125 Tahun Bung Karno, Hasto: Trisakti Jadi Kompas Hadapi Kolonialisme Wajah Baru

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: istimewa)

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa ajaran Trisakti Bung Karno tetap relevan sebagai kompas perjuangan bangsa dalam menghadapi berbagai bentuk kolonialisme dan penindasan dengan wajah baru di era modern.

Hal itu disampaikan Hasto dalam peringatan Hari Lahir Bung Karno ke-125, Sabtu (6/6/2026). Ia menyatakan bahwa gagasan-gagasan Bung Karno merupakan warisan penting untuk menghadapi tantangan kebangsaan saat ini.

“Melalui pidatonya Indonesia Menggugat dan Mencapai Indonesia Merdeka, Bung Karno menghadirkan gagasan revolusioner untuk mengubah tata dunia agar bebas dari neokolonialisme dan imperialisme (Nekolim),” kata Hasto.

Menurutnya, peringatan 125 tahun kelahiran Bung Karno menjadi momentum penting untuk memahami semangat pembebasan yang menjadi napas perjuangan Sang Proklamator.

“Peringatan Hari Lahir Bung Karno ke-125 tahun ini sangat penting untuk memahami Bung Karno yang lahir di tengah pasang naik revolusi kemanusiaan melalui perjuangan kemerdekaan Indonesia. Maknanya, berbagai bentuk penindasan dalam politik, ekonomi, dan kebudayaan harus dihapuskan agar terwujud keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Hasto juga menyoroti kondisi ekonomi dan penegakan hukum yang dinilainya membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, keadilan hukum dan ekonomi harus segera diwujudkan demi menjaga kepercayaan publik.

“Melemahnya rupiah, turunnya indeks harga saham, dan geliat sektor riil yang mengalami tekanan, serta berbagai kasus korupsi atas kebijakan populis merupakan buah dari tata kelola negara yang tidak berjalan baik,” katanya.

Baca Juga:  Jokowi setuju jangan ada orang Bermasalah di pemerintahan

Ia menambahkan, lemahnya supremasi hukum turut memperburuk situasi dan memicu krisis kepercayaan yang mendapat respons negatif dari pasar.

“Dikombinasikan dengan tidak adanya supremasi hukum, kondisi tersebut melahirkan krisis kepercayaan yang ditanggapi negatif oleh pasar. Tanpa hukum yang berkeadilan tidak akan ada kepastian. Apalagi ketika hukum menjadi alat kekuasaan. Tanpa supremasi hukum, terciptalah penjajahan gaya baru,” lanjut Hasto.

Mengutip pidato Indonesia Menggugat, Hasto menegaskan bahwa yang dilawan Bung Karno bukanlah bangsa Belanda semata, melainkan sistem dan nafsu yang menghisap serta menyengsarakan rakyat.

Baca Juga:  Sikap “Penyeimbang” PDIP Dinilai Belum Beri Kejelasan Arah Politik

Hasto menyebut bahwa kapitalisme dan kolonialisme akan selalu hadir dengan bentuk dan wajah yang berbeda.

“Trisakti Bung Karno adalah kehendak, tekad, dan jalan untuk menjadi bangsa yang kuat dalam menghadapi sistem yang melahirkan penderitaan rakyat. Gagasan Bung Karno terbukti menjadi landasan dan kompas perjuangan bangsa. Itulah api perjuangan Bung Karno yang harus terus dinyalakan,” tegasnya.

Hasto kembali menegaskan bahwa PDIP menjadikan ide, cita-cita, dan pemikiran Bung Karno sebagai landasan sekaligus kompas perjuangan bangsa dalam menghadapi dinamika global saat ini.(red)

Berita Terkait

Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Usai Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU
Hotman Paris Mundur sebagai Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp 12,4 Miliar ke Bupati Lombok Barat
Kejagung Pastikan Pertemuan Kajati dan Kapolda untuk Perkuat Hubungan Kelembagaan
Perwakum Dukung Polresta Denpasar Usut Dugaan Oknum Wartawan Minta Uang
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Terkait Dugaan Suap Audit di Muara Enim
Darsuli: Kasus Eks Jampidsus Ujian Integritas Penegak Hukum

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:55 WIB

Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:40 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Usai Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:38 WIB

Hotman Paris Mundur sebagai Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Ini Alasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp 12,4 Miliar ke Bupati Lombok Barat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:18 WIB

Kejagung Pastikan Pertemuan Kajati dan Kapolda untuk Perkuat Hubungan Kelembagaan

Berita Terbaru

Chelsea mengalahkan AC Milan 3-0 dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Sabtu (8/8/2026). (Foto: Dok. Chelsea)

Olahraga

Chelsea Tampil Dominan di GBK, AC Milan Dihantam 3-0

Sabtu, 8 Agu 2026 - 22:07 WIB