Australia mau Beli Ratusan Rudal AS untuk Siaga, jika Perang Dunia 3 terjadi

Sabtu, 18 Maret 2023 - 00:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mercinews.com – Tetangga RI berencana membeli 220 peluru kendali (rudal) dari Amerika Serikat (AS). Ini merujuk ke Australia yang ingin membeli rudal jelajah Tomahawk.

Tomahawk adalah rudal jarak jauh dalam segala kondisi cuaca, yang memiliki kecepatan subsonik. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970 oleh General Dynamics, rudal ini didesain untuk jarak menengah dan jauh, dan dapat diluncurkan dari darat dan bawah air.

Dilaporkan CNBC International, Jumat (17/3/2023), Kementerian Luar Negeri AS telah memberi persetujuan. Rudal Tomahwak tersebut akan dibeli seharga AU$ 1,3 miliar (Rp 13,3 triliun), dengan kontraktor utamanya adalah Raytheon Missiles and Defense yang berbasis di Arizona.

Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional AS,” kata Kemlu AS dalam sebuah pernyataan.

“Australia adalah salah satu sekutu terpenting kami di Pasifik Barat,” ujarnya lagi.

Australia sendiri mengatakan pembelian itu sangat penting, terutama untuk menjaga keamanan Australia. Negeri Kanguru diketahui telah menyuarakan kekhawatiran akan China di Asia Pasifik.

“Memastikan kami memiliki rudal serang jarak jauh adalah kemampuan yang sangat penting bagi negara ini,” kata Menteri Pertahanan Australia Richard Marles.

“Ini memungkinkan kami untuk dapat menjangkau lebih jauh di luar pantai kami, dan pada akhirnya itulah cara kami dapat menjaga keamanan Australia,” tambahnya.

“Kami tentu menginginkan kemampuan terbaik untuk Angkatan Pertahanan Australia, termasuk kemampuan untuk menyerang lawan sejauh mungkin dari daratan Australia,” kata Menteri Industri Pertahanan Australia Pat Conroy kepada Australian Broadcasting Corp.

Baca Juga:  Rudal AS yang akan di kerahkan ke Jerman, sekita 10 menit mencapai wilayah Rusia

“Rudal jelajah adalah bagian penting dari itu, seperti halnya kapal selam yang meluncurkannya,” ujarnya.

Sebelumnya, kesepakatan pembelian kapal selam nuklir telah dilakukan Australia dengan AS pekan lalu. Ini merupakan tindak lanjut bergabungnya Australia dengan AUKUS, aliansi militer antara Canberra, Washington dan Inggris.

Setidaknya akan ada lima kapal selam jenis Virginia dari AS ke Australia di 2030. Rudal Tomahawak sendiri bisa diluncurkan dari kapal selam itu.

Kekhawatiran pun muncul terutama dari badan atom internasional, yang mengawasi nuklir. Hal itu dapat membuka jalan bagi “aktor jahat” untuk menghindari pengawasan nuklir di masa depan.

Baca Juga:  Tanggapan Rusia terkait penempatan rudal AS di Jerman

Kritik Kerns disuarakan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi, minggu ini. Ia berjanji akan “sangat menuntut” dalam mengawasi rencana transfer dari AS ke Australia.

Pejabat Australia memperkirakan biaya kapal selam antara 268 miliar dan 368 miliar dolar Australia ($ 178- $ 245 miliar) selama tiga dekade.

Sejumlah ramalan muncul soal perang dunia ke-3. Beberapa mengaitkan dengan perang Rusia di Ukraina yang menyeret AS dan Barat.

Namun ada pula yang mengaitkannya dengan situasi China dan AS di Asia termasuk soal Taiwan. Australia sendiri adalah sekutu dekat AS.

(m/c)

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Berita Terbaru

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. (Foto: ist)

Daerah

Undana Selidiki Kasus Mahasiswi Viral soal Ujian Skripsi

Kamis, 30 Jul 2026 - 20:55 WIB