Manokwari, Mercinews.com – Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama (Menag), Gugun Gumilar, mendorong pemuda Papua untuk berani melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri setelah bertemu dengan seorang pemuda bernama Sael saat berkunjung ke Manokwari, Papua Barat.
Menurut Gugun, generasi muda Papua memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi pemimpin masa depan.
Dalam pertemuan tersebut, Gugun berbagi pengalaman dan motivasi kepada Sael mengenai pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya berbagi dengan dia tentang kemungkinan untuk mengejar pendidikan di Amerika Serikat atau Eropa. Harapannya, suatu hari nanti dia memiliki kesempatan untuk menjelajahi dunia di luar Papua dan Indonesia, memperluas pandangannya, serta membawa pengetahuan yang diperoleh kembali ke komunitasnya,” kata Gugun, Senin (22/6/2026).
Gugun mengaku perjalanannya ke Manokwari memberikan pengalaman yang berkesan karena memberinya kesempatan untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan memahami berbagai tantangan yang mereka hadapi.
Menurut dia, kehadiran di tengah masyarakat menjadi langkah penting untuk memahami persoalan secara utuh sebelum merumuskan solusi yang tepat.
“Perjalanan ke Manokwari ini adalah berkah yang luar biasa. Lebih bermakna lagi karena saya bisa bertemu dengan komunitas lokal untuk belajar, mendengar, dan memahami tantangan mereka dengan lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, solusi terhadap berbagai persoalan sosial tidak bisa hanya dilihat dari kejauhan, melainkan harus diawali dengan mendengar pengalaman masyarakat secara langsung.
“Solusi yang sebenarnya dimulai ketika kita meluangkan waktu untuk mendengar cerita orang dan melihat realitas mereka secara langsung,” katanya.
Pendidikan
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan keyakinannya bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan.
Menurut Gugun, dampak pendidikan tidak hanya dirasakan oleh individu yang memperoleh kesempatan belajar, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya.
“Saya yakin bahwa ketika kita mendidik satu orang, kita memberdayakan satu keluarga dan mengangkat satu generasi komunitas. Pendidikan adalah salah satu alat terkuat untuk memutus siklus kemiskinan dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” ujar alumnus Hartford International University of Peace and Religion Amerika Serikat dan Dublin City University Irlandia itu.
Gugun juga mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi yang dimiliki Papua. Ia menilai daerah tersebut tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki generasi muda yang mampu bersaing jika mendapatkan kesempatan yang memadai.
“Alhamdulillah, saya bersyukur atas kesempatan untuk mengunjungi salah satu wilayah Indonesia dan menyaksikan keindahan serta potensi yang ada di sana. Papua tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya akan potensi manusianya,” tutur Gugun yang dikenal sebagai Duta Muda PBB untuk Indonesia dan pendiri Institute of Democracy and Education Indonesia.
Karena itu, ia berharap Sael dan pemuda Papua lainnya terus berupaya meraih cita-cita melalui pendidikan serta menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah dan Indonesia.
“Semoga Allah membimbing dan memberkati perjalanan mereka, dan semoga kita semua dapat berperan dalam menciptakan kesempatan yang memungkinkan orang lain untuk berkembang,” tutup Gugun.(red)






