Dunia

Aktivis Pro-Palestina Tutup Gold Gate Bridge di San Francisco Tuntut AS Tekan Israel di Gaza

Demonstran pro-Palestina menutup Golden Gate Bridge di San Francisco menuntut AS menekan Israel untuk menghentikan Perang di Gaza. Aksi demonstrasi berlangsung Senin (15/4/2024)

Mercinews.com – Aktivis pro-Palestina dilaporkan menggelar aksi demonstrasi dengan menutup Jembatan Gold Gate di San Francisco, Amerika Serikat (AS), Senin (15/4/2024).

Laporan menyebutkan, aksi penutupan itu membuat seluruh jembatan tersebut macet di satu sisi sementara jalur lainnya kosong.

Demonstrasi ini merupakan bagian dari aksi langsung yang terkoordinasi di kota-kota di seluruh dunia yang menuntut gencatan senjata secara penuh di Gaza

Tuntutan itu semakin menggema di seluruh dunia seiring bertambahnya korban sipil Palestina atas agresi militer Israel di Gaza.

Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan per Senin, kalau jumlah warga Palestina yang terbunuh di Gaza akibat genosida Israel sejak 7 Oktober telah meningkat menjadi 33.797 orang dan yang terluka menjadi 76.465 orang.

“Pasukan pendudukan Israel melakukan tujuh pembantaian dalam 24 jam terakhir terhadap keluarga-keluarga di Gaza, menewaskan 68 warga Palestina dan melukai 94 lainnya,” tulis laporan Al-mayadeen.

Baca Juga:  Mantan Presiden AS Donald Trump Terbang ke New York untuk Menyerahkan Diri

Kementerian Palestina menekankan bahwa para korban masih berada di bawah reruntuhan jalanan, karena IDF sengaja mencegah ambulans dan kru pertahanan sipil menjangkau mereka.

Jajak Pendapat: Warga Amerika Desak Biden Tekan Israel untuk Menghentikan Perang
Survei terbaru menunjukkan kalau semakin banyak warga Amerika yang menginginkan Presiden Biden mendorong “Israel” untuk mengakhiri agresi terhadap Gaza.

Survei juga menunjukkan kalau kepuasan warga AS terhadap cara Biden menangani masalah Gaza ini telah merosot ke titik terendah.

Survei tersebut, yang dilakukan sebelum serangan balasan Iran terhadap Israel, hanya menunjukkan sedikit dukungan di kalangan masyarakat Amerika terhadap tindakan militer AS terhadap Iran jika Iran menyerang Israel.

”Hanya 25 persen yang percaya bahwa AS harus mengambil tindakan militer terhadap Iran dalam skenario seperti itu dan 32% yakin AS tidak boleh terlibat,” kata hasil survei tersebut dilansir Al-Mayadeen.

Baca Juga:  Kim Jong Un Wajibkan Wanita Korea Utara Beranak Banyak

Biden berada di bawah tekanan khusus di dalam partainya sendiri sehubungan dengan perang di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 33.000 warga Palestina.

Partai Demokrat lebih bersimpati kepada rakyat Palestina dan menilai cara Biden menangani perang tersebut sangat buruk di mata generasi muda Amerika, Arab, dan Muslim Amerika.

Dibandingkan dengan survei Oktober lalu, saat ini lebih sedikit anggota Partai Demokrat dan independen yang percaya bahwa AS harus memberikan senjata dan pasokan kepada Israel.

Sudut pandang ini dipertahankan oleh mayoritas yang konsisten di kalangan Partai Republik.

Hanya 40% dari mereka yang disurvei percaya bahwa AS harus terus mengirimkan senjata kepada pendudukan, dibandingkan dengan 48% yang berpendapat demikian pada survei bulan Oktober.

Dalam hal bantuan kemanusiaan ke Gaza, total 63% dari mereka yang disurvei percaya bahwa bantuan harus dikirim ke Palestina, dibandingkan dengan hanya 57% yang merasa seperti itu pada survei bulan Oktober.

Baca Juga:  Serangan Israel terhadap Jalur Gaza terus berlanjut dan Mau di blokade total

Separuh dari warga Amerika, 51% merasa bahwa perang akan memperburuk ancaman terorisme di AS dan sebagian besar warga Amerika, 60% percaya bahwa pemerintah AS tidak melakukan semua yang diperlukan untuk mengembalikan sandera Amerika. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top