Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat Anton Charliyan (kedua dari kiri belakang) didampingi Pengurus Bidang Hukum dan Mediasi Anita Fitria (kiri belakang) menghadiri tradisi Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Rabu (26/8/2026). (Foto: Dok. MASDA Jabar)

Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat Anton Charliyan (kedua dari kiri belakang) didampingi Pengurus Bidang Hukum dan Mediasi Anita Fitria (kiri belakang) menghadiri tradisi Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Rabu (26/8/2026). (Foto: Dok. MASDA Jabar)

Cirebon, Mercinews.com – Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat (Jabar) Anton Charliyan menghadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, Rabu (26/8/2026).

Budayawan Sunda yang akrab disapa Abah Anton itu menekankan pentingnya pelestarian nilai budaya dalam tradisi Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, Rabu (26/8/2026).

Menurut Abah Anton, Panjang Jimat merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki nilai adat serta budaya yang perlu terus dijaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelestarian tidak hanya dilakukan dengan mempertahankan prosesi, tetapi juga meneruskan nilai yang terkandung di dalamnya kepada generasi muda.

Baca Juga:  Banyak Ngeluh, Dewan Minta Kadis BPBK Abdya di Pecat

“Nilai agama, budaya, nasionalisme, dan kecintaan terhadap tanah air merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Semuanya harus menjadi landasan dalam membentuk sikap dan perilaku sebagai warga negara yang baik,” kata Anton Charliyan dalam keterangannya.

Abah Anton iberharap Keraton Kasepuhan Cirebon terus menjaga keberlangsungan adat dan tradisi yang diwariskan para leluhur.

“Pemahaman terhadap nilai budaya penting agar tradisi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial,” kata lulusan Akpol 1984 yang pernah menjabat Kapolda Jabar itu.

Tradisi Panjang Jimat digelar sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Baca Juga:  Galunggung Award 2025: Harmoni Budaya, Penghargaan dan Semangat Kemerdekaan

Rangkaian kegiatan diawali dengan pencucian benda-benda pusaka keraton serta penyiapan sejumlah perlengkapan dan simbol kehidupan, seperti nasi tumpeng, nasi uduk, buah-buahan, dan perlengkapan lainnya.

Benda-benda tersebut kemudian diarak dari Bangsal Panembahan menuju Masjid Sang Cipta Rasa. Prosesi diiringi selawat Nabi dan pembacaan kitab Barzanji.

Arak-arakan terdiri atas tujuh kelompok barisan utama yang dikawal abdi dalem dengan membawa lilin menyala. Para pangeran, sesepuh keraton, dan abdi dalem mengikuti prosesi tersebut.

Sejumlah simbol dalam Panjang Jimat memiliki makna berkaitan dengan perjalanan kehidupan manusia, mulai dari kelahiran, pemberian nama, makanan, pakaian, hingga berbagai kebutuhan hidup.

Baca Juga:  JKI 2025 Medan: PTPN IV dan UMKM Bersinergi Perkuat Ekonomi Lokal

Rangkaian tersebut juga dikaitkan dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW, khususnya mengenai akhlak.

Bukan Sebatas Seremonial 

Sultan Kasepuhan Cirebon Sultan Lukman mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial.

“Jangan hanya sebatas memperingati hari kelahiran saja. Yang paling penting, apakah akhlak mulia Rasulullah sudah hadir dalam diri kita masing-masing,” ujar Sultan Lukman.

Ia mengajak masyarakat menerapkan nilai kejujuran, kesabaran, tawadhu atau rendah hati, kepedulian, persaudaraan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan syukuran dan botram atau makan bersama yang diikuti para undangan dan masyarakat.(red)

Berita Terkait

Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur
Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal
Pengurus IKA-MUBA 2026-2030 Dikukuhkan, Apriyadi Ajak Warga Muba Perkuat Jejaring di Perantauan
Insinerator PARK PYRO Berkapasitas 20 Ton per Hari Siap Beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK)
PTPN IV PalmCo Perkuat Patroli Antisipasi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
PTPN IV PalmCo Lindungi 550 Pekerja Rentan di Kalbar dengan BPJS Ketenagakerjaan
Imigrasi dan Polresta Denpasar Bersinergi Awasi Aktivitas WNA
Ribuan Umat Antusias Hadiri HUT ke-14 YM Fab Zhu Kung di Singkawang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Momentum 10-10, Dewi Ayu Gembirowati Perkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa di Soekarno Centre Lampung Timur

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Operasi Gabungan di Kabupaten Demak Temukan 63.980 Batang Rokok Ilegal

Senin, 28 September 2026 - 23:58 WIB

Pengurus IKA-MUBA 2026-2030 Dikukuhkan, Apriyadi Ajak Warga Muba Perkuat Jejaring di Perantauan

Selasa, 22 September 2026 - 23:09 WIB

Insinerator PARK PYRO Berkapasitas 20 Ton per Hari Siap Beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK)

Kamis, 10 September 2026 - 20:20 WIB

PTPN IV PalmCo Perkuat Patroli Antisipasi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

Berita Terbaru