Jakarta, Mercinews.com – PT Akulaku Finance Indonesia menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip zero tolerance terhadap setiap tindakan yang diduga bertentangan dengan hukum. Komitmen tersebut disampaikan menyusul proses hukum yang tengah berjalan terkait dugaan tindak pidana yang melibatkan seorang sales agent eksternal di Baubau, Sulawesi Tenggara.
Melalui keterangan tertulis yang diterima Mercinews.com, Sabtu (6/6/2026), Akulaku Finance menyatakan bahwa kasus tersebut teridentifikasi melalui mekanisme monitoring dan pengendalian internal yang dijalankan secara rutin. Dari hasil pengawasan tersebut, ditemukan indikasi aktivitas yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Temuan itu kemudian ditindaklanjuti melalui investigasi internal serta koordinasi dengan aparat penegak hukum guna mendukung penanganan perkara sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Kepatuhan PT Akulaku Finance Indonesia, Meyli Rita Rahmayanti Siburian, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga integritas bisnis serta memberikan perlindungan kepada konsumen.
“Kami menerapkan prinsip zero tolerance terhadap setiap tindakan yang bertentangan dengan hukum, baik yang merugikan konsumen maupun perusahaan. Kami akan terus mendukung proses hukum yang berjalan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga integritas bisnis, pelindungan konsumen, dan transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan,” ujar Meyli dalam keterangannya.
Ia menjelaskan bahwa individu yang diduga terlibat dalam perkara tersebut merupakan sales agent eksternal yang berasal dari perusahaan penyedia jasa pihak ketiga. Sales agent tersebut bertugas mendukung aktivitas pemasaran di wilayah Baubau.
“Sejalan dengan proses investigasi yang dilakukan, kami telah mengambil langkah dengan menghentikan hubungan kerja terhadap yang bersangkutan,” ujarnya.
Menurut Meyli, tindakan yang diduga dilakukan individu tersebut tidak sejalan dengan standar operasional, nilai perusahaan, maupun praktik bisnis yang selama ini diterapkan.
Sebagai langkah mitigasi risiko, lanjutnya, Akulaku Finance terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan terhadap aktivitas operasional.
“Setiap indikasi pelanggaran, kata perusahaan, akan ditindaklanjuti sesuai prosedur internal dan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan data pribadi.
Masyarakat diminta tidak memberikan akses akun maupun informasi identitas kepada pihak lain serta menggunakan perangkat pribadi saat mengakses layanan digital guna mengurangi risiko kejahatan siber.
“Kami akan terus memperkuat budaya kepatuhan, perlindungan konsumen, dan transparansi sebagai upaya menjaga kepercayaan masyarakat serta para pemangku kepentingan,” pungkasnya.(red)






