Refleksi 1 Juni: Hasto Ingatkan Visi Bung Karno Jadi Negara Terkuat di Samudera Indonesia

Senin, 1 Juni 2026 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026 di Halaman Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026). (Foto: istimewa)

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026 di Halaman Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026). (Foto: istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengingatkan kembali visi geopolitik Presiden pertama RI, Soekarno atau Bung Karno, yang menempatkan Indonesia sebagai negara terkuat di kawasan Samudera Indonesia.

Pesan itu disampaikan Hasto saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, di Halaman Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).

Upacara pengibaran Bendera Merah Putih tersebut diikuti anggota DPRD Fraksi PDIP, pengurus DPC dan PAC se-DKI Jakarta, serta Satgas PDIP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pidatonya, Hasto menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar slogan politik, melainkan ideologi bangsa yang memiliki dimensi geopolitik sekaligus instrumen untuk mewujudkan keadilan sosial dan pembebasan ekonomi rakyat.

“Pancasila mengandung suatu tekad untuk membebaskan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan dan penindasan,” ujar Hasto.

Visi Geopolitik Bung Karno

Hasto menilai bangsa Indonesia perlu kembali meneguhkan arah pembangunan sebagaimana yang telah dirumuskan para pendiri bangsa, terutama terkait kemandirian ekonomi dan posisi strategis Indonesia dalam percaturan global.

Baca Juga:  PPATK Sebut Transaksi Aneh Pegawai Pajak Selain Rafael Ditemukan Rp 500 M

Mengacu pada pemikiran Bung Karno yang juga kerap disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Hasto mengatakan Indonesia harus dibangun berdasarkan kekuatan ide dan cita-cita besar sebagai bangsa maritim.

“Dalam visi geopolitik Bung Karno, Indonesia harus dipimpin oleh ide, yakni suatu tekad untuk menjadi negara terkuat di Samudera Indonesia dan menjadi pintu gerbang masa depan dunia di Samudera Pasifik,” katanya.

Menurut Hasto, pembangunan pada masa awal kemerdekaan dirancang berbasis riset, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pengembangan perguruan tinggi sebagai pusat peradaban bangsa.

Hal itu, kata dia, menjadi fondasi penting dalam mengelola potensi sumber daya alam, khususnya kekayaan kelautan di kawasan Indonesia Timur.

Soroti Politik Luar Negeri dan Ekonomi Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyoroti dinamika politik luar negeri Indonesia.

Baca Juga:  KNMM: Pencabutan ID Wartawan CNN Indonesia Ancam Kebebasan Pers

Ia mempertanyakan sejauh mana prinsip politik luar negeri bebas aktif masih dijalankan secara konsisten.

“Banyak yang mempertanyakan misalnya, apakah politik luar negeri Indonesia masih bebas aktif? Ataukah sudah tunduk pada hegemoni negara adidaya? Apakah partisipasi rakyat yang bersifat organik dalam kegiatan perekonomian nasional masih diberi ruang untuk tumbuh dan berkembang, atau setiap kebijakan muncul dan ditentukan dari atas,” ujarnya.

Selain itu, Hasto menilai kondisi ekonomi nasional pada kuartal I 2026 menghadapi sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, berbagai indikator ekonomi menunjukkan adanya tekanan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Ia menyoroti defisit transaksi berjalan serta kondisi keseimbangan primer Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang masih negatif.

“Utang harus dibayar dengan utang, gali lubang tutup lubang,” kata Hasto.

Menurut Hasto, dampak kondisi tersebut dapat dirasakan melalui pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, meningkatnya angka kemiskinan, terbatasnya lapangan pekerjaan, hingga maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga:  Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe Meninggal Dunia di RSPAD

Kedaulatan Ekonomi untuk Rakyat

Sebagai solusi, Hasto menegaskan pentingnya mengembalikan orientasi pembangunan ekonomi kepada amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945.

Ia menilai negara harus memastikan bahwa seluruh kekayaan alam Indonesia dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Amanat terpenting adalah rakyat sebagai dasar kebijakan,” tegasnya.

Hasto menambahkan, semangat Pancasila harus terus menjadi landasan dalam setiap kebijakan negara agar cita-cita mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat tercapai.

“Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Amanat terpenting adalah rakyat sebagai dasar kebijakan,” tegasnya.(red)

Berita Terkait

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda
Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat
Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif
Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026
KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’
Menteri PPPA Minta Keamanan Siswa Dijaga Usai Temuan Senjata dan Narkotika di Sekolah
Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Usai Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09 WIB

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:55 WIB

Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:45 WIB

KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB