Jakarta, Mercinews.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meminta pihak sekolah memastikan keamanan dan kenyamanan siswa setelah ditemukan ratusan senjata, narkotika, serta 25 keping CD/VCD bermuatan pornografi di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Arifah mengatakan, temuan tersebut menjadi perhatian karena lingkungan sekolah harus tetap menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar.
Ia meminta kondisi psikologis siswa turut menjadi perhatian selama proses hukum berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami prihatin atas temuan ini. Kami ingin sekolah dapat memastikan anak-anak tetap merasa aman belajar dan tidak terdampak, baik secara langsung maupun psikologis atas kasus yang terjadi di sekolah mereka,” ujar Arifah dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).
Menurut Arifah, siswa tidak seharusnya menjadi pihak yang terdampak akibat persoalan yang tidak berkaitan dengan tanggung jawab mereka.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjaga privasi anak serta menghindari pemberian stigma terhadap siswa.
“Anak tidak boleh menjadi korban dari persoalan yang bukan tanggung jawab mereka. Mari kita jaga privasi dan kondisi psikologis anak agar mereka masih bisa belajar dengan nyaman,” tutur Menteri PPPA.
Arifah juga mendorong pihak sekolah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap ruangan dan fasilitas sekolah.
Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan lingkungan pendidikan tetap aman bagi siswa dan mendukung proses tumbuh kembang mereka.
Selain pemeriksaan fasilitas, pengawasan di lingkungan sekolah juga diminta diperkuat.
Menurut Arifah, upaya tersebut penting untuk mencegah munculnya potensi gangguan terhadap keamanan dan kenyamanan siswa.
Di sisi lain, Menteri PPPA meminta semua pihak menghormati proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian.
Kementerian PPPA, kata dia, tidak akan mendahului proses hukum yang sedang berjalan.
“Kami menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan dan menyerahkan pendalaman kasus ini kepada kepolisian. Kami tidak akan mendahului proses hukum. Namun, kepentingan terbaik bagi anak tetap menjadi prioritas,” katanya.
Menteri PPPA menegaskan, perlindungan terhadap siswa harus tetap menjadi perhatian selama proses penyelidikan berlangsung.
Sekolah juga diharapkan dapat memberikan ruang yang aman bagi siswa untuk tetap mengikuti kegiatan belajar tanpa tekanan maupun stigma.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan telah menyelidiki temuan senjata di salah satu ruangan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama.
“Kami membenarkan Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata yang terdiri dari air gun dan senjata api yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Joko Adiwibowo, Kamis (6/8/2026).(red)






