Jakarta, Mercinews.com – Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat (Jabar) mendorong Kejaksaan Agung (Kejagung) memperkuat edukasi hukum kepada masyarakat melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal, khususnya nilai-nilai budaya Sunda.
Gagasan tersebut disampaikan jajaran pengurus MASDA Jabar saat bertemu Wakil Kepala Kejaksaan Agung (Wakajagung), Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, SH., M.Hum., di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2026).
Ketua MASDA Jabar Anton Charliyan mengatakan, pendekatan budaya dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran hukum masyarakat tanpa mengedepankan pendekatan represif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Anton Charliyan, sosialisasi hukum yang dikemas dengan nilai budaya dan kearifan lokal akan membuat pesan hukum lebih mudah dipahami masyarakat. Pendekatan tersebut juga diharapkan mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga ketertiban sosial.
“Pendekatan budaya dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran hukum masyarakat. Hukum tidak hanya berbicara tentang penindakan, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami dan menaati hukum,” kata pria kelahiran Tasikmalaya yang akrab disapa Abah Anton.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran MASDA Jabar juga membahas peluang kerja sama dengan Kejagung dalam kegiatan yang bersifat preventif dan preemtif, antara lain edukasi hukum dan sosialisasi kesadaran hukum kepada masyarakat.
Abah Anton berharap kerja sama tersebut dapat dikembangkan secara konkret, khususnya di Jawa Barat, dengan melibatkan unsur masyarakat dan kearifan lokal dalam penyampaian pesan-pesan hukum.
Alumnus Akpol 1984 itu menilai upaya pencegahan melalui edukasi penting dilakukan karena penegakan hukum tidak hanya berlangsung setelah terjadi pelanggaran. Kesadaran masyarakat untuk memahami hak, kewajiban, dan konsekuensi hukum juga perlu dibangun sejak awal.
Selain membahas edukasi hukum, MASDA Jabar menyampaikan apresiasi terhadap putra daerah asal Jawa Barat yang mendapat kepercayaan menduduki posisi strategis di tingkat pemerintahan pusat.
“Kami bangga ada salah satu putra terbaik Sunda yang menjadi pejabat tinggi di pemerintah pusat. Mudah-mudahan ke depan lahir lagi putra-putra terbaik lainnya dari Tatar Pasundan yang mendapat amanah di pemerintahan pusat,” ucap Abah Anton.
Penghargaan Kehormatan Adilluhung Ki Sunda Utama
Dalam kesempatan itu, MASDA Jabar memberikan Piagam Kehormatan Adilluhung Ki Sunda Utama di bidang hukum, sosial kemasyarakatan, dan budaya kepada Wakajagung Asep Nana Mulyana.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kiprahnya dalam bidang yang dinilai berkaitan dengan kepentingan masyarakat serta kebudayaan Sunda.
Anton berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah.
“Silaturahmi ini diharapkan menjadi awal penguatan komunikasi antara MASDA Jabar dan Kejaksaan Agung, terutama dalam mengembangkan edukasi hukum yang lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan edukatif, humanis, dan berbasis kearifan lokal,” harapnya.
Wakajagung Asep Nana Mulyana menyambut positif gagasan pemanfaatan pendekatan budaya dalam kegiatan preventif dan preemtif, termasuk melalui program sosialisasi hukum kepada masyarakat yang disampaikan MASDA Jabar.
Pria kelahiran Tasikmalaya yang juga menjabar Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) itu menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi komitmen MASDA Jabar dalam merawat, melestarikan, dan menghidupkan nilai-nilai budaya, khususnya budaya Sunda.
Dalam pertemuan tersebut, Abah Anton didamping Ketua I MASDA Jabar Ully Sigar Rusady, Dewan Kehormatan H. Mulyadi, serta bagian hukum dan mediasi Anita Fitria, S.H., M.H.(red)






