Komnas PA Soroti Dugaan Perundungan di SMP Jaktim

Rabu, 28 Januari 2026 - 23:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, Mercinews.com – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyoroti dugaan kasus perundungan dan pelecehan yang dialami seorang siswi di salah satu SMP) Negeri di Jakarta Timur (Jaktim). Meski kasus tersebut telah diselesaikan secara damai, Komnas PA menyatakan pendampingan terhadap korban masih terus dilakukan.

Wakil Komnas PA, Hagistio Pradika, menyampaikan bahwa penyelesaian damai tidak menjadi akhir dari upaya perlindungan anak. Menurutnya, pemenuhan hak korban, khususnya pemulihan kondisi psikis dan mental, tetap menjadi prioritas.

“Kami tidak berhenti sampai di sini saja. Hak-hak anak tetap harus dikedepankan, dimulai dari pemulihan psikis dan mental korban. Selain itu, keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah juga harus dijamin,” ujar Hagistio kepada wartawan di Jakarta Timur, Rabu (28/1/2026).

Hagistio menekankan pentingnya peran pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.

Ia mengingatkan agar pascakejadian tersebut, korban tidak justru merasa tertekan atau tidak nyaman saat berada di sekolah.

Selain pihak sekolah, Komnas PA juga meminta Dinas Pendidikan untuk meningkatkan kepedulian terhadap maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan.

Menurut Hagistio, pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak.

“Atas nama Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta, kami meminta Dinas Pendidikan agar lebih peduli dan lebih responsif terhadap kasus perundungan yang masih terjadi di Jakarta. Pencegahan harus dilakukan bersama-sama,” katanya.

Baca Juga:  SPMB 2026: Anak Belum 7 Tahun Tetap Bisa Daftar SD, Ini Ketentuan dari Kemendikdasmen

Lebih lanjut, Hagistio menilai dugaan perundungan dalam kasus tersebut tidak dapat dipandang sebagai kenakalan remaja semata.

Ia menyebut, bentuk dan bahasa yang digunakan dalam dugaan perbuatan itu telah melampaui batas kewajaran perilaku anak seusia pelaku.

“Dalam kasus ini, kami melihat bukan sekadar kenakalan. Bahasa dan konteksnya sudah mengarah pada tindak kejahatan, sehingga perlu penanganan serius,” tegasnya.

Komnas PA berharap pihak sekolah dan instansi terkait dapat memperkuat upaya pencegahan perundungan serta memastikan perlindungan menyeluruh bagi peserta didik, khususnya anak-anak yang menjadi korban.

Korban Perundungan 

Sebelumnya, seorang remaja putri berinisial C, yang merupakan anak dari seorang influencer berinisial H, diduga menjadi korban perundungan verbal dan pelecehan seksual oleh teman sebayanya di sekolah tersebut.

Baca Juga:  Semangat Baru, Tantangan Baru: Menyambut Resolusi 2026

H mengungkapkan, dugaan peristiwa tersebut bermula dari ajakan salah satu teman anaknya berinisial R untuk merayakan malam tahun baru bersama. Namun, rencana itu tidak terlaksana karena C memilih bepergian bersama keluarganya ke luar kota.

Menurut H, setelah peristiwa tersebut, beredar cerita di lingkungan pertemanan anaknya mengenai dugaan rencana tidak pantas yang disampaikan oleh R. Saat dikonfirmasi oleh korban, terduga pelaku disebut berdalih bahwa pernyataannya hanya berupa candaan.

Selain itu, C juga disebut telah mengalami perundungan verbal sejak Februari 2025. Korban sempat menegur terduga pelaku karena membahas hal yang dianggap tidak pantas terkait anggota keluarganya dalam sebuah grup percakapan yang diikuti puluhan siswa.(red)

Berita Terkait

UNIS Tangerang Wisuda 1.064 Lulusan, Rektor Tekankan Semangat Belajar Sepanjang Hayat
Bumimas Permata Group Beri Pengalaman Dunia Kerja bagi Siswa SMK Strada 1 Jakarta
Pascasarjana UNIS Jajaki Kerja Sama Akademik dengan Dua Universitas Ternama Malaysia
Setelah Menanti 7 Tahun, SMP PGRI 1 Tebas Sambas Dapat Bantuan Revitalisasi
Stafsus Menag Ungkap Capaian Pemerintahan Prabowo di Bidang Pendidikan dan Keagamaan
Prof Bakir Ihsan: Pragmatisme Transaksional dalam Praktik Politik Tantang Demokrasi
Jejak Akademik Prof. Hasani Ahmad Said, dari Pesantren Cilegon hingga Guru Besar UIN Jakarta
Dirut PTPN IV PalmCo Beri Kuliah Umum di FEB UI, Ajak Mahasiswa Kenali Potensi Diri

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:44 WIB

UNIS Tangerang Wisuda 1.064 Lulusan, Rektor Tekankan Semangat Belajar Sepanjang Hayat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Bumimas Permata Group Beri Pengalaman Dunia Kerja bagi Siswa SMK Strada 1 Jakarta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Pascasarjana UNIS Jajaki Kerja Sama Akademik dengan Dua Universitas Ternama Malaysia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Setelah Menanti 7 Tahun, SMP PGRI 1 Tebas Sambas Dapat Bantuan Revitalisasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Stafsus Menag Ungkap Capaian Pemerintahan Prabowo di Bidang Pendidikan dan Keagamaan

Berita Terbaru

Konferensi pers Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar terkait pengamanan empat warga negara asing (WNA) dalam patroli keimigrasian pada 28-29 Oktober 2026 di Kantor Imigrasi Denpasar, Senin (2/11/2026). (Foto: istimewa)

Berita

Patroli Keimigrasian, Imigrasi Denpasar Amankan Empat WNA

Senin, 2 Nov 2026 - 19:49 WIB