Jakarta, Mercinews.com – PT Pertagas Niaga (PTGN) bakal menyerap compressed biomethane gas (CBG) yang diproduksi dari limbah pengolahan kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo untuk memenuhi kebutuhan energi industri.
Siaran pers PTPN IV PalmCo, Kamis (10/9/2026) menyebutkan, rencana tersebut ditandai dengan kesepakatan pemanfaatan CBG antara PT PT RPE dan PTGN. CBG akan diproduksi dengan memanfaatkan limbah dari delapan pabrik kelapa sawit milik perusahaan BUMN tersebut.
Dalam skema tersebut, PT RPE yang merupakan afiliasi pengembang energi terbarukan reNIKOLA Holdings Sdn Bhd akan memasok CBG kepada PTGN melalui perjanjian jual beli jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
PTGN diproyeksikan menjadi offtaker CBG selama 15 tahun. Selanjutnya, gas terbarukan tersebut akan disalurkan kepada konsumen industri melalui jaringan distribusi gas yang telah tersedia.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai bahan baku CBG merupakan bagian dari upaya perusahaan mengembangkan ekonomi sirkular sekaligus mengurangi emisi.
Menurut Jatmiko, limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) dapat menghasilkan metana ketika mengalami proses penguraian. Gas tersebut kemudian ditangkap dan diolah menjadi biomethane untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi.
“Pemanfaatan POME menjadi CBG merupakan bagian dari upaya kami mengubah limbah menjadi sumber energi terbarukan,” ujar Jatmiko dalam keterangannya.
Direktur Strategi dan Keberlanjutan PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo mengatakan, pengembangan CBG merupakan bagian dari peta jalan dekarbonisasi perusahaan dan mendukung target net zero emission.
Untuk mengembangkan delapan fasilitas CBG dalam skala klaster, investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 45 juta dollar AS. Setelah seluruh fasilitas beroperasi, kapasitas produksi diproyeksikan mencapai lebih dari 830.000 MMBtu energi terbarukan per tahun.
Sementara itu, PT Pertagas Niaga akan memanfaatkan CBG tersebut untuk kebutuhan konsumen industri. Pertagas juga menyiapkan fasilitas injeksi biomethane di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei untuk menghubungkan pasokan CBG dengan jaringan gas nasional.
Chief Executive Officer PTGN Toto Yulianto mengatakan, pemanfaatan gas terbarukan dapat menjadi salah satu pilihan bagi sektor industri dalam menjalani transisi energi.
“Gas terbarukan dapat menjadi bagian dari solusi untuk mendukung transisi energi di sektor industri,” kata Toto.
COO reNIKOLA Dr Amran Yusof atau Bob mengatakan, kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah dalam pengembangan pasar gas terbarukan, khususnya pemanfaatan biomethane dari sektor perkebunan kelapa sawit.
Selain menghasilkan energi terbarukan, fasilitas tersebut diproyeksikan menangkap emisi metana dari penguraian POME. Berdasarkan perhitungan perusahaan, proyek ini berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 320.000 ton setara karbon dioksida (tCO2e) per tahun.
Perusahaan juga memperkirakan proyek tersebut dapat menciptakan ribuan lapangan kerja hijau serta mendorong keterlibatan rantai pasok lokal.
PTPN IV PalmCo menyebut pengembangan CBG sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan limbah perkebunan menjadi sumber energi sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi.(red)






