Bali, Mercinews.com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menjajaki kerja sama dengan manajemen Discovery Mall Bali untuk membuka Immigration Lounge sebagai pusat layanan keimigrasian terpadu yang direncanakan beroperasi pada 2026.
Rencana tersebut disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Winarko, saat meninjau pelaksanaan layanan Eazy Passport dan Eazy Stay Permit di Discovery Mall Bali, Sabtu (6/12) hingga Minggu (7/12/2025).
Menurut Winarko, penjajakan kerja sama ini dilatarbelakangi tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan di Bali, termasuk warga negara asing, serta kebutuhan akan layanan keimigrasian yang lebih mudah diakses.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bali merupakan destinasi wisata internasional dengan jumlah warga negara asing yang tinggi. Di sisi lain, banyak masyarakat lokal yang tidak memiliki waktu mengurus dokumen keimigrasian pada hari kerja. Kehadiran Immigration Lounge di pusat perbelanjaan diharapkan menjadi solusi,” ujar Winarko.
Dalam peninjauan tersebut, Winarko didampingi Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Saroha Manullang, serta General Manager Discovery Mall Bali, Rachmat Tanuharja.
Winarko menjelaskan, Immigration Lounge yang direncanakan akan menjadi ruang layanan terpadu yang menyediakan informasi, konsultasi, serta pelayanan keimigrasian tertentu bagi masyarakat dan wisatawan di lokasi strategis.
Menurut Winarko, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Imigrasi Ngurah Rai dalam menghadirkan layanan publik yang proaktif, modern, dan responsif, sekaligus memperluas jangkauan pelayanan keimigrasian.
Sebelumnya, Kantor Imigrasi Ngurah Rai menggelar layanan Eazy Passport dan Eazy Stay Permit di Discovery Mall Bali pada 6–7 Desember 2025. Layanan akhir pekan tersebut menyediakan 1.000 kuota, terdiri atas 500 permohonan paspor dan 500 layanan perpanjangan izin tinggal.
Dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan, Winarko menyatakan bahwa program Eazy Passport dan Eazy Stay Permit merupakan langkah strategis untuk menjangkau masyarakat dengan mobilitas tinggi serta menghadirkan pelayanan yang cepat, efisien, dan terstandar.
“Bali sebagai pusat pariwisata internasional menjadi lokasi yang tepat untuk mendekatkan layanan keimigrasian bagi warga negara Indonesia maupun warga negara asing,” kata Winarko.
Selama dua hari pelaksanaan, layanan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Dari 500 kuota permohonan paspor, sebanyak 384 pemohon berhasil dilayani. Sementara itu, tercatat 10 pemohon perpanjangan izin tinggal.
Winarko menjelaskan, rendahnya jumlah pemohon perpanjangan izin tinggal pada akhir pekan disebabkan kecenderungan warga negara asing yang lebih memilih mengurus dokumen keimigrasian di kantor imigrasi pada hari kerja.
Sementara itu, Saroha Manullang mengajak masyarakat di sekitar Discovery Mall, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing, untuk memanfaatkan layanan keimigrasian yang disediakan di luar hari kerja tersebut.
Menurut Saroha, program ini menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen Discovery Mall Bali atas dukungan dan kolaborasi dalam penyelenggaraan layanan publik tersebut.
Saroha berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, percepatan kebijakan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, dan program kerja Direktorat Jenderal Imigrasi.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Imigrasi Ngurah Rai berharap layanan keimigrasian semakin mudah diakses masyarakat dan wisatawan, sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan publik yang modern, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna layanan.(red)






