Korea Utara Luncurkan Satelit Mata-mata Pertama Untuk menyerang musuh

Rabu, 22 November 2023 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pyongyang, Mercinews.com – Korea Utara (Korut) mengklaim berhasil meluncurkan satelit mata-mata pertama ke orbit luar angkasa, dan berjanji akan meluncurkan lebih banyak lagi dalam waktu dekat. Peluncuran satelit mata-mata Pyongyang ini dilakukan dengan diawasi langsung oleh pemimpin rezim komunis ini, Kim Jong Un.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (22/11/2023), kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan bahwa satelit Malligyong-1 telah berhasil diluncurkan dengan roket Chollima-1 dari fasilitas peluncuran satelit Sohae pada Selasa (21/11) malam, sekitar pukul 22.42 waktu setempat.

Otoritas Teknologi Dirgantara Nasional Korut, seperti dikutip KCNA, menyebut satelit itu sukses memasuki orbit pada pukul 22.54 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan KCNA menyebut bahwa Kim Jong Un secara pribadi mengamati dan mengawasi peluncuran satelit tersebut.

Baca Juga:  Korea Utara untuk PBB: Panel Sanksi Baru akan Gagal

Disebutkan juga oleh KCNA dalam laporannya bahwa badan antariksa Korut akan mengirimkan beberapa satelit mata-mata lainnya dalam waktu dekat, untuk terus mengamankan kemampuan pengintaian atas Korea Selatan (Korsel) dan wilayah-wilayah lainnya yang menjadi kepentingan Angkatan Bersenjata Korut.

Peluncuran satelit pengintai adalah hak yang sah (bagi Korut) untuk memperkuat kemampuan pertahanan diri,” tegas KCNA dalam laporannya.

KCNA juga menegaskan bahwa peluncuran ini akan meningkatkan kesiapan militer Pyongyang dalam menghadapi ‘gerakan-gerakan militer berbahaya’ dari musuh-musuh Korut.

Otoritas Korut telah memberitahu Jepang terlebih dulu soal rencana peluncuran satelit antara Rabu (22/11) hingga 1 Desember mendatang, setelah dua upaya serupa berujung kegagalan pada awal tahun ini.

Peluncuran satelit mata-mata Korut ini dilakukan hanya seminggu sebelum Korsel berencana meluncurkan satelit mata-mata pertamanya ke luar angkasa dengan menggunakan roket Falcon 9 yang dioperasikan perusahaan Amerika Serikat (AS), Space X.

Baca Juga:  Pemimpin Korut Kim Jong-un Ajak Putrinya Nonton Pertandingan Sepak Bola

Para pejabat Korsel dan Jepang menjadi yang pertama melaporkan aktivitas peluncuran oleh Korut. Namun kedua negara tetangga Korut itu tidak bisa segera memverifikasi apakah satelit yang diluncurkan Pyongyang benar-benar berhasil mencapai orbit di luar angkasa atau tidak.

Sementara itu, juru bicara Pentagon atau Departemen Pertahanan AS, Sabrina Singh, menyatakan militer AS masih melakukan penilaian apakah peluncuran Korut itu berhasil atau tidak.

Korsel merespons peluncuran satelit Korut itu dengan mengumumkan penangguhan sebagian perjanjian antara kedua Korea tahun 2018 lalu, yang dirancang untuk menurunkan ketegangan militer. Dewan Keamanan Nasional Korsel, menurut kantor berita Yonhap, menjelaskan bahwa langkah itu akan melibatkan pemulihan operasional pengintaian dan pengawasan di wilayah sekitar garis demarkasi militer antara kedua negara.

Baca Juga:  Moskow Berjanji Akan Dukung Pyongyang Melawan Amerika Serikat

Peluncuran satelit Korut pada Selasa (21/11) malam ini menjadi yang pertama sejak Kim Jong Un bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungan ke fasilitas luar angkasa modern Moskow pada September lalu. Saat itu, Putin berjanji membantu Pyongyang dalam membuat satelit.

Para pejabat Seoul menyebut upaya peluncuran terbaru ini kemungkinan besar menggunakan bantuan teknis dari Moskow sebagai bagian dari kemitraan yang berkembang, yang diduga melibatkan pengiriman jutaan peluru artileri Pyongyang ke Rusia. Baik Rusia maupun Korut membantah tuduhan itu. []

Berita Terkait

Ukraina dapat menyerang Rusia di mana saja, tidak hanya di wilayah Kharkov
Kim Jong-un berikan anjing pemburu kepada Putin, belum ada di Rusia
Ukraina sebut Rusia berusaha mengganggu KTT dunia perdamaian kedua
Negosiasi Putin dengan Presiden Vietnam telah berakhir
Kunjungan Putin ke Vietnam mendorong kerja sama lebih lanjut antara Rusia
Kim Jong-un antar Putin naik pesawat, kunjungan ke DPRK resmi berakhir
Putin dan Kim Jong-un teken perjanjian kemitraan strategis antara Rusia dan DPRK
Tiongkok jaga jarak ketika Rusia dan Korea Utara memperdalam hubungan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Juni 2024 - 14:24 WIB

Ukraina dapat menyerang Rusia di mana saja, tidak hanya di wilayah Kharkov

Kamis, 20 Juni 2024 - 22:37 WIB

Kim Jong-un berikan anjing pemburu kepada Putin, belum ada di Rusia

Kamis, 20 Juni 2024 - 15:39 WIB

Ukraina sebut Rusia berusaha mengganggu KTT dunia perdamaian kedua

Kamis, 20 Juni 2024 - 15:03 WIB

Negosiasi Putin dengan Presiden Vietnam telah berakhir

Kamis, 20 Juni 2024 - 02:16 WIB

Kunjungan Putin ke Vietnam mendorong kerja sama lebih lanjut antara Rusia

Rabu, 19 Juni 2024 - 23:31 WIB

Kim Jong-un antar Putin naik pesawat, kunjungan ke DPRK resmi berakhir

Rabu, 19 Juni 2024 - 17:08 WIB

Putin dan Kim Jong-un teken perjanjian kemitraan strategis antara Rusia dan DPRK

Rabu, 19 Juni 2024 - 16:04 WIB

Tiongkok jaga jarak ketika Rusia dan Korea Utara memperdalam hubungan

Berita Terbaru

Gol bunuh diri bek Italia Riccardo Calafiori No 5  terkena Lutut / Foto: X Euro2024

Olahraga

Berkat Gol Bunuh Diri, Spanyol Menang 1-0 atas Italia

Jumat, 21 Jun 2024 - 05:11 WIB

Gol Morten Hjulmand pada menit ke-34. /Foto: X euro2024

Olahraga

Hasil Denmark Vs Inggris Imbang 1-1

Jumat, 21 Jun 2024 - 00:56 WIB