Jakarta, Merci news.com – PTPN IV PalmCo menyalurkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) sebesar Rp17,1 miliar hingga semester I-2026. Dana tersebut digunakan untuk program kesehatan, pemberdayaan UMKM, pelestarian lingkungan, penanganan bencana, serta pembangunan sarana dan prasarana masyarakat.
Program TJSL tersebut dilaksanakan di wilayah operasional PTPN IV PalmCo dengan mengacu pada arahan Danantara, Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan Menteri Pertanian.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, penyaluran TJSL diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung dan memiliki dampak jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Fokus kami bukan sekadar menyalurkan bantuan, melainkan memastikan program yang dieksekusi memiliki jejak keberlanjutan untuk membantu memerdekakan masyarakat dari berbagai tantangan sosial,” ujar Jatmiko, dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (17/8/2026).
Menurut Jatmiko, program TJSL yang dijalankan meliputi penanganan pascabencana, percepatan penurunan stunting, penguatan kapasitas UMKM, dan pemulihan lingkungan.
Penanganan Bencana
PTPN IV PalmCo menyalurkan bantuan untuk penanganan banjir dan longsor di Aceh serta Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Pada tahap tanggap darurat, perusahaan mengerahkan alat berat, termasuk ekskavator, untuk membantu proses evakuasi dan normalisasi wilayah terdampak.
Perusahaan juga menyediakan lahan untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.
Di Hapesong, lahan disiapkan di lima titik. Dua titik telah siap dan ditempati warga, sedangkan tiga titik lainnya masih dalam proses pembangunan.
Sementara itu, di Batang Toru, lahan disiapkan di satu titik dengan kapasitas 250 unit. Hingga kini, sebanyak 245 kepala keluarga telah menempati hunian tersebut.
PTPN IV PalmCo bersama Yayasan Pulih juga menjalankan program Pondok Rangkul atau Respon Aksi Nyata Gerakan Peduli.
Program tersebut memberikan pendampingan psikososial, pemulihan trauma, dan dukungan logistik bagi masyarakat terdampak bencana.
“Pemulihan pascabencana harus berjalan beriringan dengan pemulihan psikologis masyarakat. Melalui Pondok Rangkul, kami berupaya hadir secara holistik untuk membantu warga kembali bangkit dari sisi mental dan psikososial,” kata Jatmiko.
Penanganan Stunting
Di bidang kesehatan, PTPN IV PalmCo menjalankan program penurunan prevalensi stunting di sejumlah daerah, antara lain Desa Sei Bamban, Sumatera Utara.
Perusahaan juga berkolaborasi dengan sejumlah institusi vertikal melalui program Adhyaksa Peduli Stunting di Jambi dan Aceh.
Program tersebut antara lain berupa pemberian makanan tambahan (PMT). Pada semester I-2026, intervensi PMT menjangkau 597 anak dan 15 ibu hamil.
Selain PMT, perusahaan membantu memperbaiki sembilan jamban sehat untuk keluarga berisiko stunting, melaksanakan satu program bedah rumah, serta menyediakan fasilitas air bersih melalui pembangunan sumur bor di lingkungan pedesaan.
Pemberdayaan UMKM
Program TJSL di sektor ekonomi mencakup pendampingan kelompok perajin pandai besi. Dukungan diberikan berupa pengurusan legalitas koperasi, pengadaan mesin produksi dan alat pelindung diri, serta pembiayaan studi banding.
Salah satu koperasi yang memperoleh pendampingan ialah Koperasi Melati Jaya Steel.
PTPN IV PalmCo juga mendukung operasional dan program inkubasi di sejumlah Rumah BUMN, antara lain di Medan, Pabatu, Batu Bara, dan Jambi.
Pelaku usaha yang mengikuti program tersebut mendapatkan pelatihan, termasuk pemasaran digital dan pemanfaatan platform perdagangan elektronik.
“Untuk menciptakan ekosistem UMKM yang mandiri dan merdeka secara ekonomi, pendekatannya harus dari hulu ke hilir. Kami memfasilitasi legalitasnya, memperbarui alat produksinya, dan membekali mereka dengan pengetahuan membaca pasar digital,” ujar Jatmiko.
Tanam 76.555 Pohon
Di bidang lingkungan, PTPN IV PalmCo melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari program perusahaan untuk menjaga tutupan lahan dan sumber resapan air serta mendukung peta jalan dekarbonisasi.
Pada 2024, sebanyak 8.750 pohon ditanam. Jumlah tersebut meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025.
Hingga pertengahan 2026, jumlah pohon yang ditanam mencapai 50.305 pohon. Dengan demikian, total pohon yang ditanam sepanjang 2024 hingga pertengahan 2026 mencapai 76.555 pohon.
“Jumlah pohon yang terus kami tambah setiap tahunnya, hingga mencapai lebih dari 76.000 pohon, adalah langkah konkret melihat kondisi cuaca dan lingkungan yang semakin tidak menentu,” kata Jatmiko.
Dana TJSL juga digunakan untuk pembangunan dan renovasi fasilitas ibadah, pengerasan dan pengaspalan jalan desa, perbaikan jembatan penghubung antardusun, serta pemenuhan sarana pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar dan menengah.
PTPN IV PalmCo akan mengevaluasi program TJSL yang telah berjalan pada semester I-2026 sebagai bahan penyusunan program pada semester berikutnya.
“Kami menyadari operasional PTPN IV PalmCo bersinggungan langsung dengan masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, momentum kemerdekaan ini menjadi pendorong bagi kami untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, penegak hukum, lembaga sosial, dan masyarakat,” ujar Jatmiko.(red)






