Nasional

MER-C Bantah tuduhan Israel Bahwa RS Indonesia Di Gaza Simpan Terowongan Hamas

Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dari kiri ke kanan; Henry Hidayatullah, Sarbini Abdul Murad, Faried Thalib saat konferensi pers kondisi terkini Gaza, Palestina di Kantor MER-C, Salemba, Jakarta Pusat

Jakarta, Mercinews.com – Presidium MER-C Indonesia membantah tuduhan militer Israel, IDF, bahwa Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza berdiri di atas terowongan Hamas. Ketua Presidium MER-C Indonesia Sarbini Abdul Murad menegaskan tuduhan Israel tidak benar.

Sebelumnya, juru bicara militer Israel, Daniel Hagari mengklaim pihaknya menemukan “terowongan” dan “situs peluncuran roket” di kompleks Rumah Sakit Indonesia.

Foto udara Rumah Sakit Indonesia di Gaza hasil jepretan satelit pengintai militer Israel, Rabu, (1/11/2023). (Sumber: Jerusalem Post)

Sarbini menyebut tuduhan Israel bisa jadi adalah pembenaran untuk menyerang rumah sakit. Sarbini menegaskan RS Indonesia dibangun secara profesional dan murni untuk kebutuhan kesehatan masyarakat Gaza.

Apa yang dituduhkan Israel, bisa jadi ini merupakan suatu pra-kondisi Israel untuk melakukan serangan ke Rumah Sakit Indonesia yang ada di Gaza,” kata Sarbini dalam konferensi pers pada Senin (6/11/2023).

Baca Juga:  Pihak Perempuan AG Muncul, Angkat Bicara soal Kasus Mario Dandy

“Tuduhan dari IDF itu merupakan pra-kondisi untuk membenarkan bahwa kita diserang karena itu, makanya kita bantah itu,” katanya kemudian.

Salah satu relawan MER-C Indonesia, Faried Thalib, kemudian menunjukkan foto udara dan menjelaskan denah Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

Faried menyebut memang terdapat failitas bawah tanah di Rumah Sakit Indonesia, yakni tempat penyimpanan solar untuk menghidupkan generator. Solar disimpan di bawah tanah karena alasan keamanan dan estetika.

Sarbini pun meminta masyarakat internasional dan Indonesia mengecam Israel agar tidak melakukan “tindakan brutal” terhadap Rumah Sakit Indonesia.
Militer Israel diketahui sudah beberapa kali menyerang sejumlah titik di sekitar Rumah Sakit Indonesia.

Rumah Sakit Indonesia sendiri disebut sebagai satu-satunya rumah sakit yang masih beroperasi di utara Gaza di tengah gempuran Israel ke enklav berpenduduk sekitar 2,3 juta jiwa tersebut.

Baca Juga:  Prabowo Lepas KRI Radjiman Kirim Bantuan untuk Warga Gaza Palestina

Menteri Kesehatan Palestina Mai Al-Kaila melaporkan bahwa 16 dari 36 rumah sakit dan 51 dari 72 klinik di Jalur Gaza berhenti beroperasi karena dibom Israel atau kehabisan bahan bakar dan obat-obatan

Selama 31 hari menggempur Jalur Gaza, militer Israel juga menewaskan 175 petugas kesehatan dan 34 petugas pertahanan sipil. Israel juga menyerang ambulans yang membawa korban luka di Gaza. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top