TikTok Tunjuk Sosok Kunci Ini Gagalkan Blokir Joe Biden di AS

Senin, 29 April 2024 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Penasihat umum TikTok dan perusahaan induknya ByteDance, Erich Andersen, akan mengundurkan diri dari jabatannya pada Juni mendatang.

Ia akan difokuskan menyusun upaya untuk menggagalkan penjualan aplikasi video tersebut di Amerika Serikat.

Andersen akan tetap di perusahaan video pendek itu dan menjadi penasihat khusus untuk memimpin upaya TikTok membatalkan undang-undang (UU) yang ditandatangani oleh Presiden Joe Biden.

Undang-undang tersebut memberi ByteDance waktu 270 hari untuk mendivestasi aplikasi video pendek TikTok di Amerika Serikat atau akan diblokir sepenuhnya.

TikTok mengatakan minggu ini bahwa pihaknya berencana untuk mengajukan gugatan menantang II tersebut, tapi mereka menolak mengatakan kapan berencana untuk melakukannya.

Andersen adalah pemain kunci dalam keberhasilan TikTok menghadapi ‘rintangan’ pada 2020 terhadap upaya pemerintahan Trump untuk melarang TikTok dan tahun lalu yang mengakibatkan hakim memblokir larangan di negara bagian Montana.

Baca Juga:  PTPN IV PalmCo Sertifikasi Operator Drone untuk Perkuat Pemantauan Kebun

TikTok sudah berulang klai menyatakan belum membagikan dan tidak akan membagikan data pengguna AS kepada pemerintah China. Mereka akan menantang RUU tersebut atas dasar Amandemen Pertama dan pengguna TikTok juga diperkirakan akan kembali mengambil tindakan hukum.

Baca Juga:  Alasan Rusia Minta Pengguna iPhone Beralih ke Android

CEO TikTok Shou Zi Chew memuji Andersen dan mengatakan dia senang Andersen telah setuju untuk mengambil peran sebagai penasihat khusus untuk fokus pada misi sangat penting yang dihadapi perusahaan, demikian dikutip dari Reuters, Senin (29/4/2024).

Chew mengatakan bahwa perusahaannya berharap untuk memenangkan gugatan hukum untuk membatalkan undang-undang yang dapat melarang aplikasi tersebut digunakan oleh 170 juta orang Amerika. []

Berita Terkait

Alasan Rusia Minta Pengguna iPhone Beralih ke Android
Transformasi AI Meta Berujung PHK, Zuckerberg Bilang Begini
IPOT Jadi Platform Transformasi AI Nasional, Ajak Gen Z Melek Finansial dan AI
Pesan dari Nomor Tak Dikenal Bakal Dipantau, WhatsApp Kembangkan Fitur Scam Alert
Google Beri Peringatan, Ratusan Aplikasi Berbahaya Incar Pengguna Android
BRIN dan PalmCo Kembangkan Bio-CBG dari Limbah Sawit, Didorong Jadi Substitusi LPG Impor
PTPN IV PalmCo Gandeng ITS Surabaya, Kembangkan Bensin Sawit
Silaturahmi Ramadan, CMP dan Mitrapol Perkuat Peran Pemuda Kreatif di Era Digital

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:50 WIB

Alasan Rusia Minta Pengguna iPhone Beralih ke Android

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Transformasi AI Meta Berujung PHK, Zuckerberg Bilang Begini

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:45 WIB

IPOT Jadi Platform Transformasi AI Nasional, Ajak Gen Z Melek Finansial dan AI

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:08 WIB

Pesan dari Nomor Tak Dikenal Bakal Dipantau, WhatsApp Kembangkan Fitur Scam Alert

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:47 WIB

Google Beri Peringatan, Ratusan Aplikasi Berbahaya Incar Pengguna Android

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB