Kupang, Mercinews.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menyelidiki kasus mahasiswi yang viral di media sosial terkait dugaan pembatalan ujian skripsi. Pihak kampus menegaskan proses investigasi dilakukan untuk mengungkap fakta secara menyeluruh sebelum menyampaikan kesimpulan kepada publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., dalam konferensi pers di Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana, Kamis (30/7/2026).
Philiphi mengatakan, mahasiswi yang menjadi sorotan publik, Jessica Sofia Tunardjo, merupakan mahasiswa aktif Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat FKM Undana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, universitas telah mengetahui informasi yang beredar di media sosial dan kini tengah menelusuri seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Mahasiswa atas nama Jessica Sofia memang merupakan mahasiswa aktif Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat. Terkait informasi yang viral, saat ini kami sedang melakukan investigasi untuk mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya,” ujar Philiphi dilansir dari Pos Kupang.
Ia menjelaskan, investigasi dilakukan agar informasi yang nantinya disampaikan kepada masyarakat berdasarkan fakta yang telah diverifikasi sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran.
“Kami ingin memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat agar informasi ini tidak bias ke mana-mana,” katanya.
Philiphi menegaskan, Undana tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan maupun tindakan yang dapat merugikan sivitas akademika. Karena itu, kampus akan menindaklanjuti hasil investigasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pada prinsipnya, Undana tidak mentoleransi adanya kekerasan dalam bentuk apa pun yang terjadi di lingkungan kampus,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat memberikan waktu kepada tim investigasi untuk bekerja secara menyeluruh sebelum universitas menyampaikan hasil resmi.
“Kami sangat mengharapkan semua pihak bersabar. Yang pasti kami akan memberikan informasi yang tepat dan benar terhadap kejadian ini setelah proses investigasi selesai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Philiphi mengatakan, hasil investigasi akan menjadi dasar bagi universitas untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan proses akademik maupun tata kelola kampus, apabila ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki.
“Ke depan kami akan memperbaiki berbagai hal sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kami memohon dukungan masyarakat agar Undana tetap berkembang dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat NTT serta bangsa dan negara,” katanya.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang mahasiswi menangis hingga terbaring lemas beredar luas di media sosial.
Dalam narasi yang menyertai video tersebut disebutkan mahasiswi semester 10 itu diduga mengalami tekanan psikologis setelah ujian skripsinya disebut berulang kali dibatalkan.
Hingga berita ini ditulis, klaim yang beredar di media sosial tersebut masih dalam proses investigasi oleh pihak Undana.
Pihak kampus belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab maupun kronologi peristiwa tersebut sambil menunggu hasil penelusuran selesai.(red)






