinilai lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global dibandingkan perubahan pada fundamental ekonomi Indonesia.

Purbaya menambahkan, pemerintah bersama otoritas terkait terus menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Di sisi fiskal, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga disebut tetap terjaga.

Menurut dia, defisit APBN diproyeksikan tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Rasio utang pemerintah juga masih berada pada kisaran 40 persen terhadap PDB atau dinilai masih dalam batas yang aman.

Baca Juga:  Tiket Pesawat Jakarta-Banda Aceh Mencapai Rp 10 Juta

“Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden,” kata Purbaya.

MBG dan Koperasi Merah Putih 

Terkait pelaksanaan program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, Menkeu Purbaya mengatakan, pemerintah terus melakukan evaluasi agar implementasinya semakin efektif dan tepat sasaran.

Menurut Purbaya, setiap program baru memiliki tantangan pada tahap awal sehingga diperlukan pengawasan dan penyempurnaan secara berkelanjutan.

Pemerintah, lanjutnya, juga terus melakukan efisiensi anggaran, memperkuat mekanisme pengawasan, dan meningkatkan koordinasi antarlembaga.

Baca Juga:  PTPN IV PalmCo Raih Penghargaan Tempat Kerja Terbaik, Bukti Transformasi Berbasis Manusia

“Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat,” ujarnya.

Purbaya juga memastikan reformasi di lingkungan Kementerian Keuangan terus berjalan, termasuk upaya memperkuat pengawasan di sektor perpajakan dan kepabeanan.

Ia menyatakan bahwa.setiap aparatur yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan.

Ia menambahkan, pembenahan dilakukan melalui peningkatan sistem pengawasan, rotasi pegawai, serta penindakan terhadap penyalahgunaan kewenangan guna memperkuat integritas institusi dan mendukung penerimaan negara.

“Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi. Yang terpenting adalah mengendalikannya, menindak pelakunya, dan terus memperbaiki sistem agar semakin bersih,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait

Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90,3 Persen, Tembus Rp 7,08 Triliun
Menkeu Purbaya: Efisiensi Anggaran Program MBG Tetap Jaga Keberlangsungan Program
Kado Hari Krida Pertanian, PTPN IV PalmCo Serap 1,34 Juta Ton TBS Petani hingga Mei 2026
BRI Region 6 Perkuat Sinergi dengan Media melalui Media Gathering
Danantara Pangkas Ratusan BUMN, 258 Entitas Sudah Dikonsolidasi
Makin Pedas! Harga Cabai Rawit Tembus Rp 76 Ribu per Kg
Harga Minyak Dunia Terjun Bebas Usai AS dan Iran Berdamai
Harga Pertamax Naik, Pengamat: Langkah Sulit Dihindari demi Jaga APBN

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:52 WIB

Menkeu Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Belum Mengarah ke Krisis

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:39 WIB

Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90,3 Persen, Tembus Rp 7,08 Triliun

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:47 WIB

Menkeu Purbaya: Efisiensi Anggaran Program MBG Tetap Jaga Keberlangsungan Program

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:58 WIB

Kado Hari Krida Pertanian, PTPN IV PalmCo Serap 1,34 Juta Ton TBS Petani hingga Mei 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:39 WIB

BRI Region 6 Perkuat Sinergi dengan Media melalui Media Gathering

Berita Terbaru