Gempa NTT, BNPB Catat 53 Orang Meninggal Dunia dan 135 Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Mercinews.com

Foto: Mercinews.com

Mercinews.com – Duka akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) terus bertambah. BNPB mencatat 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka hingga Minggu (16/8/2026).

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, data tersebut merupakan hasil pemutakhiran hingga Minggu sekitar pukul 16.00 WIB atau hari kedua setelah gempa di NTT.

“Untuk pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia per sore ini total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia,” kata Abdul dalam konferensi pers terkait penanganan gempa M 7,7, Minggu (16/8).

Korban meninggal dunia akibat gempa tersebar di enam wilayah NTT. Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 25 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 20 orang.

Selanjutnya, satu orang meninggal dunia di Manggarai Barat, satu orang di Nagekeo, empat orang di Sikka, dan dua orang di Ende.

Sementara itu, sebanyak 135 orang mengalami luka-luka. Rinciannya, 12 orang di Sikka, 37 orang di Manggarai yang terdiri dari 17 luka berat dan 20 luka ringan, serta 80 orang di Manggarai Timur yang terdiri dari 21 luka berat dan 59 luka ringan.

Baca Juga:  Putusan MK soal Ijazah Gibran Dinilai Kompromistis, Jadi Jalan Terjal Menuju Pilpres 2029

Adapun di Manggarai Barat terdapat enam korban luka berat.

Belum Ada Laporan Orang Hilang

Abdul mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan orang hilang yang diterima Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dari tujuh kabupaten/kota terdampak gempa.

Baca Juga:  BPBD Papua sebut enam lokasi titik pengungsian pascagempa 5,4 SR

“Biasanya kita memiliki daftar pencarian orang dalam setiap kejadian bencana yang berasal dari data yang dilaporkan oleh saudara maupun kerabat atau anggota keluarga. Saat ini di tujuh kabupaten terdampak kita tidak memiliki daftar pencarian orang,” ungkapnya.

Meski demikian, Basarnas tetap menyiagakan personel di Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, serta wilayah lain yang terdampak untuk mengantisipasi kebutuhan pencarian dan pertolongan.

Personel tersebut disiagakan untuk merespons apabila terdapat laporan warga yang membutuhkan pencarian, evakuasi atau pertolongan.(red)

Berita Terkait

Rudenim Denpasar Deportasi Paman dan Keponakan WNA Iran, Diduga Curi Uang Bermodus Hipnotis
Menkum: Karya Jurnalistik Perlu Mendapat Pelindungan Hak Cipta di Era Digital
Apresiasi Kemitraan Indonesia dan Taiwan, FAI Soroti Peluang Kerja Sama Pendidikan hingga Teknologi
Kinerja Jampidsus Kuntadi Dinilai Progresif, Isu Geng Solo Dipertanyakan
Pungutan PMI di Jakarta Disorot, Kevin Wu Desak Pramono Bertindak Tegas
17 Bukti Surat Kasus Narkotika Diserahkan, Kuasa Hukum Soroti Temuan Propam
Putusan MK soal Ijazah Gibran Dinilai Kompromistis, Jadi Jalan Terjal Menuju Pilpres 2029
Setahun Owrite, Menatap Masa Depan Pers di Era Digital

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Rudenim Denpasar Deportasi Paman dan Keponakan WNA Iran, Diduga Curi Uang Bermodus Hipnotis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Menkum: Karya Jurnalistik Perlu Mendapat Pelindungan Hak Cipta di Era Digital

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Apresiasi Kemitraan Indonesia dan Taiwan, FAI Soroti Peluang Kerja Sama Pendidikan hingga Teknologi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Kinerja Jampidsus Kuntadi Dinilai Progresif, Isu Geng Solo Dipertanyakan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:01 WIB

17 Bukti Surat Kasus Narkotika Diserahkan, Kuasa Hukum Soroti Temuan Propam

Berita Terbaru