PTPN IV PalmCo Lindungi 550 Pekerja Rentan di Kalbar dengan BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 9 September 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok. PTPN IV PalmCo

Foto: Dok. PTPN IV PalmCo

Jakarta, Mercinews.com – PTPN IV PalmCo memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 550 pekerja rentan sektor informal di empat wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Perlindungan tersebut diberikan dalam bentuk pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan selama satu semester, yakni Juli hingga Desember 2026.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, program tersebut ditujukan bagi pekerja sektor informal yang menghadapi risiko pekerjaan, tetapi belum memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perlindungan ketenagakerjaan adalah hak dasar yang esensial, terutama bagi mereka yang berada di sektor informal dengan risiko tinggi dan tanpa kepastian pendapatan. Melalui program TJSL ini, PTPN IV PalmCo ingin memastikan bahwa negara dan korporasi hadir untuk memberikan rasa aman,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga:  PTPN IV dan Polda Sumsel Perkuat Sinergi, Fokus Amankan Aset serta Pencurian Sawit

Menurut Jatmiko, perlindungan tersebut diharapkan dapat membantu pekerja menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kejadian tidak terduga yang dapat berdampak terhadap kondisi ekonomi keluarga.

Sebanyak 550 pekerja yang mendapatkan perlindungan tersebar di empat wilayah Kalimantan Barat. Rinciannya, 200 pekerja di Kabupaten Sanggau, 150 pekerja di Kabupaten Landak, 100 pekerja di Kota Pontianak, dan 100 pekerja di Kabupaten Sintang.

Program tersebut juga merupakan bagian dari dukungan PTPN IV PalmCo terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terkait perluasan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Dorong Perlindungan Pekerja Informal

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak Suhuri mengatakan, kolaborasi antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, dan perusahaan diperlukan untuk memperluas kepesertaan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Baca Juga:  Eks Direksi PTPN II Ajukan Pembelaan, Minta Dibebaskan dari Tuntutan Jaksa

“Sinergi lintas sektor antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, dan korporasi sangat kami butuhkan. Kontribusi PTPN IV PalmCo memberikan dampak yang langsung terasa bagi masyarakat di Kalimantan Barat,” kata Suhuri.

Menurutnya, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan penting bagi pekerja sektor informal yang memiliki risiko pekerjaan, tetapi belum memperoleh perlindungan secara memadai.

Program tersebut menyasar sejumlah pekerja sektor informal, antara lain petani, nelayan dan pedagang kaki lima.

Salah seorang penerima manfaat, Bejo Supriyono, warga Kelurahan Daratsekip, Kota Pontianak, mengatakan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan membuatnya merasa lebih tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Sebagai pekerja harian, kami sering khawatir kalau terjadi apa-apa di jalan, apalagi penghasilan sering kali hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan jaminan dari PTPN IV PalmCo ini sangat melegakan karena sekarang ada kepastian perlindungan untuk keluarga di rumah,” ujar Bejo.

Baca Juga:  Cegah korupsi dana desa, Kejari Bireuen bentuk desa siaga antikorupsi

Hal serupa disampaikan Nobertus Aten, pekerja asal Dusun Sengkuang Daok, Kuala Buayan, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau.

Nobertus mengatakan pekerjaan di lapangan memiliki sejumlah risiko. Sebelum mendapatkan perlindungan tersebut, ia mengaku bekerja tanpa jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kerja di lapangan itu tantangannya besar. Selama ini kami bekerja modal nekat saja tanpa asuransi. Kartu jaminan sosial ini benar-benar menjawab kekhawatiran kami. Sekarang kami bisa bekerja lebih tenang dan lebih fokus,” kata Nobertus.(red)

Berita Terkait

17 WNA Malaysia dan Singapura Diamankan Imigrasi, Diduga Jalankan Bisnis Pinjaman Daring di Bali
Normalisasi Sungai di Labuhanbatu, PTPN IV PalmCo Gerak Cepat Cegah Banjir
AMKI Banyuasin Akan Dilantik 10 November 2026, Siapkan Program Pembinaan Konten Kreator
Imigrasi Ponorogo Tingkatkan Pemahaman Hukum Calon Pekerja Migran dan Orang Tua ABG
Premanisme Berkedok Ormas di Sumsel, Herman Deru Diminta Evaluasi Satpol PP dan Kesbangpol
Garda Sesama Sungai Duri Bengkayang, Gaspol Bantu Warga di Tengah Keterbatasan
Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur
Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:30 WIB

17 WNA Malaysia dan Singapura Diamankan Imigrasi, Diduga Jalankan Bisnis Pinjaman Daring di Bali

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Normalisasi Sungai di Labuhanbatu, PTPN IV PalmCo Gerak Cepat Cegah Banjir

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:28 WIB

AMKI Banyuasin Akan Dilantik 10 November 2026, Siapkan Program Pembinaan Konten Kreator

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:36 WIB

Imigrasi Ponorogo Tingkatkan Pemahaman Hukum Calon Pekerja Migran dan Orang Tua ABG

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Premanisme Berkedok Ormas di Sumsel, Herman Deru Diminta Evaluasi Satpol PP dan Kesbangpol

Berita Terbaru