Indonesia dan Tiongkok perdalam kerja sama investasi dan ketenagakerjaan

- Jurnalis

Rabu, 8 Mei 2024 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Kementerian Ketenagakerjaan RI bersama Pemerintah Provinsi Hunan berupaya memperdalam kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok pada bidang investasi dan ketenagakerjaan.

Hal tersebut dilakukan saat Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menerima kunjungan Wakil Ketua Dewan Legislatif Kongres Provinsi Rakyat Hunan Zhang Jianfei.

Dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu (8/5/2024) Afriansyah mengatakan bahwa sejumlah hal yang dibahas dengan perwakilan China tersebut antara lain pengembangan program pelatihan dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi praktisi ketenagakerjaan yang relevan dengan kebutuhan industri di kedua negara.

“Hal ini dapat mencakup pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam pertukaran informasi dan regulasi, metode, dan pengembangan pelayanan publik berbasis IT,” ujarnya.

Pada pertemuan tersebut, Kemnaker dan Pemerintah Provinsi Hunan juga membahas tentang peluang kerja sama dalam bidang inovasi dan teknologi, termasuk tentang transfer teknologi, penelitian bersama antara kementerian dengan Pemerintah Provinsi Hunan, misalnya pada aspek peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dia menyebut bahwa pembahasan lainnya terkait dengan upaya mendorong investasi dan kewirausahaan di sektor-sektor yang dapat menciptakan lapangan kerja dengan memberikan dukungan kepada perusahaan-perusahaan lokal maupun asing yang ingin berinvestasi atau berbisnis di kedua negara.

Baca Juga:  Negara NATO Khawatir China Akan Persenjatai Rusia dalam Perang Ukraina

Sebab, kata Wamenaker, saat ini struktur demografi Indonesia yang didominasi oleh populasi muda memberikan keunggulan berupa SDM yang produktif dan inovatif guna berkompetisi.

“Indonesia memiliki potensi dalam penyediaan tenaga kerja terampil di berbagai sektor, termasuk teknologi informasi, manufaktur, dan jasa yang dapat menarik investasi dalam pengembangan industri dan layanan,” katanya.

Pemerintah ujarnya, juga menetapkan standar kerja, upah minimum, dan jaminan sosial untuk melindungi hak-hak tenaga kerja, sehingga menciptakan lingkungan bisnis yang stabil dan berkelanjutan.(*)

Berita Terkait

Tokoh Pers Salim Said Meninggal Dunia, Sempat dirawat di RSCM
MER-C Kirim Tim Bantu Korban Banjir lahar Dingin dan Tanah Longsor di Sumbar
Akibat Tewasnya Taruna, STIP Jakarta Tahun Ini Tak Terima Mahasiswa Baru
Harga emas Antam hari ini Turun jadi Rp1,308 juta/gram
Sri Mulyani: Singapura tak Punya Apa-apa, Penghasilan Rakyatnya 12 Kali Warga Indonesia
FPA Demo di Jakarta, Minta Mendagri Copot Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah
Jokowi setuju jangan ada orang Bermasalah di pemerintahan
Ini Taktik Apple Keluar dari Jurang Kehancuran Usai iPhone 15 Gagal Total
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Mei 2024 - 07:03 WIB

Tokoh Pers Salim Said Meninggal Dunia, Sempat dirawat di RSCM

Rabu, 15 Mei 2024 - 11:47 WIB

MER-C Kirim Tim Bantu Korban Banjir lahar Dingin dan Tanah Longsor di Sumbar

Jumat, 10 Mei 2024 - 00:45 WIB

Akibat Tewasnya Taruna, STIP Jakarta Tahun Ini Tak Terima Mahasiswa Baru

Rabu, 8 Mei 2024 - 15:33 WIB

Indonesia dan Tiongkok perdalam kerja sama investasi dan ketenagakerjaan

Rabu, 8 Mei 2024 - 13:56 WIB

Harga emas Antam hari ini Turun jadi Rp1,308 juta/gram

Selasa, 7 Mei 2024 - 22:55 WIB

Sri Mulyani: Singapura tak Punya Apa-apa, Penghasilan Rakyatnya 12 Kali Warga Indonesia

Selasa, 7 Mei 2024 - 17:00 WIB

FPA Demo di Jakarta, Minta Mendagri Copot Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah

Selasa, 7 Mei 2024 - 12:49 WIB

Jokowi setuju jangan ada orang Bermasalah di pemerintahan

Berita Terbaru