Tramadol Berkurang di Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Pindah Lapak ke Jakbar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Kevin Wu, meminta pemberantasan obat keras tramadol dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Foto: Mercinews.com)

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Kevin Wu, meminta pemberantasan obat keras tramadol dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Foto: Mercinews.com)

Jakarta, Mercinews.com – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI Kevin Wu meminta penindakan terhadap dugaan peredaran obat keras seperti tramadol dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Ia mengingatkan, berkurangnya peredaran di kawasan Tanah Abang jangan sampai diikuti pergeseran lapak ke sejumlah titik di Jakarta Barat.

Kendati demikian, Kevin Wu mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat bersama jajaran kepolisian dalam menertibkan dugaan peredaran tramadol di Tanah Abang.

Namun, menurut dia, berkurangnya aktivitas di satu lokasi tidak serta-merta berarti persoalan telah selesai.

“Jangan sampai perang melawan tramadol hanya membuat penjual pindah lapak. Kalau titiknya bergeser ke Jakarta Barat, berarti masalahnya belum selesai,” ujar Kevin dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).

Menurut Kevin, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama aparat penegak hukum perlu memetakan titik-titik yang diduga menjadi lokasi baru peredaran tramadol, termasuk di wilayah Jakarta Barat.

Ia juga mendorong operasi terpadu dilakukan secara konsisten dengan melibatkan Satpol PP, kepolisian, pemerintah kota, kecamatan, kelurahan, dan unsur terkait lainnya.

“Ini harus menjadi kerja bersama. Satpol PP, kepolisian, pemerintah kota, kecamatan, kelurahan dan unsur terkait harus punya peta masalah yang sama dan bergerak bersama. Jangan bekerja sendiri-sendiri,” katanya.

Baca Juga:  Menuju Lima Abad Jakarta, Pemprov Susun Kalender Event Kelas Dunia

Minta Mata Rantai Diputus

Kevin menilai pemberantasan peredaran tramadol tidak cukup dilakukan melalui razia terhadap pengecer. Menurut dia, aparat perlu menelusuri sumber pasokan dan jalur distribusi obat tersebut.

“Yang paling penting adalah memutus mata rantainya. Jangan hanya mengejar orang yang menjual di ujung. Aparat harus membongkar dari mana barang itu masuk, siapa pemasoknya, dan bagaimana distribusinya sampai bisa beredar di lingkungan masyarakat,” ujar Legislator Fraksi PSI yang dikenal aktif turun menyerap aspirasi masyarakat.

Baca Juga:  Hari Bakti ke-79 TNI AU Jadi Momentum Lanud Halim Berbagi ke Masyarakat

Sebagai anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin juga mendorong penguatan koordinasi melalui Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Selain penindakan, ia meminta pengawasan wilayah diperkuat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Kanal pengaduan masyarakat juga perlu dibuat mudah diakses dan ditindaklanjuti secara cepat.

“Tramadol tidak boleh hilang dari Tanah Abang lalu muncul di Jakarta Barat. Ini bukan soal memindahkan masalah, tetapi bagaimana kita benar-benar memutus mata rantai peredarannya,” tutupnya.(red)

Berita Terkait

Bareskrim Periksa 8 Tersangka Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin dari Bintan
Polisi Tangkap Dua Orang Terkait Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik Ancol
Jukir Ilegal Kembali Resahkan Warga, Kevin Wu Desak Pemprov DKI Bertindak
Patroli Dharma Dewata, Imigrasi Bali Tindak 66 WNA dari 27 Negara
Kecam Challenge Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras, PBMA Minta Polisi Usut Tuntas
KRI Kerambit Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Diduga Ketamin di Kepri
Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total dari Empat Pintu Masuk
Kebakaran Bapenda Jadi Sorotan, Kevin Wu Desak Evaluasi Keamanan Gedung Pemprov DKI

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Tramadol Berkurang di Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Pindah Lapak ke Jakbar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:54 WIB

Bareskrim Periksa 8 Tersangka Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin dari Bintan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Jukir Ilegal Kembali Resahkan Warga, Kevin Wu Desak Pemprov DKI Bertindak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:26 WIB

Patroli Dharma Dewata, Imigrasi Bali Tindak 66 WNA dari 27 Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:34 WIB

Kecam Challenge Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras, PBMA Minta Polisi Usut Tuntas

Berita Terbaru