5 Kali di Tinju oleh Senior ke Ulu Hati Mahasiswa STIP Asal Bali roboh dan Tewas

Sabtu, 4 Mei 2024 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klungkung, Mercinews.com – Tinju maut yang dilayangkan mahasiswa senior ke bagian vital diduga menjadi penyebab tewasnya Putu Satria Ananta Rustika (19), mahasiswa semester dua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Cilincing, Jakarta Utara.

Pukulan tersebut dilayangkan pelaku sebanyak lima kali ke ulu hati secara tiba-tiba. Pemuda asal Banjar Bandung, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, itu pun roboh.

“Korban dipukul dengan tangan mengepal lima kali ke ulu hati oleh pelaku bernama Tegar hingga terkapar. Setelah dicek korban ternyata sudah meninggal,” jelas paman korban, I Nyoman Losmen, mengutip keterangan polisi saat dihubungi detikBali, Jumat (3/5/2024) malam.

Losmen menceritakan peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Ia dihubungi oleh kampus tempat Satria kuliah. Informasi itu menyebutkan ada mahasiswa asal Klungkung yang meninggal. Informasi serupa disampaikan Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Utara.

“Tadi saya masih kerja, sehingga ditunggui istri dan baru diautopsi saat ini,” imbuh Losmen.

Menurut keterangan polisi dan kampus yang diterima Losmen, Putu Satria bersama lima temannya dipanggil senior tingkat dua bernama Tegar dan teman-temannya. Mereka menanyakan penggunaan pakaian olahraga yang dipakai ke gedung pendidikan lantai tiga.

Satria kemudian dibawa ke kamar mandi koridor kelas KALK C lantai 2. Tanpa aba-aba, Satria langsung dipukul oleh para seniornya itu.

Baca Juga:  Pengurus AMKI Pusat Audiensi dengan Dirjen KPM Komdigi, Bahas Kolaborasi Media dan Kreator Digital

Saat ini, jenazah Satria masih di Jakarta untuk proses autopsi. “Sekarang saya masih ada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, menunggu proses autopsi yang masih berlangsung dari tadi sore (Jumat),” terang Losmen.

Dia mengungkapkan keponakannya adalah anak pintar dan baru saja ia lolos sebagai mayoret drum band kampusnya. Losmen tak habis pikir penganiayaan sadis itu bisa menimpa Satria yang dinilai tak punya kesalahan.

“Entah dendam apa para seniornya hingga menewaskan juniornya, semoga polisi mengusut tuntas kasus ini,” ungkap Losmen.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Gunaksa, I Wayan Sadiarna, mengatakan keluarga, yakni ibu, adik, dan paman korban sudah berangkat ke Jakarta setelah mendapat informasi tewasnya Putu Satria. “Mereka sudah berangkat tadi (Jumat) jam enam, mungkin belum terbang saat ini, bapaknya tidak ikut karena masih menjaga orang tua yang juga sakit di rumahnya,” kata Sadiarna.

Baca Juga:  Pelantikan Pengurus Pusat, Tundra Meliala: AMKI Langitnya Bintang Bersinar

Sadiarna mengenal Putu Satria sebagai pelajar yang pintar saat sekolah di SMAN 2 Semarapura, Klungkung. Ibunya adalah aparatur sipil negara (ASN) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung. Sedangkan ayahnya berprofesi sebagai wiraswasta.

“Saat ada acara Pitra Yadnya juga saya sempat ketemu dengan anak ini. Karena memang rajin ikut kegiatan Sekaa Teruna Teruni (STT) dan ngayah-ngayah saat piodalan di pura,” jelas Sadiarna. (*)

Berita Terkait

DePA-RI Dorong RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Luthfi Yazid: Penting untuk Pulihkan Kepercayaan Publik
Soroti Kasus HGB di ATR/BPN, Alexius Tantrajaya Dorong KPK Bongkar Jaringan Mafia Tanah
OTT KPK di ATR/BPN, Praktisi Hukum Soroti Celah Sistem dan Lemahnya Pengawasan
OTT KPK dan Pelajaran Pembenahan Sistem
Sidang Narkotika PN Denpasar, Kuasa Hukum Terdakwa Pertanyakan Prosedur Penanganan Perkara
Ketua Komisi A DPRD Jateng Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Pemalang
Laporan Setahun Belum Jelas, Kuasa Hukum Hedy Soewito Minta Perlindungan Hukum Kapolri
MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:08 WIB

DePA-RI Dorong RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Luthfi Yazid: Penting untuk Pulihkan Kepercayaan Publik

Jumat, 18 September 2026 - 13:08 WIB

Soroti Kasus HGB di ATR/BPN, Alexius Tantrajaya Dorong KPK Bongkar Jaringan Mafia Tanah

Kamis, 17 September 2026 - 23:05 WIB

OTT KPK di ATR/BPN, Praktisi Hukum Soroti Celah Sistem dan Lemahnya Pengawasan

Rabu, 16 September 2026 - 00:17 WIB

OTT KPK dan Pelajaran Pembenahan Sistem

Kamis, 10 September 2026 - 22:39 WIB

Sidang Narkotika PN Denpasar, Kuasa Hukum Terdakwa Pertanyakan Prosedur Penanganan Perkara

Berita Terbaru