Puan Maharani: RUU tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Ditunda

Kamis, 9 Maret 2023 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Ketua DPR Puan Maharani menyatakan Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga ( RUU PPRT ) ditunda.

Penundaan pembahasan menjadi undang-undang ini merupakan hasil kesepakatan bersama dalam Rapat Pimpinan Rapim DPR.

Puan Maharani menjelaskan, surat dari Badan Legislasi (Baleg) DPR tentang RUU PPRT telah dibahas dalam Rapim DPR pada (21/8/ 2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapim kemudian memutuskan menunda membawa RUU PPRT ke Rapat Badan Musyawarah (Bamus). “Keputusan Rapim saat itu menyetujui untuk melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu.

Saat itu dirasa belum tepat untuk diagendakan dalam rapat Bamus dan masih memerlukan pendalaman,” kata Puan dalam keterangan tertulis, Kamis (9/3/2023).

Baca Juga:  Sering Terjadi Kekerasan Berujung Maut oleh Senior di STIP Jakarta, Ini Deretan Kasusnya

Atas keputusan Rapim DPR, RUU PPRT belum dapat dibawa ke Rapat Paripurna DPR untuk disahkan sebagai RUU inisiatif DPR.

Sebab sesuai mekanisme berlaku, kata Puan, untuk bisa dibawa ke Rapat Paripurna DPR, RUU PPRT harus terlebih dahulu dibahas dalam Rapat Badan Musyawarah.

“Sesuai aturan, sebelum dibawa ke Rapat Paripurna harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dalam Rapat Bamus,” katanya.

Meski telah memutuskan menunda RUU PPRT tapi DPR akan mempertimbangkan masukan masyarakat. DPR akan senantiasa mendengarkan aspirasi rakyat termasuk dalam pembentukan legislasi.

DPR akan mempertimbangkan aspirasi dari masyarakat dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang berkembang saat ini” katanya.

Baca Juga:  IDI Bogor Salurkan Donasi untuk Palestina Melalui MER-C

Dorongan pengesahan RUU PPRT menjadi undang-undang sebelumnya banyak disampaikan oleh para politisi dan aktivis perempuan.

Salah satunya Perempuan Bangsa, organisasi di bawah naungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Perempuan Bangsa menilai pengesahan UU ini akan memberikan perlindungan kepada PRT yang termasuk dalam kelompok rentan.

Kami mendesak agar RUU PPRT segera disahkan menjadi undang-undang sebelum masa sidang DPR berakhir.

Tanggal 15 Februari 2023 merupakan momentum Peringatan Hari Pekerja Rumah Tangga Nasional, sudah selayaknya PRT sebagai sektor informal memperoleh haknya yang dilindungi oleh UUD 1945,” kata Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa Siti Mukaromah dalam diskusi Pengesahan RUU PPRT Solusi Problem Pekerja Rumah Tangga di Indonesia, Rabu (15/2/2023). seperti dilansir Sindonews

Baca Juga:  37 WNI yang Pakai Visa Ziarah untuk Berhaji Ditangkap di Madinah

Erma, sapaan akrab Siti Mukaromah, juga mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan penuh agar RUU PPRT segera disahkan.

Menurutnya, pembantu rumah tangga adalah pekerjaan sektor informal yang bersifat domestik dan privat dengan pola hubungan kerja kultural. Dengan karakteristik seperti itu, maka tidak ada pengawasan dan perlindungan terhadap mereka, sehingga sektor informal ini termasuk dalam kelompok rentan.

(m/c)

Berita Terkait

Bahlil Ungkap Progres di IKN Jelang Upacara Kemerdekaan RI pada 17 Agustus
Polri hargai kritik Wapres Ma’ruf Amin mengenai kasus Pegi Setiawan
Kitabisa Salurkan Donasi Tahap 4 untuk Palestina Melalui MER-C
Pakar Sebut Saksi Aep dalam Kasus Pegi Setiawan Diduga Lakukan Keterangan Palsu
Pegi Setiawan Berani Ungkap Kejanggalan hingga Akui Dapat Ancaman Selama di Penjara
Hotman Paris Langsung Tawarkan, Pegi Setiawan Bebas dari Jeratan Kasus Vina Cirebon
Cindra Alami Gangguan Kesehatan Usai seminggu Hubungan Badan dengan Hasyim
Buntut serangan hackers PDNS 2, Dirjen Aptika Kominfo mengundurkan diri
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 17:23 WIB

Bahlil Ungkap Progres di IKN Jelang Upacara Kemerdekaan RI pada 17 Agustus

Kamis, 11 Juli 2024 - 16:55 WIB

Polri hargai kritik Wapres Ma’ruf Amin mengenai kasus Pegi Setiawan

Kamis, 11 Juli 2024 - 16:27 WIB

Kitabisa Salurkan Donasi Tahap 4 untuk Palestina Melalui MER-C

Kamis, 11 Juli 2024 - 14:20 WIB

Pakar Sebut Saksi Aep dalam Kasus Pegi Setiawan Diduga Lakukan Keterangan Palsu

Rabu, 10 Juli 2024 - 17:11 WIB

Pegi Setiawan Berani Ungkap Kejanggalan hingga Akui Dapat Ancaman Selama di Penjara

Berita Terbaru