Jakarta, Mercinews.com – Dari normalisasi aliran sungai, pembersihan fasilitas umum, pengelolaan sampah, hingga penanaman pohon, PTPN IV PalmCo menggelar aksi hijau serentak di berbagai wilayah operasional perusahaan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Siaran pers PTPN IV PalmCo, Minggu (14/6/2026) menyebutkan, kegiatan yang melibatkan karyawan, masyarakat, pemerintah daerah, aparat kepolisian, organisasi kepemudaan, hingga komunitas lingkungan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan praktik bisnis berkelanjutan.
Aksi lingkungan dilaksanakan di sejumlah wilayah operasional PTPN IV PalmCo yang tersebar di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Setiap unit kerja menjalankan program yang disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan setempat, mulai dari menjaga kebersihan sungai, memperbaiki sistem drainase, mengelola sampah, hingga memperluas ruang terbuka hijau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan usaha dan kelestarian ekosistem.
Menurut Jatmiko, keberlanjutan industri perkebunan tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga lingkungan hidup. Karena itu, perusahaan terus mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam berbagai program yang mendukung pelestarian alam.
“Sebagai perusahaan perkebunan milik negara, PTPN IV PalmCo berupaya terus mengambil peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Momentum Hari Lingkungan Hidup kami jadikan sarana untuk memperkuat kebiasaan baik di lingkungan kerja sekaligus mengajak masyarakat berkolaborasi menjaga lingkungan,” ujar Jatmiko.
Ia menambahkan bahwa berbagai persoalan lingkungan memerlukan solusi yang melibatkan banyak pihak. Melalui kegiatan yang dilakukan secara serentak, perusahaan berharap dapat membangun kesadaran kolektif sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di kawasan operasional.
“Melalui aksi hijau serentak tersebut, kami berkomitmen untuk terus mendorong praktik perkebunan yang berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup,” tegasnya.
Bersih Sungai dan Penataan Lingkungan
Di Jawa Barat, PTPN IV Regional I PKS Cikasungka memfokuskan kegiatan pada pembersihan aliran Sungai Cikalong. Bersama Karang Taruna serta masyarakat Kecamatan Cigudeg dan Jasinga, para peserta bergotong royong mengangkat sampah yang berpotensi menghambat aliran sungai.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penyumbatan yang dapat menyebabkan luapan air ke wilayah sekitar, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan sumber daya air yang dimanfaatkan masyarakat.
Manajer PKS Cikasungka, Alfi Andrianto, mengatakan kegiatan itu tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan sungai, tetapi juga mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar.
“Tujuan kami adalah menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun kolaborasi yang baik dengan masyarakat. Jika kegiatan ini dirasakan manfaatnya, kami siap melaksanakannya secara rutin,” ujarnya.
Di Sumatera Utara, jajaran PKS Sei Silau menggelar kegiatan pembersihan saluran drainase dan penataan lingkungan di area pabrik. Seluruh karyawan dilibatkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan sekaligus upaya membangun budaya kerja yang lebih baik,” kata Manajer PKS Sei Silau, Alpin.
Pengelolaan Sampah Berbasis Kesadaran
Selain pembersihan lingkungan, sejumlah unit kerja juga menerapkan pendekatan pengelolaan sampah yang lebih terukur. Di Regional III Riau dan Regional VI Aceh, sampah hasil kegiatan gotong royong dipilah berdasarkan jenis organik, anorganik, dan residu sebelum ditimbang.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran karyawan mengenai pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari, bukan hanya dilakukan pada momen tertentu.
“Ketika seluruh karyawan bergerak bersama, maka akan tercipta budaya kerja yang mendukung praktik bisnis berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Regional VI Aceh menerapkan konsep lingkungan ASRI yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik dan Indah sebagai pedoman dalam menjaga kualitas lingkungan kerja dan kawasan perkebunan.
Menurut Manajer Kebun Baru, Dian Amanu Afsar, keseimbangan antara produktivitas dan pelestarian lingkungan menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan industri perkebunan.
“Hari Lingkungan Hidup menjadi pengingat bahwa produktivitas harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga alam,” katanya.
Perluas Ruang Hijau melalui Penanaman Pohon
Komitmen terhadap pelestarian lingkungan juga diwujudkan melalui kegiatan penghijauan. Di Regional IV yang mencakup wilayah Jambi dan Sumatera Barat, karyawan melakukan penanaman berbagai jenis pohon buah-buahan di area emplasemen perusahaan.
Program tersebut bertujuan memperluas kawasan hijau, meningkatkan daya serap air, serta menciptakan lingkungan yang lebih asri dan nyaman.
Kepala Bagian SDM PTPN IV Regional IV, Zulkarnain Hariandja, mengatakan penanaman pohon menjadi investasi lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Lingkungan yang sudah bersih kami hijaukan dengan berbagai tanaman yang bermanfaat agar semakin asri dan kualitas udara tetap terjaga,” ujarnya.
Di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, aksi penghijauan dilakukan melalui penanaman puluhan ribu bibit pohon pelindung seperti trembesi dan mahoni di kawasan Ruang Terbuka Hijau Bah Jambi. Kegiatan tersebut melibatkan aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan pegiat lingkungan.
Ketua Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun, Thalyb, menilai kegiatan penanaman pohon memberikan dampak positif terhadap upaya pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat.
“Menanam satu pohon hari ini berarti menyiapkan warisan lingkungan bagi generasi mendatang. Ini merupakan langkah nyata untuk menjaga bumi dan memperbaiki kualitas lingkungan,” katanya.(red)






