Berbekal Rekam Jejak Katib Aam, Gus Ipul Nilai Nasaruddin Umar Pantas Maju Ketum PBNU

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen PBNU menilai Menag Nasaruddin Umar memiliki rekam jejak yang layak untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar NU. (Foto: Dok. Mercinews.com)

Sekjen PBNU menilai Menag Nasaruddin Umar memiliki rekam jejak yang layak untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar NU. (Foto: Dok. Mercinews.com)

Kediri, Mercinews.com – Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menilai Menteri Agama Nasaruddin Umar memiliki rekam jejak yang layak untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar NU.

Menurut Gus Ipul, pengalaman sebagai Katib Aam menjadi salah satu indikator penting dalam kepemimpinan PBNU, sebagaimana yang dimiliki sejumlah ketua umum sebelumnya.

“Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini tiga ketua umum sebelumnya pernah menjadi Katib Aam,” kata Gus Ipul di Kediri, Selasa (15/6/2026).

Ia menyebut Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Said Aqil Siradj, dan Yahya Cholil Staquf pernah menjabat Katib Aam sebelum memimpin PBNU.

Nasaruddin Umar, kata dia, juga memiliki rekam jejak serupa saat menjadi Katib Aam PBNU pada masa kepemimpinan KH Sahal Mahfudh.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul usai rapat koordinasi persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kabupaten Kediri.

Baca Juga:  Tokoh Pers Salim Said Meninggal Dunia, Sempat dirawat di RSCM

Rapat tersebut dihadiri jajaran PBNU serta panitia dari tingkat pusat hingga daerah.

Meski menilai Nasaruddin Umar layak, Gus Ipul menegaskan bahwa penentuan Ketua Umum PBNU sepenuhnya menjadi kewenangan peserta muktamar sesuai mekanisme organisasi.

“Penentuan Ketua Umum PBNU sepenuhnya menjadi kewenangan peserta muktamar melalui mekanisme organisasi yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak akan maju maupun dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU pada muktamar mendatang.

Baca Juga:  Hasil Sidang Isbat: Puasa Ramadhan 1447 H Dimulai Kamis 19 Februari 2026

PWNU Jatim 

Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan Munas dan Konbes NU di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri.

Muktamar NU merupakan forum tertinggi organisasi untuk memilih kepengurusan baru PBNU.

Sejumlah nama lain juga mulai mencuat ke publik, termasuk Hery Haryanto Azumi yang disebut mendapat dukungan dari tokoh sepuh NU.(red)

Berita Terkait

Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Usai Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU
Hotman Paris Mundur sebagai Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp 12,4 Miliar ke Bupati Lombok Barat
Kejagung Pastikan Pertemuan Kajati dan Kapolda untuk Perkuat Hubungan Kelembagaan
Perwakum Dukung Polresta Denpasar Usut Dugaan Oknum Wartawan Minta Uang
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Terkait Dugaan Suap Audit di Muara Enim
Darsuli: Kasus Eks Jampidsus Ujian Integritas Penegak Hukum

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:55 WIB

Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:40 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Usai Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:38 WIB

Hotman Paris Mundur sebagai Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Ini Alasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp 12,4 Miliar ke Bupati Lombok Barat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:18 WIB

Kejagung Pastikan Pertemuan Kajati dan Kapolda untuk Perkuat Hubungan Kelembagaan

Berita Terbaru